- Inovasi IPC TPK ReWear Project, Manfaatkan 209 Kg Seragam Bekas
- Dukung Peluang Pelindo Kerja Sama Internasional IPC TPK Terima Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
- KRI Bima Suci Sandar di Vladivostok Port Rusia, Atraksi Genderang Suling Jala Gita Disambut Meriah
- Kembangkan Pelabuhan Kolbano, Kemenhub Dapat Hibah Tanah dari Pemkab Timor Tengah Selatan
- Pemeriksaan Petikemas Dipercepat, Ini Komitmen 3 Intansi Menjaga dan Lancarkan Arus Logistik di Priok
- Bawa Sekilo Sabu di Termos dan 582 Pil Inex dari Malaysia, Nakhoda Disergap Tim Kodaeral IV dan Lanal TBK
- KKP Perkuat Penataan Pesisir dan Perairan di KEK Industropolis Batang
- KKP Gandeng SnackVideo Kembangkan SDM Kelautan Perikanan
- 1.300 Ikan Napoleon BB Penyelundupan Akhirnya Dilepas KKP ke Laut
- Kemenhub Gelar Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Pemanduan Kapal
Geliat Ekonomi Produk UMKM Perikanan, Bazar KKP Jadi Ajang Promosi

Keterangan Gambar : Pelaku UMKM produk perikanan menjual hasil produksinya di bazar yabg digelar oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengoptimalkan program bazar untuk pengembangan usaha perikanan dan produk olahan ikan. Program ini dinilai efektif meningkatkan volume penjualan sekaligus menjadi sarana promosi.
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Tornanda Syaifullah mengapresiasi semangat UMKM yang berpartisipasi di bazar KKP Jakarta. Selama tahun 2024, bazar KKP yang digelar selama dua hari per bulan, mencatat transaksi rata-rata Rp125 juta.
"Tiap awal bulan yaitu hari Rabu dan Kamis kami rutin menggelar bazar, tentu ini sebagai ajang promosi hasil hilirisasi perikanan di sekitar kita," kata Tornanda, Senin (19/8/2025).
Sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan dan mutu produk, KKP juga menghadirkan Klinik Mutu, yaitu sarana pendampingan teknis dan pembinaan bagi para pelaku usaha. Dengan adanya legalitas usaha dan pendampingan mutu yang konsisten, masyarakat tidak perlu ragu terhadap kualitas produk yang dijajakan.
Baca Lainnya :
- Sudah 244 Jenis Produk Inovatif Olahan Ikan Dihasilkan KKP, Sosialisasi Peluang Usaha Gencar Dilakuk0
- Pendapatan KSO TPK Koja Tahun 2024 Rp 1,82 Triliun, Laba Rp 337 Miliar, Troughput Tumbuh 12 %0
- KKP Lebarkan Sayap Ekspor Perikanan ke Vietnam, Korsel dan Kanada0
- Bidik Pasar Global, Udang Kebumen dan Nusa Dewa Curi Perhatian di Shrimp Summit 2025 Bali0
- Kampanye Gemarikan, Strategi KKP Genjot Serapan Udang0
Pelaku UMKM yang difasilitasi dalam bazar ini telah memenuhi persyaratan legalitas usaha, seperti memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) serta izin edar lainnya yang relevan.
Ruang Promosi Produk Hilirisasi
Aneka produk olahan perikanan yang dipromosikan dapat menjadi contoh dan acuan dalam penyusunan menu bergizi, karena mengandung protein hewani berkualitas tinggi yang penting untuk tumbuh kembang anak dan peningkatan gizi masyarakat.
Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana mengatakan bazar KKP merupakan salah satu upaya KKP dalam mengenalkan produk perikanan berkualitas dengan harga terjangkau. Bazar tersebut digelar rutin sebulan sekali di area parkir gedung mina bahari III, kantor KKP. Erwin berharap masyarakat semakin gemar makan ikan sekaligus bangga buatan Indonesia mengingat produk yang ditawarkan merupakan buatan UMKM.
Arifiyah, pemilik UMKM Pia Mace mengisahkan saat pertama kali ikut bazar, skala produksi otak-otak ikan buatannya hanya 50-60 kg per bulan. "Sekarang Alhamdulillah bisa sampai 200 kg per bulan," tutur Arifiyah yang selama ini aktif ikut bazar KKP, Senin (19/8/2025).
Berpartisipasi sejak November 2023, pelaku UMKM asal Jakarta Utara ini mengenang bisa ikut bazar KKP berkat dorongan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta. Meski di awal berdagang produk otak-otaknya hanya laku 50 pack, kini dia bisa menjual hingga 2.500 pack. Arifiyah bahkan mampu memberdayakan tetangganya untuk mengolah ikan mata goyang atau dikenal dengan nama ikan swanggi menjadi produk otak-otak.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, memastikan pihaknya siap memasok ikan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, ikan kaya kandungan omega 3 dan omega 6 dan bisa menjadi sumber protein utama, karena kualitasnya yang tinggi dan harga yang terjangkau. (Arry/MAR)











