- Aksi Sosial Lintas Negara, Satgas Port Visit 2026 Gelar Bakti Kesehatan di Vanuatu
- Perusahaan Diminta Serap Tenaga Kerja Disabilitas, Menaker: Kami Latih, Kami Siapkan
- Ketum PWI: Pers di Tengah Gempuran Algoritma, Negara Harus Hadir
- Reshuffle ke-7 KMP: 18 Pejabat Baru mulai Menteri-Wamen hingga Kapolri-Wakapolri Dilantik Presiden
- PWI Pusat Luncurkan Website, Konektivitas Informasi 38 Daerah
- Sehari Jabat Kapolri, Suyudi Bongkar Gerbong Polri, 78 Pati Dirotasi, 19 Kapolda Diganti, Siapa Saja ?
- Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, dan Wahyu Hadiningrat Wakapolri
- DPR RI Setujui Komjen Suyudi jadi Kapolri, Puan Tepis Anggapan Proses Kilat: Sudah Sesuai Mekanisme
- Tok! Komisi III DPR RI Aklamasi Setujui Komjen Suyudi Jabat Kapolri
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Mendadak Diganti, Komjen Suyudi Jalani Fit and Proper Tes
Kontes Internasional 197 Ekor Arwana Super Red di Pontianak, KKP: Sarana Edukasi Bernilai Ekonomi

Keterangan Gambar : Kontes Arwana Pontianak – APPS Feat RDI Cup 2 yang digelar 1 sampai 4 Mei 2025 di Pontianak Convention Center. Ajang ini diikuti 197 ekor Arwana dari berbagai daerah di Indonesia. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung pelestarian dan pengembangan ikan hias nasional, khususnya Arwana Super Red. Dukungan ini melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang mengedepankan aspek konservasi, legalitas, dan keberlanjutan.
Salah satu upaya tersebut tercermin dalam keterlibatan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak pada Kontes Arwana Pontianak – APPS Feat RDI Cup 2 yang digelar 1 sampai 4 Mei 2025 di Pontianak Convention Center. Ajang ini diikuti 197 ekor Arwana dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Pengurus Baru YHPI Siap Perjuangkan Hari Puisi Indonesia sebagai Agenda Resmi Pemerintah0
- 2 Hiu Paus Gorontalo Dipasang Tagging, Pergerakan Dipantau Satelit0
- Pelindo Regional 4 Gelar Sholat Idulfitri 1446 H di Area Pelabuhan Makassar0
- Ceees Motor Pak Tua Bocor, Masuk Pelabuhan Ciwandan Petugas Sigap Membantu,Pemudik pun Cus Meluncur0
- Mudik Gratis Bersama PELNI, Perantau Mudik ke Jawa Naik Kapal Rute Sampit-Semarang0
Kepala BPSPL Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, mengatakan pelestarian ikan hias langka seperti Arwana Kalimantan tidak hanya penting dari sisi ekologi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat. Ajang ini bukan hanya menjadi ruang sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha dalam memperkuat tata kelola sektor perikanan hias yang bertanggung jawab, tetapi juga menunjukkan manfaat nyata secara ekonomi..
“Arwana Super Red adalah kebanggaan Kalimantan dan Indonesia. Kita harus pastikan perlindungannya berjalan berdampingan dengan pengembangan ekonomi lokal. KKP mendorong agar seluruh pelaku usaha memiliki izin resmi, sehingga nilai tambah ekonomi tercipta tanpa mengorbankan kelestarian,” ujar Iwan dalam keterangan tertulis, Jumat (9/5/2025).
Kehadiran peserta dari berbagai daerah turut menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas sektor untuk mendorong perdagangan ikan hias yang beretika dan berdaya saing. Selain itu, diharapkan seluruh pelaku usaha arwana dapat memiliki legalitas perizinan lengkap, agar stabilitas harga Arwana tetap terjaga dan upaya konservasi berjalan optimal.
Sarana Edukasi
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kontes bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya ikan yang legal dan berkelanjutan.
Kontes ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pelestarian dan pengembangan sektor ikan hias nasional, terutama Arwana Super Red yang merupakan spesies endemik dari Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang dilindungi secara internasional melalui Appendix I CITES dan nasional melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 1 Tahun 2021.
"Seluruh aktivitas penangkaran dan perdagangannya wajib dilakukan secara legal dan berizin, untuk menjamin keberlanjutan spesies ini,” terang Koswara.
Gelar Grand Champion dalam kontes ini diraih oleh Arwana milik 88 Red Gallery Jakarta, yang membawa pulang hadiah utama Rp100 juta sebagai bentuk penghargaan atas kualitas dan kepatuhan terhadap praktik legal dan lestari. Melalui kegiatan ini, KKP berharap akan lahir lebih banyak inisiatif serupa yang tidak hanya mengedepankan aspek estetika, tetapi juga memperkuat fondasi konservasi dan tata kelola yang baik dalam sektor ikan hias.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menekankan pentingnya tata kelola sumber daya ikan berbasis keberlanjutan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta penguatan ekonomi biru melalui praktik perikanan yang legal dan bertanggung jawab. (Arry/Oryza)











