- Aksi Sosial Lintas Benua, Satgas Port Visit 2026 Kerja Bakti Gotong Royong di Republik Fiji
- Satgas Terpadu Port Visit 226 Hadiri Hari Kemerdekaan Fiji
- Kunjungi SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi, Ini 5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM
- Ini Kesepakatan Kemenhub dan Pelindo, Alur-Pelayaran Pulau Baai Tahap II, Keselamatan dan Kelancaran Logistik Jadi Prioritas
- Diplomasi Indonesia Berhasil, Kuota Tangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Naik 25 Persen
- Ikan Lele dan Nila Hasil Budi Daya Tematik Diolah Jadi Produk Siap Masak
- Indonesia–Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Al-Azhar siap Sambut Ribuan Mahasiswa
- Pasar Meluas, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand
- Kemnaker Luncurkan Pelatihan Kerja di Sukabumi, Paket Vokasi 1.600 Calon Peserta
Dongkrak Wisata Bahari, Menhub Dukung Pengusaha Pelayaran Kembangkan Kapal Yacht

Keterangan Gambar : Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Novie Riyanto, dan Ketua INSA Carmelita Hartoto. Foto:ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN),BALI :Pengembangan usaha kapal yacht dan kapal cruise menjadi salah satu bisnis yang mendongkrak wisata bahari. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung upaya yang dilakukan para pelaku usaha pelayaran, untuk turut serta mengembangkan potensi wisata bahari di Indonesia.
Hal ini dikatakan Menhub saat menghadiri kegiatan INSA Yacht Festival yang diselenggarakan oleh Indonesian National Shipowners Association (INSA) di Pelabuhan Benoa Bali, Jumat (7/10). “Mulai pulihnya kembali sektor pariwisata setelah pandemi menjadi momen yang baik untuk mengenalkan transportasi laut seperti kapal yacht dan kapal cruise, yang dapat mendukung kemajuan wisata bahari di Indonesia,” ujar Menhub.
Turut hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Novie Riyanto, dan Ketua INSA Carmelita Hartoto.
Baca Lainnya :
- Resmikan Renovasi Balai Wartawan, Kapolda: Jangan Bosan Memberikan Kritik0
- Pelabuhan Sanur Siap Sambut Wisatawan, Pembangunan Sudah Mencapai 94,13 %0
- Miris! Tembok Roboh Diterjang Banjir, Nyawa 3 Siswa MTsN Terenggut0
- Tragedi Sepak Bola Kanjuruhan, Kapolri: Direktur LIB dan 5 Orang Lainnya Tersangka 0
- 41 RT dan 17 Ruas Jalan Jakarta Diterjang Banjir, Pengendara Motor Masuk Tol Simatupang0
Budi Karya mengapresiasi inisiatif dari INSA selaku asosiasi yang mewadahi para pelaku bisnis pelayaran, yang telah melakukan upaya mengembangkan wisata bahari di Indonesia. Apalagi, saat ini pemerintah tengah mengembangkan sejumlah destinasi wisata di beberapa daerah yang berpotensi dikembangkan wisata bahari, diantaranya yaitu: Danau Toba, Likupang, Mandalika, Labuan Bajo, Bali, dan lain sebagainya.
“Pesan saya, ekosistem tentang kapal yacht, kapal cruise harus dipelajari secara mendalam peluang dan tantangannya bersama para pelaku usaha pelayaran, untuk mencari pendekatan mana yang paling cepat bisa dikembangkan. Kami pemerintah akan mendukung dengan memberikan kemudahan regulasi untuk investasi,” tutur Budi Karya.
DUKUNGAN REGULASI
Terkait dukungan regulasi, Kemenhub telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 4 Tahun 2022 tentang Pelayanan Kapal Wisata Asing (Yacht) dan Kapal Pesiar (Cruise Ship) Asing di Perairan Indonesia. Dengan membuka sebanyak 28 Pelabuhan embarkasi dan debarkasi Kapal Wisata Asing (Yacht) dan sebanyak 10 pelabuhan embarkasi dan debarkasi Kapal Pesiar (Cruise Ship) Asing.
INSA Yacht Festival (IYF) 2022 merupakan hasil kolaborasi antara DPP INSA dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang menjadi bagian dari side event B20 yang puncaknya akan diselenggarakan pada November mendatang. Kegiatan ini menjadi ajang untuk mempromosikan industri wisata bahari di Indonesia dan mengenalkan kapal yacht yang bisa digunakan para wisatawan untuk menikmati keindahan laut di sejumlah destinasi wisata bahari di Indonesia.
TERTUNDA COVID19
Acara Rakernas INSA ini yang sudah direncanakan jauh hari sempat tertunda karena wabah melanda seantero dunia." Kami Insa melakukan Rakernas yg tertunda karena pandemi covid, "kata Ketum INSA Carmelita kepada indonesiamaritimenews.com.
Carmelita menambahkan selain Rakernas, INSA juga menyelenggarakan Yacht Festival di Tanjung Benoa selama 2 hari. "Berkolaborasi dengan Kadin," katanya menutup pembicaraan.( Arry/ Oryza)
.











