- Disandera Militer Israel, 9 WNI Ditendang, Dipukul, Disetrum
- 9 WNI Disandera Israel Akhirnya Dibebaskan, Menlu Sugiono: Pemerintah Mengecam Perlakuan Tidak Manusiawi
- Bagaimana Keterlambatan Kecil Menjelma Menjadi Pengeluaran Nasional?
- Diwisuda Kasal, 240 Perwira Remaja AAL Calon Pemimpin Masa Depan Siap Mengabdi
- Dibawa Naik Kapal Perang KRI Marlin-877 di Kepulauan Selayar, Bocah TK Kepingin Jadi Tentara
- Awal Triwulan II 2026, IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif
- PELNI Sabet CSR Award 2026: Sukses Berdayakan Warga Desa dan Dorong Ekonomi Masyarakat di Cianjur
- Perkuat Kerja Sama Maritim, Petinggi Angkatan Laut Singapura Temui Wakasal
- Jelang Iduladha 2026, Pelindo Petikemas dan Pemkot Surabaya Pastikan Hewan Kurban Sehat
- PT Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Gelar Pelatihan Pengayaan Diversivikasi Tumbuhan
Cerdas Itu Nikmat, Berdoa,Belajar dan Mengingat Ajal
Oleh, Habib Abdullah Bin Idrus Bin Agil Assegaf

Keterangan Gambar : Habib Abdullah Bin Idrus Bin Agil Assegaf.Foto: : Dok.Pribadi
Indonesiamaritimenews.com (IMN): Dalam kehidupan sering kita mendengar seseorang mengatakan orang lain cerdas dengan mengatakan, " Si Polan itu Cerdas."
Seorang dianggap cerdas, karena pintar ketika dibangku pendidikan, berwasan dan sebagainya.
Baca Lainnya :
- Menag Yaqut Ajak Umat Teladani Rasulullah 0
- Hari Kelahiran Nabi Muham SAW Lebih Hebat dari Malam Lailatul Qodar, Ini Penjelasannya0
- Kemana Condong Ruh Anda?0
Sisi agama melihat seseorang itu dikatakan cerdas bukanlah orang yang tinggi pendidikan formalnya, namun ia tidak dekat dengan Allah SWT yang memberikan ilmu.
Orang cerdas bukan yang wawasannya luas tetapi hatinya sempit, tidak mau menerima nasehat.
Bahkan hatinya terhimpit oleh dengki dan benci.
Orang cerdas bukanlah yang paling pintar secara akademis, lalu ia menuhankan akalnya, merasa kepintarannya yang bisa menolongnya, menjadikan akal sebagai hakim.
Orang yang cerdas bukanlah orang yang mampu melihat peluang dan menenangkannya lalu mendapat keuntungan dunia sebanyak-banyaknya, bahkan semakin kurang.
Tapi orang yang cerdas seperti yang di sampaikan Rasullah adalah mereka yang paling banyak mengingat ajal, mereka yang pandai mempersiapkan kehidupan setelah ajal.
Karena ia sadar dunia ini adalah sementara.
Semoga kita senantiasa sehat, bahagia,ikhlas, sabar dan bersyukur selalu.
Kita pun diperintahkan menuntut ilmu belajar dan mengajar hadir di dalam pengajian mempersiapkan bekal ajal.
Ketika kita belajar dan mengajar dan membuka pengajian para ulama mengajarkan kita tentang hal itu.
DOA NIAT BELAJAR DAN MENGAJAR DAN PEMBUKA PENGAJIAN.
نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَاْلإِنْتِفَاعَ، والْمُذَ كِّرَة وَالتَّذْكِيْرَ، وَاْلإِفَادَةَ وَاْلإِسْتِفَادَةَ، وَالْحَثَّ عَلَى التَّمَسُّكِ بِكِتَابِ اللهِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِهِ، وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدَّلاَلَةَ عَلَى الْخَيْرِ، اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِه
Aku niat belajar dan mengajar, mengingat dan memperingatkan (ilmu), memberi manfaat dan mencari manfaat, memberi keutamaan dan mencari keutamaan, menganjurkan untuk berpegang teguh dengan Kitab Allah (al Qur'an) dan Sunnah RasulNya, mengajak kepada Hidayah menunjukkan kepada kebaikan dengan ikhlas dan mengharap ridho’ Allah, kedekatan-Nya serta pahala dari-Nya.
Doa Tambahannya
وَحُسْنُ الْخَاتِمَه مَعَ اللُّطْفِ وَصَلاَحِ الْعَاقِبَةَ بِرَحمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِينْ
dan akhir yang baik (Meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah) dengan kelembutan, dan kesejahteraan dan mendapatkan kebaikan sesudah nya, Dengan Rahmat-Mu Wahai yang Maha Pengasih Lagi Maha penyayang.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Artinya:Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).(QS. Ali Imran: 8)
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
Artinya:Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.(HR. Ahmad dan at Tirmidzi)
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Artinya:Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.(HR. Muslim).
( MAR)











