- Dukung Konektivitas Nasional, PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT
- Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dan Lepas Perdana Ekspor Baterai Kendaraan Listrik
- 800 Pati TNI dan Polri Dikumpulkan di Istana, Ini Taklimat Presiden Prabowo Soal Keadaan Negara
- PELNI Tebar Ribuan Life Jacket, Peduli Keselamatan Masyarakat Pesisir
- Operasi Penyergapan Tengah Malam, Penyelundupan 8,8 Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan TNI AL
- 5 Bulan Disandera Perompak Somalia, 4 ABK Kapal MT Honour 25 Selamat Bisa Kembali ke Indonesia
- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23
- Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum
Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dan Lepas Perdana Ekspor Baterai Kendaraan Listrik
Total Nilai Investasi Rp180 T

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai komersialisasi dan groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel dengan total nilai investasi sekitar Rp180 triliun serta melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik, di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Foto: BPMI Setpres
Indonesiamaritimenews.com (IMN), HALMAHERA: Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai komersialisasi dan groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel. Total nilai investasi mencapai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun. Presiden juga melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik.
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).
Setibanya di kawasan IWIP, Presiden Prabowo terlebih dahulu meninjau sejumlah fasilitas industri yang dilalui dalam perjalanan menuju lokasi acara. Fasilitas tersebut antara lain industri bahan baku baterai (precursor), pengolahan nikel, hingga fasilitas industri aluminium.
Baca Lainnya :
- 800 Pati TNI dan Polri Dikumpulkan di Istana, Ini Taklimat Presiden Prabowo Soal Keadaan Negara0
- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja0
- Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum0
- Dirut Pelindo Sambangi Mabes TNI AL, Ada Apa ?0
- RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II0
Presiden Prabowo juga mengunjungi Wisma Tsingshan untuk melihat stan yang menyajikan informasi mengenai kawasan IWIP. Presiden mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah capaian dan perkembangan kawasan industri, termasuk perjalanan pembangunan ekosistem industri serta investasi yang telah dan tengah dikembangkan.
Dalam laporannya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa rangkaian proyek yang diluncurkan mencakup sejumlah industri yang telah memasuki tahap komersialisasi maupun proyek baru yang akan segera dibangun.
“Ini bergerak dari material baterai berbasis nikel, kemudian proyeksi baterai, aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik itu yang sudah selesai,” tuturnya.
“Kemudian yang akan digerakkan groundbreaking adalah material baterai berbasis nikel juga, separator baterai EV dan ini adalah yang pertama, elektronik baterai EV dan juga aluminium elektronik, aluminium elektronik ada dua, dan juga alat berat berbasis listrik yang akan dibangun untuk truk dan juga pertambangan dan juga industri, dan juga photovoltaic glass untuk solar energy industry,” tandas Rosan.
11 Proyek Industri
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa proyek hilirisasi tersebut terdiri dari empat proyek industri yang telah memasuki tahap komersialisasi dan tujuh proyek industri baru yang mulai dibangun. Keseluruhan proyek itu menjadi bagian dari pengembangan ekosistem hilirisasi di kawasan IWIP yang diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
“Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru, di kawasan ini, Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park,” jelas Presiden Prabowo.
Pengembangan industri hilirisasi, menurut Presiden merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengelola kekayaan alam Indonesia secara optimal. Sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus diolah dan dikembangkan di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
“Kita menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberi kepada kita anugerah kekayaan alam yang sangat bernilai dan sangat besar. Tapi kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita,” tutur Kepala Negara.
Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik
Dalam kesempatan sama, Presiden juga meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan strategi hilirisasi industri nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan ekonomi Indonesia. Kepala Negara menyebut ekspor perdana baterai kendaraan listrik merupakan bukti nyata dari keberlanjutan kebijakan hilirisasi.
“Hari ini ekspor perdana baterai, kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” ucap Presiden.
Kepala Negara menyampaikan apresiasi kepada jajaran perusahaan yang telah menunjukkan kepemimpinan, tata kelola, serta tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan industri. Kepala Negara turut menyoroti upaya perusahaan dalam membina dan memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Saya juga menyambut baik kepemimpinan, manajemen, dan rasa tanggung jawab dari perusahaan-perusahaan di kawasan ini. Saya melihat pembinaan saudara-saudara terhadap rakyat di sekitar sini sangat baik. Dan ini patut kita dukung dan patut kita teruskan,” katanya.
Sejalan dengan pengembangan industri, Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan dalam setiap kegiatan operasional. Presiden menekankan bahwa kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
“Kita akan mempertahankan kualitas daripada air dan udara kita. Perhatikan pengelolaan limbah dengan baik. Masa depan kita, kita hadapi dengan baik, dengan penuh rasa tanggung jawab untuk anak dan cucu kita,” tuturnya.
Capaian pembangunan industri nasional saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kontribusi berbagai pemerintahan terdahulu. Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional.
“Terima kasih semua unsur yang telah bekerja keras sehingga cita-cita kita makin dekat. Tapi saya ingatkan pepatah pendahulu-pendahulu kita, makin dekat kepada cita-cita makin berat tantangan. Tapi kita biasa menghadapi tantangan, kita berani menghadapi tantangan,” tandas Presiden. (Arry/Mar)











