- Insiden Kecelakaan KM Virgo Ttansport 8 Jangan Hanya ABK yang Bertanggung Jawab
- Pelindo Kenalkan ADHARA, Konektivitas Terpadu Ekosistem Maritim Satu Platform Digital
- Presiden Prabowo: TNI Lahir dari Rakyat, Berjuang Bersama Rakyat, Hadir di Tengah Bencana
- HUT ke-81 TNI di Cilangkap, Presiden Prabowo: Terima Kasih atas Kesetiaan dan Pengabdian Para Prajurit
- Buruan Daftar! Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 Dibuka hingga 14 Oktober
- Presiden Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, ada Rocky Gerung, Margarito hingga Babah Alun
- Hari ke-18 Pencarian Korban, Penyelam Sisir Badan KMP Virgo Transport 8
- Pelantikan Ketua PWI Jabar, Akhmad Munir dan KDM Ingatkan Independensi Pers
- Aksi Sosial Lintas Negara, Satgas Port Visit 2026 Gelar Bakti Kesehatan di Vanuatu
- Perusahaan Diminta Serap Tenaga Kerja Disabilitas, Menaker: Kami Latih, Kami Siapkan
Libur Nataru 2024-2025, 765 Kapal Disiapkan Hadapi Lonjakan Penumpang

Keterangan Gambar : Kapal roro rute Pelabuhan Merak-Bakauheni. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Pemerintah memprediksi akan ada lonjakan volume penumpang sebesar 33,13% pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 765 kapal guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Capt. Antoni Arif Priadi, menyampaikan kesiapan maksimal pihaknya dalam menghadapi arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Angkutan Laut Natal Tahun 2024 dan Tahun Baru 2025, Kamis (5/12/2024), Antoni dprediksi akan ada lonjakan volume penumpang sebesar 33,13%.
Baca Lainnya :
- Buruan Daftar... Tiket Mudik Nataru 2024-2025 Gratis, Ini Syaratnya0
- Kemenhub Luncurkan Pelayanan e-SID di KBRI Singapura, Ini Manfaatnya Bagi Pelaut0
- Sudah Uji Petik, Kapal di Pelabuhan Merak dan Tanjung Perak Laiklaut0
- Asyik... Harga Tiket Pesawat Turun!0
- Naik Ferry Makin Mudah, ASDP Terapkan Tiket Online di Aceh Jelang Nataru0
"Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyiapkan armada angkutan laut sebanyak 765 kapal dengan prediksi jumlah penumpang sebesar 2,3 juta orang," ujar Antoni.
Selain itu Ditjen Perhubungan Laut juga akan membentuk posko pemantauan di 264 pelabuhan Indonesia mulai 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025.
“Posko-posko ini bertujuan untuk memantau situasi di lapangan sekaligus menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan penumpang” tuturnya.
Hal yang digarisbawahi dalam Rakor Angkutan Laut Nataru 2024-2025 adalah memastikan seluruh armada kapal dalam keadaan laik laut, serta bahu membahu dalam meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran, termasuk mengantisipasi cuaca ekstrim.
“Untuk itu, diharapkan seluruh Unit Pelaksana Teknis dan para Nahkoda agar selalu memantau prakiraan cuaca yang didapat dari BMKG. Syahbandar juga wajib melakukan penundaan keberangkatan kapal apabila terjadi kondisi cuaca buruk sebelum kapal berangkat, karena keselamatan pelayaran tidak dapat dikompromi,” tegas Antoni.
CUACA EKSTRIM
Mengingat Nataru kerap bersamaan dengan cuaca ekstrim, Ia tak lupa menginstruksikan agar fasilitas pelabuhan menjadi perhatian bagi para UPT dan Operator. Sedangkan perusahan pelayaran diminta untuk dapat meng-update info terkini jadwal kedatangan/keberangkatan kapal baik di pelabuhan atau melalui media sosial.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Hartanto, mengungkapkan Kemenhub akan mengoptimalkan potensi armada angkutan laut pada UPT di daerahnya masing-masing. Terutama ruas-ruas dengan jumlah penumpang tertinggi pada arus mudik/balik sehingga dapat mengurangi terjadinya penumpukan penumpang.
Dalam hal peningkatan koordinasi, Hartanto mengatakan pihaknya akan selalu bersinergi dan melibatkan semua pihak terkait dalam manajemen keadaan darurat. Hal tersebut diimplementasikan melalui pembaharuan rencana darurat secara teratur dan melibatkan pelatihan dan simulasi, serta memetakan lokasi kapal negara KPLP dan Kenavigasian.
"Kami berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Dengan persiapan ini, kami yakin arus mudik dan balik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dapat berjalan dengan lancar," tandasnya.
Rakor Angkutan Laut Nataru 2024/2025 yang turut dihadiri oleh Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, juga mengundang 264 perwakilan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. (Arry/Oryza)
.











