- Inovasi IPC TPK ReWear Project, Manfaatkan 209 Kg Seragam Bekas
- Dukung Peluang Pelindo Kerja Sama Internasional IPC TPK Terima Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
- KRI Bima Suci Sandar di Vladivostok Port Rusia, Atraksi Genderang Suling Jala Gita Disambut Meriah
- Kembangkan Pelabuhan Kolbano, Kemenhub Dapat Hibah Tanah dari Pemkab Timor Tengah Selatan
- Pemeriksaan Petikemas Dipercepat, Ini Komitmen 3 Intansi Menjaga dan Lancarkan Arus Logistik di Priok
- Bawa Sekilo Sabu di Termos dan 582 Pil Inex dari Malaysia, Nakhoda Disergap Tim Kodaeral IV dan Lanal TBK
- KKP Perkuat Penataan Pesisir dan Perairan di KEK Industropolis Batang
- KKP Gandeng SnackVideo Kembangkan SDM Kelautan Perikanan
- 1.300 Ikan Napoleon BB Penyelundupan Akhirnya Dilepas KKP ke Laut
- Kemenhub Gelar Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Pemanduan Kapal
KMP Mutiara Persada III Mogok di Selat Sunda, KPLP Tanjung Priok Evakuasi 28 Penumpang

Keterangan Gambar : Kapal Patroli Negara KN. Golok–P.206 milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok mengevakuasi 28 penumpang KMP. Mutiara Persada III di Perairan Kalianda, Lampung Selatan. Foto: Ditjen Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN), LAMPUNG: Kapal Patroli Negara KN. Golok–P.206 milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok mengevakuasi 28 penumpang KMP. Mutiara Persada III di Perairan Kalianda, Lampung Selatan.
KMP. Mutiara Persada III mogok mengalami gangguan mesin di wilayah Perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Selat Sunda, tepatnya sekitar 2,5 Nautical Mile (NM) timur laut Pulau Tiga.
Berdasarkan laporan yang diterima KPLP, KMP. Mutiara Persada III berangkat dari Pelabuhan Cigading, Banten, pada 14 Mei 2026 pukul 04.15 WIB. Dalam pelayaran, sekitar pukul 09.00 WIB, kapal mengalami gangguan Main Engine (ME) sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut guna menjamin keselamatan penumpang dan pelayaran.
Baca Lainnya :
- PELNI Sukses Layani Keagenan Kapal Pesiar MV Odyssey Berbendera Bahamas0
- Teken MoU, Kemnaker–Transjakarta Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi0
- Penyebab Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek-KRL di Bekasi Timur, Menhub: Tunggu Hasil KNKT0
- Operasi Ketupat dan Arus Mudik Lebaran 2026 Sukses, ASDP dan Korlantas Polri Perkuat Kolaborasi0
- Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka0
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, memerintahkan Pangkalan PLP Tanjung Priok untuk mengerahkan kapal patroli KPLP untuk mengevakuasi penumpang KMP Mutiara Persada III.
Triono menegaskan, keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kondisi darurat di laut.
“KN. Golok–P.206 bergerak cepat melaksanakan operasi SAR dan evakuasi sebagai bentuk komitmen KPLP dalam memastikan keselamatan pelayaran serta memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut,” ujar Triono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026).
Pada 16 Mei 2026 pukul 14.00 WIB, KN. Golok–P.206 bergerak menuju lokasi kejadian. Selanjutnya dilakukan manuver sandar dan proses evakuasi penumpang dari KMP. Mutiara Persada III ke KN. Golok–P.206.
Sebanyak 28 orang penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan tidak ada korban jiwa. Setelah seluruh penumpang dinyatakan clear on board, KN. Golok–P.206 bergerak menuju Pelabuhan Panjang, Lampung. Pada pukul 19.30 WIB kapal sandar di Dermaga C1 Port of Panjang, dilanjutkan serah terima penumpang kepada pihak operator kapal, yaitu PT. ALP pada pukul 19.45 WIB.
Operasi berlangsung pada kondisi cuaca hujan ringan, tinggi gelombang 0,5–0,8 meter, serta kecepatan angin 5–10 knots, dan seluruh proses evakuasi berjalan aman, tertib, dan lancar.
Menurut Triono, seluruh proses evakuasi berjalan sesuai prosedur keselamatan. Sinergi antara personel kapal patroli, operator kapal, dan pihak terkait menjadi kunci seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan aman dan selamat
“Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui jajaran KPLP berkomitmen terus memperkuat kesiapsiagaan personel dan armada kapal patroli negara guna mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, menyampaikan bahwa keberhasilan evakuasi ini menunjukkan kesiapsiagaan personel KPLP dan unsur kapal patroli dalam merespon kondisi darurat di laut.
“Hal ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Kementerian Perhubungan dalam menjamin keselamatan masyarakat pengguna transportasi laut,” pungkasnya. (Bow/Mar)











