Breaking News
- Komisi V DPR RI Cek Kualitas Pelayanan dan Keamanan Pelabuhan Makassar
- Kasal Tinjau Kegiatan Kemaritiman di Tanjung Pinang, Marathon Layar Kasal Cup 2026 hingga Surya Bhaskara Jaya
- Ikan Bersertifikat KKP Dorong Peningkatan Ekspor ke Negara Tetangga
- Workshop Safety Training PT PELNI, Kemenhub Bekali Keselamatan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Syukuran 100 Tahun Perjalanan Gontor, Presiden Prabowo Cium Mushaf Al-Quran Gontor
- Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja
- Lampung Dipilih Jadi Pangkalan Kapal Induk KRI Sriwijaya-100, Kasal Ungkap Alasannya
- Kinerja 2025 Tumbuh, Pelindo Naik Tiga Peringkat di Fortune Indonesia 100
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
Ekspor Produk Perikanan Lampung Semakin Mendunia

Keterangan Gambar : Aktivitas di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung. Foto:ist
Indonesiamaritimenews.com ( IMN), JAKARTA : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) di Lampung, terus melakukan penguatan peran sebagai Quality Assurance.
Penguatan tersebut meliputi pendampingan dalam penerbitan health certificate atau sertifikat kesehatan ikan, cara karantina ikan yang baik (CKIB), hazard analysis critical control point (HACCP) serta sertifikat yang dibutuhkan sebagai penjaminan kualitas dan mutu produk perikanan. Tujuannya agar produk perikanan Lampung makin mendunia.
Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung, Ashari Syarief mengungkapkan, peran tersebut dibuktikan dengan pengiriman udang sebanyak 85 kali selama Februari 2022.
"Sebagai komoditas utama, udang betul-betul kita perhatikan agar semakin diterima di pasar global. Alhamdulillah Februari kemarin kita kirim sampai 85 kali," kata Ashari dikutip Sabtu (12/3/2022).
Selain udang, di bulan Februari lalu BKIPM Lampung juga 13 kali mengirim rajungan, 17 kali ikan beku, 7 kali cumi dan 4 kali rumput laut ke pasar internasional. Pengiriman tersebut, kata Ashari, merupakan wujud konkret kehadiran KKP, khususnya BKIPM Lampung dalam mengawal produk perikanan ke mancanegara.
"Kita kawal betul jangan sampai ada penolakan, Alhamdulillah di bulan Januari kemarin semuanya lolos," terangnya.
DIEKSPOR
Berdasarkan data BKIPM Lampung, produk-produk kelautan dan perikanan ini diekspor ke negara di antaranya Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Belanda, Kanada dan Inggris Raya. "Dari sebaran 5 negara tujuan dominan sudah terlihat produk perikanan Lampung berhasil menjangkau Eropa, Amerika dan negara maju lainnya," urai Ashari.
Karenanya, ia menegaskan kesiapannya untuk menjaga tren tersebut dengan memberikan layanan prima dan optimal kepada masyarakat, terutama pelaku usaha. "Saya pastikan layanan BKIPM Lampung 24 X 7 dan bebas pungli," katanya.
Sebelumnya, kinerja BKIPM Lampung mendapat apresiasi dari Anggota Komisi IV DPR RI, Hanan A Rozak. Saat berkunjung ke kantor BKIPM Lampung, Hanan meminta keberlanjutan dan kualitas mutu perikanan dari hulu ke hilir melalui peranan quality assurance dapat terus terjaga. Dengan begitu, ia optimis sektor kelautan dan perikanan bisa menggerakkan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat.( Fat/Oriz)
Write a Facebook Comment











