- Resahkan Nelayan, 37 Rumpon Ilegal di Maluku Utara Ditertibkan KKP
- Optimalkan PNPB, Ditjen Hubla Pertajam Akurasi Perhitungan Luas Penggunaan Perairan Pelabuhan
- Menteri Trenggono dan Menko Pangan Tinjau Mockup Tematik Mini RAS di Depok
- Kemnaker Raih Terbaik II Anugerah Layanan Investasi 2026
- Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok
- Ringankan Beban Korban Gempa Bumi, KRI Makassar-590 Salurkan Bantuan ke Pulau Palue NTT
- Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali Terima Bintang Kehormatan Nishan-e-Imtiaz dari Presiden Pakistan
- Satgas Port Visit 2026 Dilepas Menkopolkam dan Panglima TNI, Emban Misi ke Pasifik Selatan
- Ketum PWI Pusat Lantik Pengurus PWI Surakarta
- Perkuat Rantai Pasok Kotawaringin Barat, TPK Bumiharjo Pererat Kolaborasi Ekosistem Logistik
Menteri Trenggono dan Menko Pangan Tinjau Mockup Tematik Mini RAS di Depok

Keterangan Gambar : Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, bersama Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau mockup Program Budi Daya Tematik berbasis Sistem Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) di Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9/2026).
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, bersama Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau mockup Program Budi Daya Tematik berbasis Sistem Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) di Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan efektivitas pemodelan budidaya perikanan modern bernilai ekonomi tinggi sekaligus ramah lingkungan itu, untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menteri Trenggono menjelaskan bahwa pengembangan Mini RAS bukan sekadar inovasi teknologi budidaya, melainkan sebuah strategi dalam membangun rantai pasok industri perikanan di tingkat desa.
Baca Lainnya :
- Paus Sperma 9,8 Meter Mati Terdampar di Ternate, Dikubur Pakai Escavator0
- Forum FAO di Roma, Indonesia Komitmen Perkuat Perikanan Skala Kecil Lewat KNMP0
- Rp 14,8 M Diselamatkan, KKP Tangkap Kapal Ikan Filipina dan Tertibkan 25 Unit Rumpon Ilegal di Perairan Perbatasan0
- Erupsi Gunung Anak Krakatau, KKP Imbau Nelayan dan Masyarakat Pesisir Waspada0
- Budi Daya Lobster di Lombok Timur, KKP Dorong Kemajuan Ekosistem0
"Membangun Mini RAS adalah sebuah terobosan. Kita akan bangun di setiap desa, ada 40.000 titik kurang lebih se-Indonesia sampai tahun 2029, dan secara ekosistem dia akan membentuk mata rantai industri. Mulai dari benih, pakan, pengolahan, dan seterusnya," ujar Trenggono usai lakukan peninjauan.
Ia menambahkan, pendekatan di sektor perikanan darat ini merupakan langkah baru yang diusung dalam agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi mestinya ini adalah sebuah peluang, gitu ya. Maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun modelling yang seperti ini, tapi sekaligus juga menyambut untuk supaya industri pendukungnya ini berjalan," tambahnya.
Langkah Awal Program 40 Ribu Titik
Sementara itu Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu mengatakan pembangunan mock-up Mini RAS menjadi tahapan penting untuk memastikan desain, aspek teknis, dan keekonomian program matang sebelum diterapkan dalam skala besar.
“Mock-up ini menjadi langkah awal untuk memastikan program 40 ribu titik se-Indonesia hingga 2029 dapat berjalan sesuai yang direncanakan. Dari sini desain dan perhitungan keekonomiannya terus disempurnakan sebelum diterapkan secara lebih luas,” ujar pria yang akrab disapa Tebe ini.
Pada 2026, KKP menargetkan pelaksanaan program di 4.000 titik di Pulau Jawa dan Lampung, yang dilakukan dalam dua tahap masing-masing 2.000 titik.
Berdasarkan hasil verifikasi awal KKP terhadap 5.051 desa di enam provinsi, yakni Banten, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, sebanyak 1.454 desa teridentifikasi siap dibangun, sementara lokasi lainnya terus melalui proses penyesuaian teknis dan evaluasi untuk memastikan kesiapan sesuai persyaratan program. (Riz/Mar)











