- Inovasi IPC TPK ReWear Project, Manfaatkan 209 Kg Seragam Bekas
- Dukung Peluang Pelindo Kerja Sama Internasional IPC TPK Terima Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
- KRI Bima Suci Sandar di Vladivostok Port Rusia, Atraksi Genderang Suling Jala Gita Disambut Meriah
- Kembangkan Pelabuhan Kolbano, Kemenhub Dapat Hibah Tanah dari Pemkab Timor Tengah Selatan
- Pemeriksaan Petikemas Dipercepat, Ini Komitmen 3 Intansi Menjaga dan Lancarkan Arus Logistik di Priok
- Bawa Sekilo Sabu di Termos dan 582 Pil Inex dari Malaysia, Nakhoda Disergap Tim Kodaeral IV dan Lanal TBK
- KKP Perkuat Penataan Pesisir dan Perairan di KEK Industropolis Batang
- KKP Gandeng SnackVideo Kembangkan SDM Kelautan Perikanan
- 1.300 Ikan Napoleon BB Penyelundupan Akhirnya Dilepas KKP ke Laut
- Kemenhub Gelar Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Pemanduan Kapal
Program TJSL 2024, ASDP Salurkan Rp8,1 Milyar untuk Pemberdayaan Masyarakat

Keterangan Gambar : PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus menunjukkan komitmen nyata sebagai bagian dari BUMN yang berpihak pada rakyat, melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang terstruktur dan berdampak luas. Foto: ASDP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Selama tahun 2024, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyalurkan total dana TJSL sebesar Rp 8,1 miliar di seluruh wilayah operasional, dengan fokus utama pada program yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus menunjukkan komitmen nyata sebagai bagian dari BUMN yang berpihak pada rakyat, melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang terstruktur dan berdampak luas.
Dari total anggaran tersebut, pilar lingkungan menyerap dana terbesar sebesar Rp 4 miliar, diikuti oleh pilar sosial sebesar Rp 3,1 miliar, dan pilar ekonomi Rp 943 juta.
Baca Lainnya :
- Laba Usaha Meningkat, Kinerja SPJM Semakin Melesat, Pendapatan Usaha Naik 16,87 % 0
- ASDP Gandeng KPK, Dirut: Komitmen Wujudkan BUMN Berintegritas0
- Konsistensi Audit Sistem Manajemen Terintegrasi, TTL Mantapkan Langkah Menuju Operasional Tangguh0
- Pendapatan 2024 Tembus Rp5 Triliun, ASDP: Bukti Tetap Tangguh di Tengah Tantangan Ekonomi0
- TPS Sambut Layanan Baru di Awal Semester II 2025, Koneksi dengan Pelabuhan Besar China0
Komposisi ini mencerminkan keberpihakan perusahaan terhadap agenda pembangunan hijau dan sosial yang menjadi prioritas bersama Kementerian BUMN dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa program TJSL bukan sekadar kewajiban korporasi, tetapi bagian dari strategi pembangunan nasional. “ASDP memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan lingkungan. TJSL kami arahkan pada hal-hal yang berdampak langsung, nyata, dan terukur bagi publik,” ujar Heru dalam keterangan tertulis, Senin (4/8/2025).
Pelaksanaan TJSL ASDP mengikuti kerangka kebijakan TJSL Prioritas BUMN yang ditetapkan oleh Kementerian BUMN, yang mencakup tiga pilar utama, yakni pendidikan, lingkungan, dan UMK (Usaha Mikro dan Kecil). Fokus ini diarahkan untuk mendukung berbagai agenda strategis nasional seperti pengentasan kemiskinan, penguatan UMKM, pemulihan lingkungan, serta pengembangan desa wisata dan ketahanan pangan.
Pada pilar lingkungan, ASDP menunjukkan kontribusi konkret terhadap pengendalian dampak perubahan iklim. Sepanjang 2024, perusahaan mencatat pengurangan emisi karbon sebesar 123.093 ton CO₂e, serta pemulihan ekosistem pesisir melalui program penanaman mangrove dan rehabilitasi terumbu karang di berbagai wilayah kerja.
Sebagai langkah inovatif, ASDP mengimplementasikan Reverse Vending Machine (RVM) untuk mendukung pengelolaan limbah plastik berbasis partisipasi publik. Kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN ini berhasil mengumpulkan 1,72 ton sampah plastik atau sekitar 92.334 botol, menyelamatkan 1.458 m² ruang lingkungan, dan menekan emisi karbon hingga 9.000 kilogram.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah kecil yang kami lakukan, termasuk dalam pengelolaan sampah, bisa menjadi bagian dari solusi nasional dalam menghadapi krisis iklim,” ungkap Heru.
Pemberdayaan UMKM
ASDP juga aktif mendorong pemberdayaan pelaku usaha kecil melalui program pelatihan dan pendampingan hukum, termasuk penerbitan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi UMKM di wilayah operasional seperti Banyuwangi. Langkah ini menjadi strategi penting untuk mendorong pelaku UMK naik kelas dan melindungi produknya di pasar global.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan kanal pemasaran inovatif melalui Vending Machine UMKM yang mendukung distribusi dan promosi produk mitra binaan secara digital dan terukur. Program ini sejalan dengan prinsip inklusivitas ekonomi dan mendukung tercapainya SDG 8, 9, dan 17, yakni pekerjaan layak, pembangunan infrastruktur, serta kemitraan untuk pembangunan.
Menurut Heru, keberhasilan program TJSL tidak diukur dari besar anggaran semata, melainkan dari seberapa luas dampak yang dihasilkan. “Kami percaya bahwa keberhasilan korporasi tidak hanya soal profit, tetapi juga seberapa besar kontribusinya dalam membangun peradaban. TJSL adalah wajah humanis ASDP sebagai BUMN yang hadir untuk rakyat,” tandas Heru. (Arry/Oryza)











