- Pelindo Kirim Kontainer Ruang Fasilitas Rumah Sakit Lapangan ke Lokasi Gempa NTT
- Jaksa Pengacara Negara Pegang Peran Jaga Kolaborasi Pelindo Regional 2 dan Mitra
- 2.140 Kapal Diperiksa Ditjen Hubla, Jaga Keselamatan Angkutan Nataru 2026-2027
- Keselamatan Pelayaran Jadi Prioritas, TNI AL Tinjau Fasilitas Penyeberangan Pelabuhan Merak
- Singgah Perdana di Pelabuhan Donggala, KM Dorolonda Perkuat Konektivitas Sulawesi Tengah
- Insiden KM Lawit di Ende, PELNI Siapkan Alternatif Transportasi Layani Penumpang Terdampak
- Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Rp3,48 T Digagalkan, Kapolri: 5,8 Juta Penduduk Terselamatkan
- Buoy dan Oil Boom Terpasang di Lokasi Bangkai KMP Batumandi, ASDP Perkuat Penanganan
- Pelindo-Jamdatun Kerja Sama Pemahaman Kepatuhan Hukum
- Merajut Masa Depan, Pelindo Terminal Petikemas Bekali Keterampilan Anak Binaan LPKA Kelas I Blitar
Paus Sperma 9,8 Meter Mati Terdampar di Ternate, Dikubur Pakai Escavator

Keterangan Gambar : Paus sperma sepanjang 9,8 mati terdampar di Pantai Afe-Taduma, Kelurahan Afe-Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara. Penguburan dilakukan menggunakan escavator. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), TERNATE: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bergerak cepat menangani paus sperma yang ditemukan terdampar di pesisir Pantai Afe-Taduma, Kelurahan Afe-Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara.
Penanganan dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat, mulai dari identifikasi, pengukuran morfometrik, hingga penguburan bangkai mamalia laut tersebut.
Laporan mengenai paus terdampar diterima Tim Balai Pengelolaan Kelautan (PK) Kupang Satpel Sorong Wilker Ternate dari masyarakat pada Selasa (8/9). Tim kemudian segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat setempat.
Baca Lainnya :
- Forum FAO di Roma, Indonesia Komitmen Perkuat Perikanan Skala Kecil Lewat KNMP0
- Rp 14,8 M Diselamatkan, KKP Tangkap Kapal Ikan Filipina dan Tertibkan 25 Unit Rumpon Ilegal di Perairan Perbatasan0
- Erupsi Gunung Anak Krakatau, KKP Imbau Nelayan dan Masyarakat Pesisir Waspada0
- Budi Daya Lobster di Lombok Timur, KKP Dorong Kemajuan Ekosistem0
- KKP - ISI Yogyakarta Kembangkan Harta Karun BMKT untuk Ilmu Pengetahuan dan Seni0
“Kami sangat mengapresiasi jajaran Pemerintah Kota Ternate dan masyarakat yang sigap melaporkan kejadian ini. Kesadaran dan sinergi berbagai pihak di lapangan sangat membantu proses identifikasi hingga penguburan bangkai paus berjalan lancar sesuai prosedur,” ujar Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Kupang, Imam Fauzi dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan hasil identifikasi dan pengukuran morfometrik di lokasi, paus sperma tersebut berjenis kelamin betina dengan kondisi pembusukan sedang (kode 3) dan kulit bagian luar telah mengelupas. Paus memiliki panjang total 9,8 meter, lingkar badan 6,6 meter, panjang sirip dada 75 sentimeter, panjang sirip punggung 40 sentimeter, dan panjang ekor 2,8 meter.
Mengingat ukuran tubuh yang cukup besar, proses penanganan menggunakan alat berat berupa ekskavator untuk memindahkan bangkai sekaligus menggali lubang penguburan. Bangkai paus kemudian dikuburkan di sekitar lokasi penemuan untuk memudahkan pemantauan dan pengecekan berkala pascapenguburan.
Sebagai informasi, pelaporan dari masyarakat dan kolaborasi lintas sektor dalam merespons kejadian mamalia laut terdampar sangat penting untuk memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan tepat, sekaligus mendukung pemantauan kondisi biota laut di wilayah pesisir. (Han/Mar)











