Menembus Wilayah Terisolir Lewat Udara, 2 Helikopter TNI AL Bagikan 1,2 Ton Bantuan Logistik di NTT
Pascagempa Berkekuatan M7,7

By Indonesia Maritime News 28 Agu 2026, 17:40:17 WIB News
Menembus Wilayah Terisolir Lewat Udara, 2 Helikopter TNI AL Bagikan 1,2 Ton Bantuan Logistik di NTT

Keterangan Gambar : TNI AL mengerahkan dua helikopter guna mendistribusikan 1,2 ton bantuan logistik ke daerah bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Dispenal


Indonesiamaritimenews.com (IMN), FLORES: Menembus medan sulit dan kawasan terisolir pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI AL mengerahkan dua helikopter guna mendistribusikan 1,2 ton bantuan logistik.

Langkah tanggap darurat ini ditempuh guna memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat terdampak dapat tersalurkan dengan cepat dan merata. Distribusi lewat udara dilakukan pada Kamis (27/8/2026).

Dalam misi kemanusiaan  ini TNI AL menerjunkan dua unsur helikopter yakni: Helikopter AS 565 MBe Panther HS-1305 yang diawaki Pilot Kapten Laut (P) Riffan dan Lettu Laut (P) Marfi, serta Helikopter Bell 412 EP HU-4205 yang diawaki Pilot Lettu Laut (P) Marthin dan Lettu Laut (P) Adila.

Baca Lainnya :

Helikopter AS 565 MBe Panther HS-1305 melaksanakan dukungan distribusi bantuan sebanyak 2 sortie @sortie 400 kg dengan rute Maumere – Pulau Sukun – Maumere. Sementara itu, Helikopter Bell 412 EP HU-4205 telah  melaksanakan pendistribusian logistik sebanyak 400 Kg bahan bantuan pokok dengan rute penerbangan Labuan Bajo – Nagekeo – Labuan Bajo.

Penggunaan unsur udara menjadi krusial mengingat kondisi geografis dan aksesibilitas wilayah terdampak yang terbatas. Kehadiran helikopter TNI AL memastikan bantuan logistik berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok dapat didistribusikan secara cepat dan merata kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Aksi tanggap darurat ini merupakan wujud nyata komitmen dan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh jajaran dan alutsista TNI AL senantiasa siap sedia, hadir cepat di tengah-tengah masyarakat, serta  memberikan manfaat nyata khususnya dalam mengatasi kesulitan warga di daerah bencana alam.

Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (25/8/2026). Bencana ini mengakibatkan lebih dari 100 warga meninggal dunia dan sekitar 180 ribu warga mengungsi. (Riz/oryza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook