- RIMPAC 2026 di Hawaii, Dubes RI Kunjungi Prajurit Marinir TNI AL
- KKP Dukung Pengembangan Sektor Perikanan di Aceh Besar Pasca-Bencana Alam
- HUT ke- 13 IPC TPK Masyarakat Sekitar Pelabuhan Khitanan Massal Gratis
- Satgas ORRUDA 2026 Dilepas ke Rusia, Asah Kemampuan dengan Russian Navy
- KKP Siapkan 573 Pelatih Manajerial Pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih
- Wamenaker: Kepercayaan Publik Dibangun Melalui Pelayanan Cepat dan Transparan
- Baksos di KRI Panah-626, Nelayan Kota Tual Berobat Gratis dan Dibagi Sembako
- Uji Naskah Doktrin TNI AL, Perkuat Landasan Operasi Maritim Adaptif dan Modern
- KRI Siwar-646 Berbagi Kasih di Panti Asuhan Muhammadiyah Lhokseumawe
- Goodbye Manila.. KRI Bima Suci Satlak KJK 2026 Otewe Tanah Air, Pelayaran Muhibah 124 Hari Berakhir
Indonesia Gandeng Korsel, Bangun Aliansi Strategis Penguatan SDM Perikanan

Keterangan Gambar : Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Korea Selatan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Perikanan. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi strategis Korea Selatan mulai dari lembaga pemerintah hingga perguruan tinggi. Kerja sama ini bertujuan mendorong pengembangan SDM di bidang kelautan dan perikanan, serta perlindungan tenaga kerja kompeten asal Indonesia di Korea Selatan.
Institusi yang menjadi mitra kerja sama yakni Korean Institute of Maritime and Fisheries Technology (KIMFT), Korea Seafarers Welfare and Employment Center (KOSWEC), Pukyong National University (PKNU), National Institute of Fisheries Science (NIFS), hingga Ministry of Oceans and Fisheries of Korea (MOF).
Baca Lainnya :
- Jejak Pertempuran AS dan Jepang, Penyelam TNI AL Pasang Prasasti di Bangkai Kapal USAT Liberty 0
- Makna Pelukan Presiden Erdogan ke Presiden Prabowo Saat Tiba di Turki0
- 294 Prajurit Petarung TNI AL Perkuat Kontingen Garuda UNIFIL 2025, Misi PBB ke Lebanon0
- Kasal dan Dubes Iran Bahas Penguatan Kerja Sama Angkatan Laut0
- Presiden Prabowo dan Presiden MBZ Bahas Geopolitik di Istana Qasr Al Shatie0
Kerjasama ini bagian dari rintisan pembentukan Indonesia–Korea Global Leader Talent Development Support Center di Busan, yang akan berperan sebagai pusat kolaborasi bilateral dalam bidang pendidikan, pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan tenaga kerja sektor perikanan Indonesia di Korea Selatan. Pusat ini dirancang menjadi platform berkelanjutan dengan dukungan pendanaan dari skema Official Development Assistance (ODA) Korea.
Sedangkan sinergi KKP dengan KIMFT dan KOSWEC membuka jalan bagi pelaksanaan pelatihan teknis dan sertifikasi bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), guna memastikan pengakuan kompetensi mereka di industri perikanan Korea Selatan.
Kerja sama strategis lain mencakup pertukaran data dan informasi PMI sektor perikanan yang diharapkan mampu memperkuat aspek perlindungan hukum dan keselamatan kerja tenaga kerja migran Indonesia. Pihaknya juga berkomitmen mempersiapkan sistem reintegrasi yang baik bagi para pekerja migran agar mereka tetap produktif dan mandiri saat kembali ke Indonesia.
Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta menjelaskan kerja sama tersebut penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM).
“Kemitraan strategis dengan Korea Selatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya kami membangun ekosistem pengembangan SDM kelautan dan perikanan yang terintegrasi, dari pendidikan, pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan tenaga kerja," ujar I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Rabu (7/5/2025).
"Kami ingin memastikan bahwa talenta maritim Indonesia tidak hanya siap secara kompetensi, tetapi juga terlindungi secara menyeluruh saat bekerja di luar negeri,” sambung dia.
Konsep Smart Campus
Sementara itu kerja sama akademik dengan PKNU didorong pada program pertukaran dosen dan mahasiswa, beasiswa, seminar bersama, serta riset kolaboratif dalam kerangka pembangunan ekonomi biru.
Selaras dengan hal tersebut, dukungan MOF juga diarahkan pada pengembangan smart campus dan sistem pendidikan vokasi berbasis industri menuju terwujudnya Ocean Institute of Indonesia (OII), sebuah institusi pendidikan yang akan menjadi simpul pengembangan talenta maritim nasional.
Sebagai bentuk keberlanjutan kerja sama, KKP bersama Bappenas, tengah menyusun kerangka kerja strategis Global Leader Talent Development Support Center, merampungkan draf Memorandum of Understanding (MoU), serta memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Indonesia.
Program ini tidak hanya menciptakan akses terhadap peluang kerja di luar negeri, tetapi juga mengemban misi reintegrasi sosial dan ekonomi bagi para PMI melalui pelatihan kewirausahaan berbasis perikanan, agar mereka tetap produktif dan mandiri saat kembali ke Tanah Air.
Melalui pendekatan holistik mulai dari hulu pendidikan hingga hilir penempatan dan reintegrasi, Indonesia dan Korea Selatan menghadirkan model kemitraan yang inovatif dan berkeadilan dalam menghadapi tantangan tenaga kerja global.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak dapat terlepas dari investasi pada manusia.
“Penguatan kapasitas SDM adalah kunci utama untuk mewujudkan ekonomi biru yang berkelanjutan. Kolaborasi internasional seperti ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan talenta maritim unggul yang mampu bersaing secara global sekaligus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keberlanjutan,” ujar Trenggono. (Arry/Oryza)











