Breaking News
- Operasi Gugus Tempur Laut, KRI Imam Bonjol Amankan 10 ABK Kapal Ikan Diduga Pakai Sabu
- Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas di Sidoarjo, Diduga Tampung Hasil Tambang Ilegal
- Libur Sekolah Pastikan Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan di Pelabuhan Merak
- Inovasi IPC TPK ReWear Project, Manfaatkan 209 Kg Seragam Bekas
- Dukung Peluang Pelindo Kerja Sama Internasional IPC TPK Terima Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
- KRI Bima Suci Sandar di Vladivostok Port Rusia, Atraksi Genderang Suling Jala Gita Disambut Meriah
- Kembangkan Pelabuhan Kolbano, Kemenhub Dapat Hibah Tanah dari Pemkab Timor Tengah Selatan
- Pemeriksaan Petikemas Dipercepat, Ini Komitmen 3 Intansi Menjaga dan Lancarkan Arus Logistik di Priok
- Bawa Sekilo Sabu di Termos dan 582 Pil Inex dari Malaysia, Nakhoda Disergap Tim Kodaeral IV dan Lanal TBK
- KKP Perkuat Penataan Pesisir dan Perairan di KEK Industropolis Batang
Sayang Dilewatkan, Gerhana Bulan Total Blood Moon Terakhir 2022, Nikmati Keindahan dan Bersyukur

Keterangan Gambar : Foto gerhana Bulan total. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),JAKARTA: Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi sore ini, Selasa (8/11/2022). Blood Moon kali adalah momen gerhana terakhir di tahun 2022 sehingga sayang dilewatkan. GBT bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia dengan mata telanjang.
Keterangan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Instagram, waktu GBT akan dimulai sekitar pukul 15.02 WIB dengan durasi 1 jam, 24 menit, dan 58 detik. Proses gerhana sebagian dan total akan berlangsung selama 3 jam, 39 menit, dan 50 detik.
Catatan indonesiamaritimenews.com, sepanjang tahun 2022, terjadi 4 kali gerhana, dengan cakupan 2 kali gerhana Matahari dan 2 kali gerhana Bulan. Gerhana Matahari sebagian terjadi pada 30 April 2022 tidak dapat diamati dari Indonesia. Lalu tanggal 25 Oktober, terjadi gerhana Matahari sebagian lainnya yang juga tak bisa disaksikan dari Indonesia.
Sedangkan gerhana Bulan total 16 Mei 2022, tapi lagi-lagi masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan. Momen terakhir pada tahun ini, 8 November 2022 gerhana Bulan bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia dengan mata telanjang, tanpa alat bantu.
Bagi masyarakat Indonesia bagian barat, tengah serta Indonesia timur yang ingin menyaksikan gerhana, berikut fase dan rincian waktunya:
1. Mulai Gerhana
WIB: 15.00.38
WITA: 16.00.38
WIT: 17.00.38
2. Mulai Gerhana Sebagian
WIB: 16.08.59
WITA: 17.08.59
WIT: 18.08.59
3. Mulai Gerhana Total
WIB: 17.16.19
WITA: 18.16.19
WIT: 19.16.19
4. Puncak Gerhana
WIB: 17.59.11
WITA: 18.59.11
WIT: 19.59.11
5. Gerhana Total Berakhir
WIB: 18.42.03
WITA: 19.42.03
WIT: 20.42.03
6. Gerhana Sebagian Berakhir
WIB: 19.49.22
WITA: 20.49.22
WIT: 21.49.22
7. Gerhana Berakhir
WIB: 20.57.43
WITA: 21.57.43
WIT: 22.57.43
Fenomena gerhana Bulan total kali ini, sayang untuk.dilewatkan karena peristiwa terakhir yang terjadi pada tahun 2022
1SHOLAT GERHANA
¹Bagi umat Islam, peristiwa gerhana disunahkan untuk sholat, sebagai dan syukur pada Allah SWT, Tuhan sang pencipta.
Kementerian Agama menyerukan umat Islam melakukan Sholat Gerhana Bulan atau sholat khusuf. Ditjen Bimas Islam Kamaruddin Amin telah menerbitkan seruan kepada para Kepala Kanwil Kemenag. Isinya, menginstruksikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam/Kepala Bidang Bimas Islam/Pembimbing Syariah, Kepala Kemenag Kabupaten/Kota, dan Kepala KUA untuk bersama para ulama, pimpinan ormas Islam, imam masjid, aparatur pemerintah daerah dan masyarakat untuk melaksanakan Sholat Gerhana Bulan di wilayahnya masing-masing.
Masyarakat juga diimbau memperbanyak zikir, istighfar, sedekah dan amal saleh lainnya, serta mendoakan kesejahteraan dan kemajuan bangsa.
Berikut ini niat dan tata cara Sholat Gerhana Bulan:
Salat Gerhana Bulan dilakukan sebanyak dua rakaat. Berikut bacaan niatnya:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى
Bacaan latin: Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini imâman/makmûman lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT."
Tata Cara Salat Gerhana Bulan:
1. Berniat di dalam hati;
2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa;
3. Membaca doa iftitah dan taawudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: "Nabi SAW menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana."(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901);
4. Kemudian rukuk sambil memanjangkannya;
5. Kemudian bangkit dari rukuk (i'tidal) sambil mengucapkan "Sami'allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd";
6. Setelah i'tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;
7. Kemudian rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya;
8. Setelah itu bangkit dari rukuk (i'tidal);
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;
10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;
11. Salam
Setelah melaksanakan Sholat Gerhana, imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah. Imam menyampaikan anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, dan bersedekah. Demikian tata cara Sholat Gerhana Bulan yang bisa menjadi tuntunan umat Muslim.(Arry/ Oryza)
Write a Facebook Comment











