- Lanal Lampung Bekali Materi Bela Negara, Tanamkan Displin Siswa SMAN 11 Bandar Lampung
- TPK Koja Pastikan Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Lancar dan Terjaga Saat Pekerja Sampaikan Aspirasi
- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya
- Latma DIVEX 2026, Pasukan Katak TNI AL dan Republic of Korea Navy Asah Kemampuan Operasi Bawah Air
- KRI Hiu-634 Angkut Bantuan Kejati NTT, Disalurkan ke Maumere dan Reo
- BKPRMI Jakarta Gelar Pelatihan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah di Pulau Pramuka
- KRI Selar-879 TNI AL dan Philippine Navy Siaga Jaga Perbatasan Indonesia dan Filipina
Mageri Segoro, Pelindo Petikemas Dukung Program Gubernur Jateng Hijaukan Pesisir

Keterangan Gambar : PT Pelindo Terminal Petikemas ambil bagian dalam program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang bertajuk Mageri Segoro, menghijaukan kawasan pesisir dengan menanam mangrove. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SEMARANG: Pengikisan garis pantai di sepanjang pesisir Jawa Tengah mengundang kepedulian setiap pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusi dalam perbaikan lingkungan.
PT Pelindo Terminal Petikemas tergerak ambil bagian dalam program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang bertajuk Mageri Segoro. Program Mageri Segoro digagas oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi untuk rehabilitasi pantai di wilayahnya dengan penanaman mangrove dan tumbuhan lainnya.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra mengatakan perseroan turut menanam sebanyak 50 ribu bibit mangrove dalam program Mageri Segoro tahun 2025. Pihaknya memiliki komitmen untuk mendukung setiap program yang mengarah pada tujuan berkelanjutan. Pihaknya menyebut rehabilitasi lingkungan pesisir menjadi salah satu program strategis perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir yang lekat dengan bisnis kepelabuhanan.
Baca Lainnya :
- Model Ekonomi Biru Berbasis Budaya Maritim, KKP Kembangkan Banda Neira0
- Tahun Pemerintahan Prabowo, KKP Tambah 1 Juta Hektare Kawasan Konservasi Laut0
- Gelorakan Semangat Maritim, KRI Tjiptadi-381 Gelar Joy Sailing Bersama Forkominda Anabas0
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Pulau Kambuno Bersama KRI Marlin-877 Koderal VI0
- Semangat Pro JINGGO, Tim Kemenpan RB Kunker ke Sorong Naik Sea Rider0
“Keterlibatan kami pada program Mageri Segoro adalah sebagai bentuk perwujudan pilar lingkungan (environment) dalam prinsip ESG yang menjadi pedoman usaha kami dan berorientasi pada keberlanjutan,” kata Widyaswendra pada kegiatan penanaman mangrove serentak Mageri Segoro di Pantai Muara Kencana Kabupaten Kendal, Jateng, Rabu (15/10/2025).
Tanam 70 Ribu Mangrove
Sepanjang tahun 2025 ini PT Pelindo Terminal Petikemas menanam 70 ribu mangrove. Sebanyak 20 ribu mangrove lainnya ditanam oleh perseroan di wilayah Medan, Sumatra Utara.
Selain penanaman mangrove, perseroan juga melakukan penanaman pohon atau penghijauan dan program elektrifikasi peralatan bongkar muat peti kemas. Hal itu untuk mewujudkan pelabuhan yang hijau dan mengurangi emisi karbon.
“Menjaga lingkungan adalah tugas kita bersama, termasuk dalam berbisnis kami juga mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan. Kami akan terus menanam mangrove dan tumbuhan lainnya baik atas inisiatif sendiri maupun kolaborasi dengan pihak lainnya,” tambah Widyaswendra.
Rekor MURI
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyebut bahwa program Mageri Segoro bukan sekedar kegiatan seremonial, melainkan aksi nyata dalam memperbaiki lingkungan dan menjaga masa depan.
Kegiatan penanaman mangrove di Pantai Muara Kencana pada Rabu (15/10) dilakukan secara serentak oleh 17 kabupaten / kota yang memiliki garis pantai di wilayah Jawa Tengah.
Kegiatan ini dianugerahi penghargaan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sebagai penanaman mangrove terbanyak dalam satu waktu dengan melibatkan 20 ribu peserta. Pada kesempatan yang sama, Luthfi menargetkan penanaman mangrove di Jawa Tengah hingga akhir tahun 2025 sedikitnya sebanyak 2 juta pohon.
“Hari ini kita menanam total 1,3 juta pohon mangrove di 17 lokasi, kemudian dari Maret sampai dengan September sebanyak 668 ribu pohon mangrove. Jadi secara total kita sudah menanam kurang lebih 1,9 juta pohon mangrove,” ungkap Ahmad Lufhfi.
Luthfi mengingatkan agar aksi Mageri Segoro tidak selesai pada aksi tanam pohon mangrove, namun juga berlanjut pada pemeliharaan. Baginya, memastikan pohon dapat tumbuh dengan baik dan memberikan dampak pada perbaikan lingkungan jauh lebih penting.
“Garis pantai terjaga, ekosistem terjaga, tambak tidak rusak, rob berkurang, sehingga aktivitas masyarakat berjalan dengan baik, perekonomian juga dapat bergerak,” pungkasnya. (Arry/Oryza)











