- Kemnaker Luncurkan Pelatihan Kerja di Sukabumi, Paket Vokasi 1.600 Calon Peserta
- Townhall Meeting IPC TPK 2026: Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan
- Program P3MD, Pelindo Regional 2 Tanamkan Pemahaman Ekosistem Bisnis Kepelabuhanan
- Pelindo Kenalkan Sektor Maritim, Siswa SMPN 129 Jakarta Diedukasi Dunia Pelabuhan
- Kemnaker Asah Kompetensi Penyandang Disabilitas, Bekali Skill di Dunia Kerja
- Ribuan Liquid Vape Rp34,9 Miliar Dioplos Keripik Singkong, Disita Lanal Lampung di Bakauheni
- Penertiban Kendaraan ODOL Diperluas hingga Pelabuhan, Menhub: Tingkatkan Keselamatan
- Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur
- Pelindo dan PELNI Akhirnya Batal Merger, Ini Kata Danantara
- Menaker: Pelatihan Vokasi, Bekal Hadapi Dunia Kerja
Kemnaker Luncurkan Pelatihan Kerja di Sukabumi, Paket Vokasi 1.600 Calon Peserta

Keterangan Gambar : Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program Tailor Made Training (TMT) Batch 2 di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (11/10/2026). Foto: Kemnaker
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SUKABUMI: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program Tailor Made Training (TMT) Batch 2 di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (11/10/2026). Program ini mencakup 100 paket pelatihan vokasi bagi 1.600 calon peserta.
Program ini disiapkan melalui empat klaster ekonomi sesuai kebutuhan pasar kerja dan potensi usaha daerah.
"Program ini dirancang khusus berbasis kebutuhan pasar kerja lokal guna mencetak tenaga kerja yang mandiri dan berdaya saing," ujar Yassierli saat membuka TMT Batch 2. Sebanyak 400 peserta menghadiri kegiatan pembukaan tersebut.
Baca Lainnya :
- Kemnaker Asah Kompetensi Penyandang Disabilitas, Bekali Skill di Dunia Kerja0
- Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dan Lepas Perdana Ekspor Baterai Kendaraan Listrik0
- 800 Pati TNI dan Polri Dikumpulkan di Istana, Ini Taklimat Presiden Prabowo Soal Keadaan Negara0
- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja0
- Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum0
Pelatihan dijadwalkan dimulai 19 Oktober 2026 selama dua pekan. Sebanyak 11 jenis pelatihan diselenggarakan dalam empat klaster. Klaster Ekonomi Digital, Perkantoran, dan Komunikasi meliputi Practical Office Advance, Content Creator, dan Public Speaking.
Klaster Pangan dan Kuliner mencakup Pangan Kuliner, Roti dan Kue, Peracikan Minuman Kopi, serta Pengelolaan Kelembagaan Brigade Pangan. Klaster Garmen dan Fesyen meliputi Menjahit Pakaian, Pembuatan Pakaian dengan Mesin Jahit, dan Operasi Mesin Jahit. Sementara itu, Klaster Kecantikan menyediakan pelatihan Rias Wajah.
Yassierli meminta peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar benar-benar menguasai keterampilan yang diajarkan. Ia menegaskan, sertifikat harus mencerminkan kemampuan nyata peserta.
"Sertifikat itu hanya diberikan kalau memiliki skill. Jadi, siapkan diri Anda. Instrukturnya sudah teruji puluhan tahun. Instruktur punya jejaring dan pengalaman yang luar biasa, manfaatkan," katanya.
Menurut Yassierli, keberhasilan pelatihan tidak berhenti pada selesainya proses belajar. Lulusan juga perlu mendapat dukungan agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau mengembangkan usaha. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah membantu menghubungkan lulusan dengan informasi lowongan kerja, akses permodalan, pasar, dan pendampingan usaha sesuai kebutuhan.
"Indonesia Emas 2045 tak akan terwujud hanya dari ruang-ruang rapat di Jakarta. Ia dibangun dari ruang-ruang pelatihan seperti ini, dari tangan-tangan terampil anak muda di Sukabumi dan di seluruh penjuru Nusantara," ujar Yassierli.
Pelaksanaan TMT Batch 2 melibatkan sejumlah mitra dari pemerintah daerah dan lembaga masyarakat. Mitra pemerintah daerah terdiri atas UPT BLK pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, serta Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi.
Adapun mitra dari unsur masyarakat meliputi Yayasan Al Furqon Kebonjati, Yayasan Sigma Indonesia Sinergi, Yayasan Madani Tegallega, dan LPK Badami. (Riz/Mar)











