- Gelar Voice of Customer, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa
- Menembus Wilayah Terisolir Lewat Udara, 2 Helikopter TNI AL Bagikan 1,2 Ton Bantuan Logistik di NTT
- Bazar Pelindo di 4 Kota, 75 UMKM Raup Omzet Rp307 Juta
- Kemenhub Kukuhkan 25 Auditor ISPS Code, Kawal Keamanan Maritim
- KRI Teluk Palu-523 Gelar Baksos di Permukiman Terdampak Kebakaran di Kalimantan
- TNI AL dan Bank Indonesia Peduli Warga Terdampak Gempa, Salurkan Bantuan ke Waiwerang NTT
- BUMN Kolaborasi Genjot Swasembada Garam Nasional 2027
- Pemanfaatan Air Laut, KKP Terbitkan Izin untuk 16 Pembangkit PLN NP
- Pelindo TPK Bagendang Salurkan 70 Tangki Air Bersih dan Masker ke Warga Kotawaringin Timur
- Ada Demo 27 Agustus, Jalan Gatot Subroto Ditutup, Ini Rute Pengalihan Transjakarta
Bazar Pelindo di 4 Kota, 75 UMKM Raup Omzet Rp307 Juta

Keterangan Gambar : Sebanyak 75 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti bazar yang digelar Pelindo bertajuk “Merdeka Berkarya, UMKM Berdaya” dalam rangka HUT ke 81 RI. Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar sempat meninjau acara bazar. Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Sebanyak 75 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatatkan omzet lebih dari Rp307 juta melalui bazar “Merdeka Berkarya, UMKM Berdaya” yang diselenggarakan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.
Rangkaian bazar tersebut digelar di Jakarta, Medan, Makassar, dan Surabaya. Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo memperluas akses pasar sekaligus mendorong kemandirian UMKM.
Bazar yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pilar Ekonomi tersebut menghadirkan beragam produk unggulan UMKM, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, kerajinan, produk kreatif, hingga kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Baca Lainnya :
- BUMN Kolaborasi Genjot Swasembada Garam Nasional 20270
- Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat0
- Udang Ekuador Diam-diam Masuk Indonesia, KKP: Prioritaskan Produk Dalam Negeri 0
- Terminal Kijing PTP Nonpetikemas Bukukan Total Throughput 3,27 juta ton, Tumbuh 88,25%0
- ASDP Bakal Buka Rute Batam-Johor, Kembangkan Bisnis Strategis Lintas Batas0
Direktur Kelembagaan Pelindo, Hendri Ginting, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk di sekitar wilayah operasional Pelindo.
“Bagi Pelindo, pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pemberian bantuan. Kami ingin hadir dalam prosesnya dengan membuka akses pasar, memperluas kesempatan, sekaligus mendorong UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usahanya. Tujuan akhirnya adalah agar UMKM binaan dapat tumbuh, mandiri, dan memiliki bisnis yang berkelanjutan,” ujar Hendri, Jumat (28/8/2026).
Menurut Hendri, capaian transaksi selama tiga hari pelaksanaan bazar menjadi salah satu indikator besarnya potensi UMKM ketika mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
“Omzet lebih dari Rp307 juta menunjukkan bahwa ketika UMKM mendapatkan akses pasar, produk yang baik dapat bertemu dengan konsumennya. Ke depan, pendampingan akan terus diarahkan agar UMKM tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga semakin kuat dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya,” tambah Hendri.
Memperluas Jejaring UMKM
Selain mendorong transaksi penjualan, bazar memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada konsumen baru, mendapatkan respons pasar secara langsung, sekaligus memperluas jejaring yang dapat mendukung pengembangan usaha.
Salah satu UMKM binaan Pelindo, Ryani, mengatakan dukungan dan pendampingan yang diterimanya memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk belajar sekaligus memperluas pasar.
“Bagi kami, dukungan Pelindo bukan hanya soal modal atau kesempatan mengikuti bazar. Kami diberi ruang untuk berkembang dan bertemu dengan pasar. Dari kegiatan seperti ini, kami belajar bagaimana mengenalkan produk, membaca kebutuhan konsumen, dan meningkatkan kualitas usaha. Kami merasa didampingi untuk benar-benar tumbuh,” ujar Ryani.
Pelindo berharap manfaat program pemberdayaan UMKM dapat terus berkembang setelah bazar berakhir, baik melalui perluasan akses pasar, bertambahnya jejaring usaha, peningkatan kapasitas pelaku usaha, maupun terbukanya peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Semangat ‘Merdeka Berkarya, UMKM Berdaya’ kami maknai sebagai semangat untuk membangun kemandirian. Kami ingin UMKM semakin percaya diri terhadap produknya, semakin kuat dalam menjalankan usahanya, dan pada akhirnya mampu tumbuh secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat,” pungkas Hendri. (Riz/oryza)











