- Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan, Siapkan Lahan di Bali
- Kinerja Pelindo Terminal Petikemas Tren Positif di Tengah Gejolak Global, 10 Terminal Lampaui Target
- Program Her Impact, Pelindo Group Dorong UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
- Bakti PELNI untuk Sekolah Anak Jalanan, Siswa Yatim dan Panti Sosial
- Command Center Tanjung Priok Ditutup Arus Logistik Nasional Lancar
- Perkuat Budaya Integritas, Pelindo Regional 4 Gelar Program TWG Angkat Tema ISO 37001
- Tali Asih PWI Pusat untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Tim SFQR Gagalkan Penyelundupan 5.859 Ekor Benih Bening Lobster di Cilacap
- Ekspor Jambi US$152,9 Juta, Dongkrak Pertumbuhan Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5% Maret 2026
- Harapan Baru Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kick-off Konservasi Flora dan Fauna
Belajar Menanam, Memelihara dan Merawat Mangrove di Desa Ketapang Tangerang

Keterangan Gambar : Desa eduwisata Mangrove di Desa Ketapang, Mauk, Tangerang, Banten. Foto: KKP
Indonesiamaritimenewa com (IMN), TANGERANG: Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) menyelenggarakan kegiatan penelitian terapan (litrap) dan pengabdian masyarakat tahun 2023, dengan fokus utama mengevaluasi pertumbuhan mangrove di Banten.
Baca Lainnya :
- Pelindo Regional 4, Pemda, LSM dan Warga Kompak Bersih-bersih Sungai di Kaluku Bodoa0
- Ibu Iriana Beri Edukasi Siswa SD, Yuuk... Bersih-bersih Pantai 0
- Apel Hari Santri 2023, Presiden Jokowi Singgung Resolusi Jihad dan Mati Syahid0
- Talkshow di Unair, Dirut SPJM Tekankan Pentingnya Optimalisasi SDM0
- Kenalkan Sejarah Lampung, ASDP Bangun Museum Siger di Bakauheni Harbour City0
Kegiatan ini bertajuk 'Evaluasi Pertumbuhan Mangrove' digelar di Desa Ketapang, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Kegiatan litrap dan pengabdian masyarakat ini juga merupakan bagian dari proses pendidikan di Politeknik AUP yang diarahkan berkesinambungan mendukung program Ekonomi Biru, khususnya dalam hal perluasan wilayah kawasan konservasi dengan target 30 persen dari luas wilayah perairan Indonesia.
"Mangrove adalah tumbuhan yang unik karena bisa hidup di antara lokasi darat dan laut. Oleh karena itu mangrove membutuhkan cara budidaya dan perawatan yang tepat," terang Ani Leilani, Direktur Politeknik AUP dalam keterangan tertulis, Kamis (2/11/2023).
"Tema litrap evaluasi pertumbuhan mangrove ini juga sangat penting agar kita dapat memahami dan mengetahui cara yang paling tepat dalam melakukan pembibitan, penanaman serta pemantauan mangrove di wilayah ini," sambung Ani.
Dalam kegiatan ini dilakukan juga penghitungan tingkat keberhasilan penanaman mangrove, serta dilakukan analisa atas faktor lingkungan yang mempengaruhi keberhasilan pertumbuhan mangrove spesies Rhizopora Apiculata, Rhizopora Mucronata, Rhizopora Stylosa, dan Avicenia Marina pada 10 area di Kawasan Mangrove Desa Ketapang.
Adapun beberapa paramater yang dianalisa dan diuji antara lain persentase tumbuh tanaman, diameter dan tinggi batang, riap, kesehatan mangrove, serta kondisi kualitas lingkungan meliputi parameter fisika dan kimia substrat.
Ani pun menyampaikan rasa bangga melihat antusiasme warga Desa Ketapang yang menyambut positif kegiatan yang diselenggarakan oleh civitas akademika Politeknik AUP.
"Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan litrap dan pengabdian masyarakat oleh Politeknik AUP di Desa Ketapang tidak hanya memberikan informasi dasar keberhasilan upaya rehabilitasi Mangrove namun juga mendukung keberlangsungan Kawasan Mangrove Desa Ketapang sebagai lokasi Eduwisata yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Manajer BUMD Ketapang Urban Aquaculture yang mengelola kawasan Mangrove di Desa Ketapang, Hadiyat, mengungkapkan pihaknya sangat berterima kasih kepada Politeknik AUP yang telah mendukung keberlangsungan Kawasan Mangrove Desa Ketapang sebagai lokasi Eduwisata.
DAMPAK POSOTIF
Hal senada disampaikan Dinas Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang sebagai mitra litrap Politeknik AUP, diwakili oleh Hari Mahardika. Ia mengatakan, penanaman mangrove di Mauk, Tangerang, berdampak positif terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Kami sangat berharap kegiatan litrap serupa dapat secara konsisten dilanjutkan oleh Politeknik AUP, sehingga tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih mendalam, namun juga membantu Pemkab Tangerang dalam perencanaan dan pengambilan keputusan terkait pengelolaan mangrove di Kabupaten Tangerang,” ucap Hari.
Kawasan Mangrove Desa Ketapang sendiri telah dikembangkan sebagai contoh sukses pengembangan kawasan pesisir sejak tahun 2015.
Kawasan Mangrove ini selain menawarkan udara segar dan panorama yang indah, juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk dapat ikut belajar menanam, memelihara, dan mengetahui manfaat mangrove sebagai salah satu pilar ketahanan ekonomi biru.
Selanjutnya, sebagai tindak lanjut dari litrap dan pengabdian masyarakat ‘Evaluasi Pertumbuhan Mangrove’ di Desa Ketapang, Mauk, Kabupaten Tangerang – Banten ini, hasil penelitian nantinya akan diterbitkan sebagai publikasi dalam jurnal ilmiah terakreditasi atau jurnal ilmiah bereputasi internasional. (Fat/Oryza)











