- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Jabat Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara, Didit Herdiawan: Fokus Bangun Tanggul Laut

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto melantik Didit Herdiawan Ashaf menjadi Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, bersama kepala badan lainnya. Foto: Setpres
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto melantik Laksdya (Purn) Didit Herdiawan Ashaf sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Badan ini nantinya akan membangun tanggul raksasa di Pantai Utara Jawa.
Pelantikan Didit di Istana Negara, Senin (25/8/2025) bersamaan dengan pelantikan Kepala Badan lainnya yaitu Kepala Badan Industri Mineral, Kepala Badan Narkotika Nasional, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Selain itu dilantik pula dan para duta besar luar biasa dan berkuasa penuh RI.
Selain Didit, Kepala Negara juga melantik Darwin Trisna Djajawinata dan Suhajar Diantoro sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Pantura).
Baca Lainnya :
- Presiden Prabowo Lantik 8 Dubes LBBP RI, Kepala dan Wakil Kepala Badan0
- KRI Bung Tomo-357 Manufer Sailing Pass Disaksikan Pimpinan Angkatan Laut ASEAN0
- Kasal se-ASEAN Kumpul, Tanam Pohon di Bukit Penang Hill0
- KRI Brawijaya-320 dan Kapal Perusak Italia Uji Nyali di Wilayah Houthi di Laut Merah0
- TPS Peringati HUT ke-80 Kemerdekaan RI: Satu Dermaga, Satu Jiwa Merdeka!0
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan dibentuknya badan ini salah satunya untuk mengatasi persoalan di Pantura. Setiap tahun, kata Prasetyo, terjadi penurunan permukaan tanah terutama di pantai utara Jawa.
"Coba saudara-perhatikan di beberapa tempat hampir rutin terjadi rob, sementara berdasarkan data terdapat sekitar 20 juta warga yang tinggal di pesisir pantai utara," jelas Prasetyo.
Dengan kondosi tersebut, sambung Prasetyo, harus ada penanganan. Karena kebutuhan itulah maka dibentuklah Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Fokus Tanggul Laut
Sementara itu usai dilantik, Didit mengungkapkan bahwa tugas utama badan yang dipimpinnya adalah melaksanakan pembangunan tanggul laut di pantai utara Jawa.
"Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) tentunya melaksanakan kegiatan pembangunan tanggul laut di pantura Jawa," kata Didit.
Menurut Didit, ia memiliki tugas untuk mencegah timbulnya persoalan yang berkaitan dengan ekosistem maupun masyarakat pesisir dalam pembangunan tanggul laut. Langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan konsolidasi dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta sejumlah menteri terkait.
Terkait pendanaan, Didit menyatakan bahwa fokus pencarian investasi akan dilakukan setelah proses konsolidasi dengan pihak-pihak terkait rampung.
"Insya Allah nanti setelah ini (mencari investasi), kita baru konsolidasi," kata dia.
AHY sendiri menyampaikan bahwa rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall akan menggunakan skema pembiayaan kombinasi antara pemerintah dengan badan usaha.
"Kerja sama pemerintah dan badan usaha adalah yang terbaik," tandas AHY. (Bow/Oryza).











