Pelindo dan PELNI Akhirnya Batal Merger, Ini Kata Danantara

By : Indonesia Maritime News 08 Okt 2026, 22:44:08 WIB BUMN
Pelindo dan PELNI Akhirnya Batal Merger, Ini Kata Danantara

Keterangan Gambar : Pelabuhan yang dikelola Pelindo Regional 2 Banten. Foto: Pelindo


Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Danantara akhirnya membatalkan rencana merger PT  Pelindo dan PT PELNI. Dua perusahaan negara yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik itu dinilai berbeda bisnis.

Hal ini ditegaskan oleh Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) yang juga Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Meski sama-sama bergerak di laut, namun karakter dan model bisnis kedua perusahaan pelat merah tersebut dinilai memiliki perbedaan mendasar.

Menurut Dony, harus dicermati bisnis model masing-masing perusahaan dan tidak serta merta karena bisnisnya sama-sama bergerak di laut lalu disatukan. "Karena masing-masing sudah ada best practice industry-nya,” kata Dony.

Baca Lainnya :

Ia menambahkan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia) beroperasi di sektor maritim namun fokusnya berbeda. Pelindo fokusnya pada pengoperasian serta pengelolaan infrastruktur pelabuhan (port industry), sedangkan PELNI bergerak di bidang penyediaan layanan transportasi laut dan armada kapal (shipping/pelayaran).

"Jadi tidak bisa di-merger, tidak ketemu. Satu adalah pelabuhan dan satu lagi adalah transportasinya,” sambung mantan Wakil Menteri BUMN ini.

Ketika disinggung kemungkinan merger PELNI dan ASDP yang sama-sama mengelola pelayaran, Dony mengatakan konsolidasi dua perusahaan pelat merah itu bisa saja terjadi mengingat Pelindo dan PELNI sama-sama mengelola pelayaran.

Dony mencontohkan penggabungan yang telah dan sedang berjalan di sektor lain yang sejenis, seperti konsolidasi perusahaan asuransi, penggabungan manajemen aset (asset management), serta penyatuan pengelola kawasan industri. Penggabungan tersebut terbukti lebih efektif dalam menciptakan efisiensi serta memperkuat daya saing BUMN.

Soal wacana penggabungan ASDP dan PELNI, menurut Dony akan dipertimbangkan keunikan serta relevansi operasional masing-masing perusahaan. Karena prioritas konsolidasi BUMN saat ini berfokus pada perusahaan-perusahaan yang memiliki lini bisnis serupa (apples-to-apples).

Seperti diketahui, rencana penggabungan Pelindo dan PELNI dan ASDP bergulir pada November 2024 saat Kementerian BUMN dipimpin oleh Erick Thohir. Penggabungan PELNI dan ASDP ke dalam Pelindo dinilai Erick akan menjadi kekuatan besar di sektor maritim. Namun wacana tersebut tidak pernah terealisasi hingga Erick tak lagi menjabat sebagai Menteri BUMN. (Arry/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook