- Tim Layar Kodaeral IV Berjaya di Kejurnas Series II, Sabet Lima Medali
- Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Bahas Penanganan Karhutla dan Peran Masyarakat Adat
- Gelar Voice of Customer, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa
- Menembus Wilayah Terisolir Lewat Udara, 2 Helikopter TNI AL Bagikan 1,2 Ton Bantuan Logistik di NTT
- Bazar Pelindo di 4 Kota, 75 UMKM Raup Omzet Rp307 Juta
- Kemenhub Kukuhkan 25 Auditor ISPS Code, Kawal Keamanan Maritim
- KRI Teluk Palu-523 Gelar Baksos di Permukiman Terdampak Kebakaran di Kalimantan
- TNI AL dan Bank Indonesia Peduli Warga Terdampak Gempa, Salurkan Bantuan ke Waiwerang NTT
- BUMN Kolaborasi Genjot Swasembada Garam Nasional 2027
- Pemanfaatan Air Laut, KKP Terbitkan Izin untuk 16 Pembangkit PLN NP
Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Bahas Penanganan Karhutla dan Peran Masyarakat Adat

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Panglima Jilah di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Panglima Jilah di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/8/2026). Dalam pertemuan itu dibahas soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Panglima Jilah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan dukungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui penambahan personel dan dukungan sarana udara.
“Kita membahas tentang karhutla. Tadi beliau membantu kita lewat personil untuk segera. Dan ini sudah dimulai, sudah sekitar satu minggu,” ujar Panglima Jilah kepada awak media seusai pertemuan.
Baca Lainnya :
- Menembus Wilayah Terisolir Lewat Udara, 2 Helikopter TNI AL Bagikan 1,2 Ton Bantuan Logistik di NTT0
- KRI Teluk Palu-523 Gelar Baksos di Permukiman Terdampak Kebakaran di Kalimantan0
- TNI AL dan Bank Indonesia Peduli Warga Terdampak Gempa, Salurkan Bantuan ke Waiwerang NTT0
- Ada Demo 27 Agustus, Jalan Gatot Subroto Ditutup, Ini Rute Pengalihan Transjakarta 0
- Presiden Prabowo Datang, Tenda Pengungsian di Nagekeo NTT Riuh0
Menurut Panglima Jilah, dukungan pemerintah terhadap Kalimantan Barat tidak hanya berkaitan dengan penanganan karhutla. Ia menyebut Presiden Prabowo juga telah memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
“Presiden banyak membantu kita, terutama di Kalimantan Barat, itu rumah adat, sekolah, beasiswa, jalan, infrastruktur, rumah sakit, beasiswa, dan TNI-Polri,” katanya.
Jangan Tuding Masyarakat Adat
Dalam kesempatan tersebut, Panglima Jilah turut menyoroti persoalan yang kerap muncul ketika karhutla terjadi, yakni tudingan terhadap masyarakat peladang sebagai penyebab kebakaran. Menurutnya, aktivitas berladang masyarakat Dayak memiliki karakteristik dan lokasi yang berbeda dengan kawasan perkebunan, terutama terkait lahan gambut.
“Jadi ladang itu dengan perkebunan itu kadang-kadang bersamaan waktunya. Akhirnya peladang yang disalahkan. Tetapi sebenarnya orang berladang tidak di lahan gambut. Orang berladang itu di lahan mineral,” katanya.
Panglima Jilah mengatakan masyarakat adat memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran lahan. Ia menegaskan, masyarakat adat tidak hanya menjadi pihak yang menerima dampak kebakaran, tetapi juga ikut melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.
“Jadi kalau kita membakar, di mana lahan ladang kita dibakar, disitulah kita yang akan monitoringnya,” ujarnya.
Panglima Jilah juga menegaskan bahwa tradisi berladang telah dilakukan masyarakat Dayak sejak lama, jauh sebelum berkembangnya perkebunan di Kalimantan. Ia menambahkan, masyarakat Dayak memiliki hubungan erat dengan alam sehingga menjaga lingkungan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adat.
Dalam upaya mencegah karhutla, masyarakat adat juga melakukan sosialisasi melalui para tokoh adat. Edukasi tersebut ditujukan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.
“Masyarakat adat bersosialisasi lewat tokoh-tokoh adat agar tidak sembarangan membakar hutan karena masyarakat adat itu identik, dekat dengan alam. Tentunya tidak ada alam, tidak ada masyarakat adat. Kita menjaga,” ujar Panglima Jilah.
Pertemuan Presiden Prabowo dengan Panglima Jilah sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga Kalimantan. Penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan kekuatan personel dan teknologi, tetapi juga keterlibatan masyarakat yang selama turun-temurun hidup berdampingan dengan hutan dan memahami wilayahnya.











