- Tukar Jabatan, Maruli Simanjuntak Jabat Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita Jadi KSAD
- Kemnaker Buka Pendaftaran Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc PHI, Catat Tanggal dan Syaratnya
- Aksi Sosial Lintas Benua, Satgas Port Visit 2026 Kerja Bakti Gotong Royong di Republik Fiji
- Satgas Terpadu Port Visit 226 Hadiri Hari Kemerdekaan Fiji
- Kunjungi SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi, Ini 5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM
- Ini Kesepakatan Kemenhub dan Pelindo, Alur-Pelayaran Pulau Baai Tahap II, Keselamatan dan Kelancaran Logistik Jadi Prioritas
- Diplomasi Indonesia Berhasil, Kuota Tangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Naik 25 Persen
- Ikan Lele dan Nila Hasil Budi Daya Tematik Diolah Jadi Produk Siap Masak
- Indonesia–Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Al-Azhar siap Sambut Ribuan Mahasiswa
Bazar Pelindo di 4 Kota, 75 UMKM Raup Omzet Rp307 Juta

Keterangan Gambar : Sebanyak 75 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti bazar yang digelar Pelindo bertajuk “Merdeka Berkarya, UMKM Berdaya” dalam rangka HUT ke 81 RI. Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar sempat meninjau acara bazar. Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Sebanyak 75 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatatkan omzet lebih dari Rp307 juta melalui bazar “Merdeka Berkarya, UMKM Berdaya” yang diselenggarakan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.
Rangkaian bazar tersebut digelar di Jakarta, Medan, Makassar, dan Surabaya. Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo memperluas akses pasar sekaligus mendorong kemandirian UMKM.
Bazar yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pilar Ekonomi tersebut menghadirkan beragam produk unggulan UMKM, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, kerajinan, produk kreatif, hingga kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Baca Lainnya :
- BUMN Kolaborasi Genjot Swasembada Garam Nasional 20270
- Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat0
- Udang Ekuador Diam-diam Masuk Indonesia, KKP: Prioritaskan Produk Dalam Negeri 0
- Terminal Kijing PTP Nonpetikemas Bukukan Total Throughput 3,27 juta ton, Tumbuh 88,25%0
- ASDP Bakal Buka Rute Batam-Johor, Kembangkan Bisnis Strategis Lintas Batas0
Direktur Kelembagaan Pelindo, Hendri Ginting, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk di sekitar wilayah operasional Pelindo.
“Bagi Pelindo, pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pemberian bantuan. Kami ingin hadir dalam prosesnya dengan membuka akses pasar, memperluas kesempatan, sekaligus mendorong UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usahanya. Tujuan akhirnya adalah agar UMKM binaan dapat tumbuh, mandiri, dan memiliki bisnis yang berkelanjutan,” ujar Hendri, Jumat (28/8/2026).
Menurut Hendri, capaian transaksi selama tiga hari pelaksanaan bazar menjadi salah satu indikator besarnya potensi UMKM ketika mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
“Omzet lebih dari Rp307 juta menunjukkan bahwa ketika UMKM mendapatkan akses pasar, produk yang baik dapat bertemu dengan konsumennya. Ke depan, pendampingan akan terus diarahkan agar UMKM tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga semakin kuat dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya,” tambah Hendri.
Memperluas Jejaring UMKM
Selain mendorong transaksi penjualan, bazar memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada konsumen baru, mendapatkan respons pasar secara langsung, sekaligus memperluas jejaring yang dapat mendukung pengembangan usaha.
Salah satu UMKM binaan Pelindo, Ryani, mengatakan dukungan dan pendampingan yang diterimanya memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk belajar sekaligus memperluas pasar.
“Bagi kami, dukungan Pelindo bukan hanya soal modal atau kesempatan mengikuti bazar. Kami diberi ruang untuk berkembang dan bertemu dengan pasar. Dari kegiatan seperti ini, kami belajar bagaimana mengenalkan produk, membaca kebutuhan konsumen, dan meningkatkan kualitas usaha. Kami merasa didampingi untuk benar-benar tumbuh,” ujar Ryani.
Pelindo berharap manfaat program pemberdayaan UMKM dapat terus berkembang setelah bazar berakhir, baik melalui perluasan akses pasar, bertambahnya jejaring usaha, peningkatan kapasitas pelaku usaha, maupun terbukanya peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Semangat ‘Merdeka Berkarya, UMKM Berdaya’ kami maknai sebagai semangat untuk membangun kemandirian. Kami ingin UMKM semakin percaya diri terhadap produknya, semakin kuat dalam menjalankan usahanya, dan pada akhirnya mampu tumbuh secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat,” pungkas Hendri. (Riz/oryza)











