Curhat Siswa Sekolah Rakyat Sering Dibully, Presiden Prabowo: Saya Juga Sering Diejek, Kita Balas dengan Sopan

By Indonesia Maritime News 07 Jun 2026, 14:20:36 WIB Nasional
Curhat Siswa Sekolah Rakyat Sering Dibully, Presiden Prabowo: Saya Juga Sering Diejek, Kita Balas dengan Sopan

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto bersama perwakilan siswa SRMP (Sekolah Rakyat Menengah Pertama) 17 Tabanan, Bali. Foto: BPMI Setpres


Indonesiamaritimenews.com (IMN), BALI: Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026). Kepala Negara disambut yel-yel selamat datang oleh para siswa Sekolah Rakyat.

Suasana semakin meriah dengan penampilan tari Kecak yang dibawakan oleh 16 siswa, dengan seorang penari berkebutuhan khusus menjadi pusat pertunjukan yang menggambarkan semangat inklusivitas dan kebersamaan di lingkungan Sekolah Rakyat (SR).

Dalam sambutannya, Kepala Negara menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat diwujudkan sebagai bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya mereka yang berada dalam kondisi kurang berdaya. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa tujuan utama pembangunan bangsa adalah memastikan seluruh rakyat Indonesia dapat menjalani kehidupan yang layak dan sejahtera.

Baca Lainnya :

“Jadi pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik. Karena itu, usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik, hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang, salah satu adalah pendidikan,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, ditampilkan testimoni dari Bagus, salah satu siswa Sekolah Rakyat yang menceritakan pengalaman dan perubahan positif yang mereka rasakan selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Selain itu, dengan rasa haru, salah satu orang tua calon siswa juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Negara atas adanya program Sekolah Rakyat yang memberikan kesempatan kembali kepada anaknya untuk bisa mengenyam pendidikan.

Bagus yang menceritakan pengalamannya menghadapi perundungan atau bullying sebelum bergabung di Sekolah Rakyat.

Presiden Beri Semangat

Presiden Prabowo Subianto memberikan semangat agar Bagus dan seluruh siswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan maupun ejekan dari orang lain. “Jangankan kamu, saya sering diejek, sampai sekarang Presiden pun sering diejek, gak apa-apa. Yang penting hatimu teguh. Hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Presiden menegaskan, berbagai tantangan hidup tidak boleh menjadi alasan untuk putus asa. Sebaliknya, setiap kesulitan harus dihadapi dengan keteguhan hati, keberanian, dan sikap positif. “Semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan. Dihina sopan, jangan kecil hati,” lanjut Presiden.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa banyak orang berhasil meskipun berasal dari keluarga sederhana dan menghadapi berbagai keterbatasan. Menurut Presiden, kunci utama keberhasilan adalah tidak menyerah dan tetap optimistis dalam menjalani kehidupan.

“Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin, banyak sekali. Tapi anaknya tidak mau menyerah, anaknya tidak mau putus asa, anaknya selalu gembira. Di tengah kesulitan, cari yang baik. Pasti akan ada kebaikan yang datang, kita percaya itu,” ucap Presiden.

Sebelumnya, Bagus, salah satu siswa SRMP 17 Tabanan, menyampaikan kisah perjuangannya di hadapan Presiden Prabowo. Anak dari seorang penatu yang telah ditinggal ayahnya sejak kecil itu mengaku pernah mengalami masa sulit akibat sering menjadi korban ejekan teman-temannya saat duduk di bangku sekolah dasar.

“Saya dulu anak yang pendiam dan tidak terlalu suka berkumpul dengan teman-teman. Dulu saya pernah hampir putus asa dan tidak masuk sekolah selama beberapa hari, tapi ibu saya memberikan saya dukungan sampai saya memiliki kembali semangat saya untuk belajar,” ungkap Bagus.

Bagus menuturkan bahwa sejak bergabung di Sekolah Rakyat, dirinya belajar untuk lebih disiplin, mandiri, dan berani membangun hubungan dengan lingkungan baru. Bahkan kini ia dipercaya menjadi duta anti bullying di sekolahnya.

“Saya harap dengan gelar ini saya dapat untuk mencegah bullying di sekolah ini dan dapat menjaga teman-teman saya agar tidak merasakan hal yang saya rasakan sebelumnya,” ujar Bagus.

Pembangunan Gedung

Sementara itu Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Provinsi Bali yang dilaksanakan di Kabupaten Karang Asem. Saifullah menjelaskan kuota siswa di tahun ajaran baru (2026/2027) berjumlah 270 siswa dengan masing-masing sejumlah 90 siswa pada setiap jenjang pendidikan.

Adapun jumlah calon peserta didik se-Provinsi Bali sejumlah 406 siswa dengan rincian 18 calon siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), 213 calon siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 175 calon siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Untuk tahap ini ada 93 yang sedang sekarang berproses, salah satunya adalah di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali di mana nanti diharapkan kalau sudah selesai, yang ada di sini akan pindah ke gedung permanen itu. Nah di gedung baru nanti kita akan mengalokasikan 270 siswa dan sekarang sudah lebih dari 400 peserta yang terjangkau. Untuk SMP dan SMA sudah melebihi kapasitas, melebihi alokasi, sementara yang SD masih sedang dalam berproses,” ujar Saifullah.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Presiden Prabowo makan siang bersama para orang tua dan siswa Sekolah Rakyat. Momen kebersamaan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi wujud perhatian Kepala Negara terhadap penguatan pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa. (Bow/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook