Breaking News
- Kasal Apresiasi Prajurit Marinir, Raih Juara I Lomba Video Pendek dan Konten Kreatif
- Nataru 2025/2026 Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif
- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
MenpanRB Tjahyo Kumolo Imbau Kantor Pemerintahan di Jabodetabek Terapkan WFH
-

Keterangan Gambar : MenpanRB Tjahyo Kumolo Imbau Kantor Pemerintahan di Jabodetabek Terapkan WFH.Foto: Ist
Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA: Seluruh kantor pemerintahan yang berlokasi di Jabodetabek diimbau menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) hingga Senin (7/2/2022).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan, rekomendasi ini diberikan guna memutus mata rantai virus corona di lingkungan kantor pemerintahan.
Kantor melakukan WFH sepenuhnya selama 3 hari untuk memutus potensi penularan antar pegawai. "Jika dihitung dengan Sabtu-Minggu tanggal 5 dan 6 februari menjadi 4 hari, cukup untuk waktu inkubasi, kecuali rumah sakit, puskesmas dan layanan umum masyarakat," kata Tjahjo kepada awak
media, Jumat (4/2/2022).
Bila memang tak bisa melakukan WFH sepenuhnya, sebaiknya yang menjalani aktivitas kerja di kantor hanya 10 persen pegawai. "Hanya 10 persen yang masuk kantor. Hal ini masih sejalan dengan SE MenpanRB yang mengatur di wilayah PPKM 2 paling banyak 50 persen," tukas Tjahyo.
Pimpinan lembaga pemerintahan di Jabodetabek juga diimbau membatasi agenda tatap muka bila memang bisa dialihkan melalui daring. Selain itu juga memperketat masuknya tamu-tamu, pembatasan rapat fisik di kantor serta peningkatan penyemprotan disinfektan.
Kebijakan yang dikeluarkan Tjahyo menyusul melonjaknya kasus Covid-19. Data yang dihimpun indonesiamaritimenews.com penambahan kasus positif Covid-19 terus melonjak. Data yang dirilis BNPB per 4 Februari 2022 pukul 12:00 WIB sebanyak 4.446.694 kasus. Ada penambahan kasus sembuh sebanyak 7.190 orang. Sehingga total kasus sembuh 4.161.987 orang. Kasus meninggal dunia bertambah 42 kasus, sehingga total kasus meninggal dunia sebesar 144.453 kasus.(RIZ/Oriz)
Write a Facebook Comment











