- Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat
- Menembus Lokasi Terisolasi di NTT, Lanal Maumere Kerahkan Rigid Buoyancy Boat
- KRI Bung Hatta-370 Salurkan 1,3 Ton Paket Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Rumput Laut dan Agar-agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan Section 3 di AS
- Kampung Nelayan Merah Putih di Konawe Mulai Produktif, Kirim 8 Ton Ikan Kualitas Ekspor
- Keren! 17 Penyelam KKP, POSSI dan KABL Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Teluk Banten
- TNI AL Perkuat Sinergi Berantas Penyelundupan Narkoba di Perairan Kepri
- Bawa 2,6 Ton Sabu Cair, Kapal Berbendera Tanzania Dikepung Tim BNN, Bea Cukai dan Polda Kepri
- PELNI dan Pelindo Buka Posko Bersama di Tanjung Priok, Gratis Kirim Bantuan Bencana NTT
- Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB
Cerdas Itu Nikmat, Berdoa,Belajar dan Mengingat Ajal
Oleh, Habib Abdullah Bin Idrus Bin Agil Assegaf

Keterangan Gambar : Habib Abdullah Bin Idrus Bin Agil Assegaf.Foto: : Dok.Pribadi
Indonesiamaritimenews.com (IMN): Dalam kehidupan sering kita mendengar seseorang mengatakan orang lain cerdas dengan mengatakan, " Si Polan itu Cerdas."
Seorang dianggap cerdas, karena pintar ketika dibangku pendidikan, berwasan dan sebagainya.
Baca Lainnya :
- Menag Yaqut Ajak Umat Teladani Rasulullah 0
- Hari Kelahiran Nabi Muham SAW Lebih Hebat dari Malam Lailatul Qodar, Ini Penjelasannya0
- Kemana Condong Ruh Anda?0
Sisi agama melihat seseorang itu dikatakan cerdas bukanlah orang yang tinggi pendidikan formalnya, namun ia tidak dekat dengan Allah SWT yang memberikan ilmu.
Orang cerdas bukan yang wawasannya luas tetapi hatinya sempit, tidak mau menerima nasehat.
Bahkan hatinya terhimpit oleh dengki dan benci.
Orang cerdas bukanlah yang paling pintar secara akademis, lalu ia menuhankan akalnya, merasa kepintarannya yang bisa menolongnya, menjadikan akal sebagai hakim.
Orang yang cerdas bukanlah orang yang mampu melihat peluang dan menenangkannya lalu mendapat keuntungan dunia sebanyak-banyaknya, bahkan semakin kurang.
Tapi orang yang cerdas seperti yang di sampaikan Rasullah adalah mereka yang paling banyak mengingat ajal, mereka yang pandai mempersiapkan kehidupan setelah ajal.
Karena ia sadar dunia ini adalah sementara.
Semoga kita senantiasa sehat, bahagia,ikhlas, sabar dan bersyukur selalu.
Kita pun diperintahkan menuntut ilmu belajar dan mengajar hadir di dalam pengajian mempersiapkan bekal ajal.
Ketika kita belajar dan mengajar dan membuka pengajian para ulama mengajarkan kita tentang hal itu.
DOA NIAT BELAJAR DAN MENGAJAR DAN PEMBUKA PENGAJIAN.
نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَاْلإِنْتِفَاعَ، والْمُذَ كِّرَة وَالتَّذْكِيْرَ، وَاْلإِفَادَةَ وَاْلإِسْتِفَادَةَ، وَالْحَثَّ عَلَى التَّمَسُّكِ بِكِتَابِ اللهِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِهِ، وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدَّلاَلَةَ عَلَى الْخَيْرِ، اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِه
Aku niat belajar dan mengajar, mengingat dan memperingatkan (ilmu), memberi manfaat dan mencari manfaat, memberi keutamaan dan mencari keutamaan, menganjurkan untuk berpegang teguh dengan Kitab Allah (al Qur'an) dan Sunnah RasulNya, mengajak kepada Hidayah menunjukkan kepada kebaikan dengan ikhlas dan mengharap ridho’ Allah, kedekatan-Nya serta pahala dari-Nya.
Doa Tambahannya
وَحُسْنُ الْخَاتِمَه مَعَ اللُّطْفِ وَصَلاَحِ الْعَاقِبَةَ بِرَحمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِينْ
dan akhir yang baik (Meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah) dengan kelembutan, dan kesejahteraan dan mendapatkan kebaikan sesudah nya, Dengan Rahmat-Mu Wahai yang Maha Pengasih Lagi Maha penyayang.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Artinya:Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).(QS. Ali Imran: 8)
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
Artinya:Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.(HR. Ahmad dan at Tirmidzi)
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Artinya:Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.(HR. Muslim).
( MAR)











