Panen Raya Udang Kebumen 1 Hektar 40 Ton, Presiden Prabowo: Luar Biasa

By Indonesia Maritime News 23 Mei 2026, 14:06:36 WIB Nasional
Panen Raya Udang Kebumen 1 Hektar 40 Ton, Presiden Prabowo: Luar Biasa

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto meninjau kegiatan sortir hasil panen di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Foto: BPMI Setpres


Indonesiamaritimenews.com (IMN), KEBUMEN: Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta memperkuat perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat melaksanakan panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memperluas pembangunan sektor-sektor produktif di berbagai daerah, khususnya yang mampu menghasilkan protein bagi masyarakat sekaligus berorientasi ekspor guna meningkatkan devisa negara.

Baca Lainnya :

"Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, 
Hari ini saya hadir menyaksikan panen raya udang ya di proyek ini sudah dua tahun ya, tiga tahun, dan panennya sekarang sudah, hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia. Jadi, sangat menjanjikan," kata Presiden.

"Tadi saya diberi laporan satu hektare bisa menghasilkan 40 ton. Luar biasa 40 ton ya berarti dan harganya sangat bagus, harganya 70 ribu per… 70 ribu per kilo, berarti per ton 70 Juta, ya? Tujuh puluh juta Rupiah. Jadi, ini sangat bagus, sangat produktif," sambung Presiden.

"Lapangan kerja yang bisa diserap, berapa orang yang kerja sekarang?," tanya Presiden yang kemudian dijawab oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono bahwa tenaga kerja yang terserap mencapai 650 orang.

"Enam ratus lima puluh orang setempat, 650 orang bekerja. Dan, kita sedang bangun di Waingapu 2.000 hektare. Kalau di sini 64 hektare ya, 65 hektare . Di Waingapu 2.000 hektare. Dan, kita juga akan bangun, sedang dibangun di Gorontalo 200 hektare. Dan, kita sedang bangun di Jawa Barat, di Pantura 14.000 hektare, hanya di sana ikan, disini udang," urai Presiden.

“Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita, dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa. Saya kira nanti dalam bulan-bulan yang akan datang kita akan mempercepat proses pembangunan yang produktif. Semua yang produktif akan kita jalankan. Produktif artinya harus menghasilkan nilai tambah,” ujar Kepala Negara.

Buka Lapangan Kerja

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga mengungkapkan telah memberikan arahan kepada jajaran Kabinet Merah Putih agar memprioritaskan proyek-proyek yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kepala Negara menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata pada megahnya infrastruktur, melainkan pada manfaat ekonomi yang dirasakan rakyat.

“Saya kasih petunjuk ke Kabinet, yang boleh kita dukung, yang harus kita dukung, yang harus kita jalankan adalah proyek-proyek yang produktif. Batasan produktif apa? Menciptakan lapangan kerja untuk rakyat kita. Kedua, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, menambah penghasilan rakyat kita. Itu arti produktif,” tegas Presiden Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya efisiensi dan orientasi hasil dalam pembangunan nasional. Kepala Negara menilai bahwa pembangunan fasilitas fisik harus diimbangi dengan produktivitas yang nyata bagi masyarakat.

“Jadi, maaf, kita sekarang agak tunda lah bangun banyak kantor, kantor, kantor. Kantor itu ya perlu, tapi jangan ada kantor nggak ada produktivitas. Iya kan? Kantor megah produknya nggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus, hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan,’ pungkas Kepala Negara.

Pembangunan Indonesia ke depan bukan sekadar membangun, tetapi menghasilkan, menciptakan kerja, meningkatkan nilai tambah, dan memastikan setiap kebijakan bermuara pada kesejahteraan rakyat. (Bow/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook