- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23
- Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum
- Dirut Pelindo Sambangi Mabes TNI AL, Ada Apa ?
- IPC TPK Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan Kacamata untuk 150 Sopir Truk Peti Kemas
- Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat: Jaga Integritas Profesi Wartawan
- Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Wali Kota Jakpus: Pemprov dan Pers Bergandengan
- RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II
- Mengintip Dapur Pelabuhan! Talenta Muda Peserta MAGENTA Pelindo Tur Eksklusif di IPC TPK
Cerdas Itu Nikmat, Berdoa,Belajar dan Mengingat Ajal
Oleh, Habib Abdullah Bin Idrus Bin Agil Assegaf

Keterangan Gambar : Habib Abdullah Bin Idrus Bin Agil Assegaf.Foto: : Dok.Pribadi
Indonesiamaritimenews.com (IMN): Dalam kehidupan sering kita mendengar seseorang mengatakan orang lain cerdas dengan mengatakan, " Si Polan itu Cerdas."
Seorang dianggap cerdas, karena pintar ketika dibangku pendidikan, berwasan dan sebagainya.
Baca Lainnya :
- Menag Yaqut Ajak Umat Teladani Rasulullah 0
- Hari Kelahiran Nabi Muham SAW Lebih Hebat dari Malam Lailatul Qodar, Ini Penjelasannya0
- Kemana Condong Ruh Anda?0
Sisi agama melihat seseorang itu dikatakan cerdas bukanlah orang yang tinggi pendidikan formalnya, namun ia tidak dekat dengan Allah SWT yang memberikan ilmu.
Orang cerdas bukan yang wawasannya luas tetapi hatinya sempit, tidak mau menerima nasehat.
Bahkan hatinya terhimpit oleh dengki dan benci.
Orang cerdas bukanlah yang paling pintar secara akademis, lalu ia menuhankan akalnya, merasa kepintarannya yang bisa menolongnya, menjadikan akal sebagai hakim.
Orang yang cerdas bukanlah orang yang mampu melihat peluang dan menenangkannya lalu mendapat keuntungan dunia sebanyak-banyaknya, bahkan semakin kurang.
Tapi orang yang cerdas seperti yang di sampaikan Rasullah adalah mereka yang paling banyak mengingat ajal, mereka yang pandai mempersiapkan kehidupan setelah ajal.
Karena ia sadar dunia ini adalah sementara.
Semoga kita senantiasa sehat, bahagia,ikhlas, sabar dan bersyukur selalu.
Kita pun diperintahkan menuntut ilmu belajar dan mengajar hadir di dalam pengajian mempersiapkan bekal ajal.
Ketika kita belajar dan mengajar dan membuka pengajian para ulama mengajarkan kita tentang hal itu.
DOA NIAT BELAJAR DAN MENGAJAR DAN PEMBUKA PENGAJIAN.
نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَاْلإِنْتِفَاعَ، والْمُذَ كِّرَة وَالتَّذْكِيْرَ، وَاْلإِفَادَةَ وَاْلإِسْتِفَادَةَ، وَالْحَثَّ عَلَى التَّمَسُّكِ بِكِتَابِ اللهِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِهِ، وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدَّلاَلَةَ عَلَى الْخَيْرِ، اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِه
Aku niat belajar dan mengajar, mengingat dan memperingatkan (ilmu), memberi manfaat dan mencari manfaat, memberi keutamaan dan mencari keutamaan, menganjurkan untuk berpegang teguh dengan Kitab Allah (al Qur'an) dan Sunnah RasulNya, mengajak kepada Hidayah menunjukkan kepada kebaikan dengan ikhlas dan mengharap ridho’ Allah, kedekatan-Nya serta pahala dari-Nya.
Doa Tambahannya
وَحُسْنُ الْخَاتِمَه مَعَ اللُّطْفِ وَصَلاَحِ الْعَاقِبَةَ بِرَحمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِينْ
dan akhir yang baik (Meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah) dengan kelembutan, dan kesejahteraan dan mendapatkan kebaikan sesudah nya, Dengan Rahmat-Mu Wahai yang Maha Pengasih Lagi Maha penyayang.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Artinya:Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).(QS. Ali Imran: 8)
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
Artinya:Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.(HR. Ahmad dan at Tirmidzi)
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Artinya:Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.(HR. Muslim).
( MAR)











