- Pesantren Kilat di Kapal Perang TNI AL Selesai, Ratusan Pelajar Peroleh Ilmu Agama dan Perkuat Karakter
- Setahun Danantara Indonesia, Presiden Prabowo Tekankan Integritas dan Tata Kelola Jangka Panjang
- Mudik Nyaman Bersama PELNI, 1.230 Pemudik Naik Kapal Gratis Balikpapan-Surabaya
- PELNI Ajak Pejabat BP BUMN dan Kemenhub ke Tanjung Priok Pantau Langsung Arus Mudik Lebaran 2026
- Angkutan Lebaran 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Siapkan Layanan Terbaik
- Setahun Danantara Indonesia, PELNI Salurkan 2.000 Paket Perlengkapan Sekolah di Maluku
- Angkutan Lebaran 2026, Pelindo Regional 2 Banten Siapkan Pelabuhan Ciwandan Layani Pemudik
- Dilepas Kasal, Ratusan Peserta Pesantren Kilat Ramadhan 2026 Berlayar Naik KRI Semarang-594
- Ketika Pelaksanaan Bongkar Muat di Pelabuhan Tak Sesuai Perencanaan Teknologi Operasi Kembaran Digital Super Cerdas Hadir Menyelesaikan
- Arus Mudik Lebaran 2026, Pelindo Perkuat Koordinasi Lintas Sektoral
4 Kapal Perang dan Ranpur Amfibi Mendarat di Papua Barat

Keterangan Gambar : Kendaraan tempur amfibi TNI AL mendarat di Pantai Ransiki, Papua Barat. Foto: Dispenal
IndonesiaMaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Armada perang TNI AL terdiri dari kapal perang, kendaraan tempur (ranpur) amfibi, dan helikopter mendarat di Papua Barat. Ratusan personel pun sigap menuju daratan.
Pendaratan ini dilakukan oleh pasukan TNI Angkatan Laut dalam hal ini Komando Armada III (Koarmada III) pada Senin (29/4/2024) di Pantai Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.
Baca Lainnya :
- KRI Teluk Calang Dukung Pergeseran Pasukan Yonif 433 Julu Siri0
- Tugas Mulia Prajurit Penjaga Tapal Batas Pulau Terluar, Jadi Perhatian Khusus Komandan0
- Mampu Laksanakan Misi Kapan pun, Puspenerbal Latih Terbang Malam0
- Reuni, Serunya Alumni AAL 40 Moro Cadas Mengenang Masa Lalu0
- Hadir Pimpinan AL Negara Sahabat, Kasal Pimpin Peringatan 3 Tahun Gugur Personel KRI Nanggala-4020
Latihan tempur pendaratan amfibi ini dipimpin oleh Komandan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada III, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Wawan Trisatya Atmaja, yang menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas (Satgas).
Pada latihan pendaratan tersebut, TNI AL mengerahkan beberapa unsur Kapal Perang Koarmada III di antaranya: KRI Teluk Wondama-527, KRI Panah-625, KRI Layaran-854, KRI Dorang-874, serta Helikopter TNI AL Panther AS 565 MBe, Satkopaska, Dislambair Koarmada III, Prajurit dan Kendaraan Tempur Ranfib BTR 50 PM dan Tank PT 76 Marinir/ Pasmar 3.
Laksma Wawan Trisatya Atmaja mengatakan, Koarmada III melaksanakan operasi tersebut untuk menjamin keamanan, melindungi kepentingan, serta mencegah dan menangani segala bentuk pelanggaran hukum, membina kemampuan tempur unsur-unsur SSAT dalam gugus tugas. Selain itu juga membina potensi maritim di daerah operasi, pada perairan wilayah kerja Koarmada III dan perairan yurisdiksi nasional Indonesia dalam rangka mendukung tugas TNI AL.
“Latihan pendaratan ini, dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan pemantapan penguasaan doktrin, taktik, teknis, dan prosedur secara tepat dalam pelaksanaan operasi pendaratan amfibi”, ujar Laksma Wawan.
Sebelum pelaksanaan latihan pendaratan Amfibi di Pantai Ransiki, unsur Koarmada III yang terdiri dari 4 KRI dan 1 Helikopter, melaksanakan serial latihan di antaranya latihan Photoex, Mantak, Asuwex, Latnubika/ DCEX, Flag Hoist, dan Publikasi Taktis.
Usai latihan pendaratan amfibi di Pantai Ransiki, Koarmada III juga mengelar bakti sosial dan bakti kesehatan. Selain akti sosial dan dan bakti kesehatan, juga digelar beberapa kegiatan di antaranya pameran alutsista, karya bakti di Gereja Klasis Ransiki Jemaat Imanuel Warbiadi dan Masjid Bani Jibrin Indoryeki, serta pengobatan massal kepada masyarakat setempat.
Kegiatan ini mendapatkan respon positif dan antusias dari masyarakat setempat. Masyarakat merasa senang dan bersyukur bisa dibantu dan didatangi Prajurit TNI pada umumnya dan TNI AL pada khususnya.
Penyelenggaraan latihan tempur pendaratan amfibi, bakti sosial, dan bakti kesehatan merupakan salah satu program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, dalam pembangunan SDM TNI AL yang unggul, serta penyelarasan doktrin, operasi, latihan, dan sistem latihan yang fleksibel dan adaptif terhadap dinamika situasi terkini, serta kehadiran TNI AL diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar. (Riz/Oryza)











