- Bawa 1,3 Ton Narkoba, Kapal Berbendera Tanzania MV King Sun Disergap KRI Kerambit-627
- Wuiih.. Lele Bandung Mendunia, Tembus Pasar Taiwan
- Pembangunan Kapal Selam Scorpene Evolved Dimulai, Kasal Pimpin Pemotongan Baja Pertama
- Sistem Pemantauan & Ketertelusuran Perikanan Tuna Diperkuat, KKP Terapkan Mekanisme Berlapis
- Sujud Syukur, Operasi Terintegrasi TNI 2026 di Dabo Singkep Lancar dan Sukses
- Latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026, Dankodaeral IV Dampingi Menhan RI, Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan
- Rudal Kapal Perang TNI, Drone Kamikaze dan Pesawat Tempur Getarkan Laut Dabo Singkep
- Jelang Latihan di Laut Dabo Singkep, TNI AL Bermunajat Salat Hajat dan Santuni Anak Yatim
- Diklat Rampung, KKP Pastikan Ribuan SDM Siap Terjun Kelola Kampung Nelayan Merah Putih
- PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar, Pers Garda Terdepan Edukasi Publik Lawan Pinjol Ilegal
Wuiih.. Lele Bandung Mendunia, Tembus Pasar Taiwan

Keterangan Gambar : Penyerahan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Kelautan dan Perikanan (SMKHP) oleh Anggota Komisi IV DPR Dadang Naser didampingi Kepala Stasiun PPMHKP KKP Darwin Syah Putra menandai keberangkatan perdana lele asal Kabupaten Bandung ke Taiwan pada Kamis (6/8/2026). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANDUNG: Produk perikanan Indonesia semakin mendunia. Setelah sebelumnya belut asal Kalimantan menembus pasar Tiongkok, kini lele Bandung diekspor ke Taiwan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengantarkan lele marinasi hasil produksi UMKM (Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah) asal Bandung, Jawa Barat menembus pasar Taiwan.
Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan atau Badan Mutu KKP, Ishartini, mengatakan keberhasilan menembus pasar ekspor berkat pelaksanaan quality assurance dari hulu sampai hilir yang menjadi syarat pemenuhan ketentuan dan standar jaminan mutu di negara tujuan.
Baca Lainnya :
- Dorong Transparansi dan Kelancaran Logistik, IPC TPK Operasikan Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor0
- Lancarkan Logistik dan Transparansi, IPC TPK Operasikan Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor0
- Setetes Harapan, Donor Darah, di Hari Jadi IPC TPK Himpun 128 Kantong0
- Belut Kalimantan Naik Kelas ke Pasar Global, Tembus Ekspor Tiongkok0
- Pelindo: Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional0
"Komoditas lele Indonesia saat ini telah masuk dalam skema sertifikasi CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik, CPIB (Cara Penangkapan Ikan yang Baik) untuk hulu maupun SKP (Sertifikasi Kelayakan Pengolahan) dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) untuk hilir sehingga otoritas kompeten di tempat atau negara tujuan ekspor mengakui kualitasnya dan memberikan approval masuk pasar mereka," ungkap Ishartini dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Ekspor perdana 10,5 ton lele marinasi beku dari Bandung berlangsung di Pergudangan Ketapang, Kabupaten Bandung pada Kamis (6/8/2026). Produk olahan perikanan senilai Rp400 juta itu diproduksi eh PT. Asha Nuova International.
Ishartini menambahkan, lele marinasi saat ini menjadi produk perikanan asal Indonesia yang mulai digemari pasar global seperti ikan nila. Ekspor perdana ini merupakan batch pertama, dan pengiriman selanjutnya direncanakan meningkat menjadi 20 ton.
"Sudah dijadwalkan pada bulan depan (September 2026) menyusul produk dari ikan nila," tutur Ishartini.
Tingkatkan Volume
Kepala UPT Badan Mutu KKP Bandung, Darwin Syah Putra menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan volume dan nilai ekspor olahan ikan dari Jawa Barat. Terlebih KKP sedang menjalankan program kampung budidaya tematik yang siap menyokong produktivitas perikanan di hulu.
Salah satu caranya dengan mengarahkan Unit Pengolahan Ikan (UPI) pemegang sertifikasi mutu perikanan menjadi penampung produk UMKM perikanan di Jawa Barat. Sepanjang tahun 2025, ekspor perikanan dari Jawa Barat mencapai 1.800 ton dengan nilai mencapai Rp42 miliar.
"Kehadiran UPT kami di Jawa Barat terbukti mampu mengawal komoditas perikanan Jawa Barat mendunia dengan komoditas unggulan layur, cumi, tenggiri, sumpia udang, sotong, cunang, ikan nila dan sekarang tambah lele. Tujuan ekspornya ke Hongkong, Filipina, Kanada, Brunei, Jepang, Korea, Timor Leste, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan Tiongkok, lalu sekarang Taiwan," pungkasnya. (Arry/oryza)











