- Disandera Militer Israel, 9 WNI Ditendang, Dipukul, Disetrum
- 9 WNI Disandera Israel Akhirnya Dibebaskan, Menlu Sugiono: Pemerintah Mengecam Perlakuan Tidak Manusiawi
- Bagaimana Keterlambatan Kecil Menjelma Menjadi Pengeluaran Nasional?
- Diwisuda Kasal, 240 Perwira Remaja AAL Calon Pemimpin Masa Depan Siap Mengabdi
- Dibawa Naik Kapal Perang KRI Marlin-877 di Kepulauan Selayar, Bocah TK Kepingin Jadi Tentara
- Awal Triwulan II 2026, IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif
- PELNI Sabet CSR Award 2026: Sukses Berdayakan Warga Desa dan Dorong Ekonomi Masyarakat di Cianjur
- Perkuat Kerja Sama Maritim, Petinggi Angkatan Laut Singapura Temui Wakasal
- Jelang Iduladha 2026, Pelindo Petikemas dan Pemkot Surabaya Pastikan Hewan Kurban Sehat
- PT Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Gelar Pelatihan Pengayaan Diversivikasi Tumbuhan
Menteri AHY Lepas KRI Semarang-594 Bawa Bantuan Kemanusiaan ke Sumatera
Pray For Sumatera

Keterangan Gambar : Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melepas keberangkatan Satgas Bantuan Kemanusiaan menggunakan KRI Semarang-594 TNI AL di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Senin (22/12/2025).
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melepas keberangkatan Satgas Bantuan Kemanusiaan menggunakan KRI Semarang-594 TNI AL di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Senin (22/12/2025).
Keberangkatan Satgas ini dalam rangka mendukung pengiriman bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menko IPK didampingi oleh Panglima Koarmada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata; Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara; Komandan Kodaeal III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia; dan Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavianus.
Baca Lainnya :
- Kapal MV Egon Sandar di Aceh, Bawa 1 Truk Bantuan Logistik, 13 Motor Brimob & 2 Swamp Boat Polairud0
- PWI Pusat Finalisasi Draf AD/ART, KEJ, dan KPW, Siap Disahkan di Konkernas 20260
- Lepas Kapal Barito Mas Bawa Bantuan ke Aceh, Menhub: Wujud Kehadiran Negara untuk Masyarakat0
- Solidaritas Tanpa Batas! Elpala SMA 68 dan PAS 68 Kirim Bantuan ke Sumatera Lewat Kolinlamil0
- 24 Sumur Bor Polri Sudah Ngucur di Aceh Tamiang, Warga Korban Bencana Terbantu0
AHYA dalam keterangannya mengatakan, Kemenko IPK fokus pada upaya perbaikan infrastruktur dasar yang rusak, hancur, hilang akibat banjir bandang dan juga longsor. Bencana tersebut telah melumpuhkan aktivitas masyarakat, aktivitas ekonomi di cukup banyak kabupaten/kota di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kami jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan hari ini kembali membuka ruang kolaborasi dalam semangat peduli dan berbagi untuk bisa membantu masyarakat saudara-saudara kita yang sampai dengan hari ini terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar AHY.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bantuan kemanusiaan yang dikirimkan menggunakan KRI Semarang-594 berupa bahan makanan, pakaian, alat perlengkapan perorangan, life support, termasuk untuk jembatan perintis, rumah modular, kebutuhan untuk sanitasi, dan obat-obatan.
Selain itu juga dikirim juga material pendukung pengungsian, seperti tenda pengungsian, toilet portable, genset, pompa air, toren air, bahan penjernih air, serta perlengkapan dapur dan kebersihan.
Sebelumnya KRI Semarang-594 dengan Komandan KRI Letkol Laut (P) Agus Yunianto telah melaksanakan embarkasi bantuan kemanusiaan selama dua hari, mulai 19-20 Desember 2025, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, TNI, instansi, komunitas, serta masyarakat.
Keberangkatan Satgas Bantuan Kemanusiaan ini merupakan wujud kesiapsiagaan dan komitmen TNI AL dalam mendukung program pemerintah serta membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana alam.
Hal ini sejalan dengan perintah Presiden RI Prabowo Subianto dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, sekaligus menegaskan peran TNI AL dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya di bidang kemanusiaan.
Seperti diketahui, banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 22-25 November 2025. Bencana alam ini mengakibatkan lebih dari 1.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 100 warga hilang. Bencana alam ini membuat sejumlah infrastuktur rusak. (Arry/Mar)











