- Ladokgi TNI AL Peduli Kesehatan Lansia
- Setetes Darah untuk Kehidupan, Bakes Lanudal Jakarta di HUT ke-70 Penerbangan TNI AL
- Atraksi Budaya Nusantara Tim KJK 2026 di KRI Bima Suci Memukau Pejabat di Busan Korea Selatan
- 6 Pati TNI AL Berganti Jabatan
- Hari Lingkungan Hidup, PELNI Gelar Penghijauan dan Daur Ulang Limbah
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL Tiba di Busan, Bawa Misi Diplomasi Maritim Indonesia
- KKP Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
- KKP Sergap Kapal Asing MV Silver Island, Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
- Jelang Libur Sekolah 2026 Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Ternate
- Amanah Jabatan dan Rasa Malu
Sarasehan TNI AL, Kasal: Indonesia Emas Maju,Berdaulat Kekuatan Maritim dan Pertahanan Modal Utama

Keterangan Gambar : Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muhammad Ali saat membuka acara Sarasehan TNI AL hadir Sultan Hamengkubuwono X, Ketua PPAL Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji .Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), Indonesia emas sebagai negara nusantara yang berdaulat, maju dan berkelanjutan harus ditunjang dengan pembangunan kekuatan maritim dan pertahanan yang merupakan modal utama dalam pembangunan nasional.
Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muhammad Ali saat membuka acara Sarasehan TNI AL membahas pembangunan TNI AL di masa depan.
Baca Lainnya :
- Amankan KTT AIS di Bali, Rantis Lapis Baja dan Motor Kawal Diangkut 2 Kapal Perang dari Priok0
- TNI AL Kirim KRI Spica-934 Latma Survei Hidrografi Terkoordinasi dengan Australia0
- 7 Perwira Tinggi TNI AL Memasuki Purna Tugas,Kasal: Teruskan Nilai Keprajuritan 0
- Laksamana Muda TNI Rubiyanto,Jabat Inspektur Jenderal TNI AL0
- Ini Daftar 17 Perwira Tinggi TNI AL Yang Naik Pangkat0
“TNI AL harus mampu bertransformasi dengan cepat dalam aspek profesionalitas, serta pengembangan kapasitas melalui skema inovatif dalam proses akuisisi teknologi dengan prinsip spending to invest”, tegas Kasal
di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (2/10).
Sejumlah tokoh nasional dihadirkan dalam acara ini sebagai pembicara antara lain, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Ketua PPAL Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji yang juga merupakan Kasal periode 2018 hingga 2020, serta Deputi V KSP Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan Pertahanan Ibu Jaleswari Pramodhawardani.
Dikatakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam kesempatan ini bahwa, pembangunan berbasis maritim bukan sekadar retorika, melainkan harus menjadi kesadaran kolektif mengingat kondisi geografis Indonesia yang dua pertiga wilayahnya adalah lautan.
“Napoleon Bonaparte mengatakan, dasar politik negara berada dalam geografinya. Atas dasar itu, maka Indonesia harus menjadikan visi maritim sebagai light-star”, kata Gubernur Yogyakarta tersebut.
Sarasehan ini diselenggarakan bertujuan sebagai media refleksi atas segala pencapaian TNI AL sepanjang 78 tahun, Khususnya dalam rangka HUT TNI AL serta menyambut HUT TNI yang akan jatuh pada 5 Oktober mendatang.
Diskusi yang mengusung tema "Refleksi Dan Proyeksi Eksistensi Prajurit Jalasena Untuk Melaju Mewujudkan Indonesia Maju", diharapkan dapat menjadi sarana kontemplasi untuk menggali nilai historis dan lessons learned. Selanjutnya akan menjadi masukan dalam penyusunan road map pembangunan TNI AL yang mampu mendukung perwujudan visi Indonesia 2045.(Arry/Oryza)











