- Singgah Perdana di Pelabuhan Donggala, KM Dorolonda Perkuat Konektivitas Sulawesi Tengah
- Insiden KM Lawit di Ende, PELNI Siapkan Alternatif Transportasi Layani Penumpang Terdampak
- Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Rp3,48 T Digagalkan, Kapolri: 5,8 Juta Penduduk Terselamatkan
- Buoy dan Oil Boom Terpasang di Lokasi Bangkai KMP Batumandi, ASDP Perkuat Penanganan
- Pelindo-Jamdatun Kerja Sama Pemahaman Kepatuhan Hukum
- Merajut Masa Depan, Pelindo Terminal Petikemas Bekali Keterampilan Anak Binaan LPKA Kelas I Blitar
- Stok Beras Nasional 4,56 juta ton, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
- Menaker Minta Kuota MagangHub BRI Diperluas
- Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo: Kita di Jalur yang Benar
- Zero Kendaraan ODOL 2027, Pelabuhan Tanjung Perak Lokasi Uji Coba Penertiban
Singgah Perdana di Pelabuhan Donggala, KM Dorolonda Perkuat Konektivitas Sulawesi Tengah

Keterangan Gambar : PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) resmi memulai pelayanan di Pelabuhan Donggala, Sulawesi Tengah melalui singgah perdana KM Dorolonda pada Sabtu (31/10/2026) pagi. Foto: PELNI
Indonesiamaritimenews.com (IMN), DONGGALA: PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) resmi memulai pelayanan di Pelabuhan Donggala, Sulawesi Tengah melalui singgah perdana KM Dorolonda pada Sabtu (31/10/2026) pagi.
Kehadiran KM Dorolonda ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi laut sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya.
Momentum singgah perdana KM Dorolonda disambut oleh Bupati Donggala, Vera Elena Laruni; Wakil Bupati Donggala, Taufik Muhammad Burhan; Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Rustam Efendi; Kepala Cabang PELNI Palu, Christian Moreys Nainggolan; Plt. Kepala KSOP Kelas II Teluk Palu, Marcelius Singki; jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Donggala, serta tokoh masyarakat setempat.
Baca Lainnya :
- Insiden KM Lawit di Ende, PELNI Siapkan Alternatif Transportasi Layani Penumpang Terdampak0
- Buoy dan Oil Boom Terpasang di Lokasi Bangkai KMP Batumandi, ASDP Perkuat Penanganan0
- Zero Kendaraan ODOL 2027, Pelabuhan Tanjung Perak Lokasi Uji Coba Penertiban0
- Ini Dilakukan NPCT1 Melangkah Satu Dekade Kinerja Tumbuh dan Kuat0
- IMO dan Delegasi Jepang Tinjau Fasilitas Kendali Terpusat IPC TPK0
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda mengatakan penambahan Pelabuhan Donggala dalam rute KM Dorolonda merupakan bagian dari upaya PELNI memperluas jangkauan layanan dan memberikan kemudahan akses transportasi laut bagi masyarakat.
“Dengan mulai disinggahinya Pelabuhan Donggala, masyarakat memiliki pilihan perjalanan yang lebih luas untuk terhubung dengan berbagai daerah. Kami berharap layanan ini dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di Donggala dan wilayah sekitarnya,” ujar Ditto.
Ditto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Donggala, KSOP Kelas II Teluk Palu, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pelayanan perdana KM Dorolonda di Pelabuhan Donggala.
“Dukungan dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam kelancaran pelayanan ini. Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berjalan dengan baik sehingga kehadiran layanan PELNI di Donggala memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambah Ditto.
Kapasitas 2.000 Penumpang
Pada singgah perdana ini, KM Dorolonda tiba di Pelabuhan Donggala pukul 07.05 WITA dan bertolak menuju Bitung pada pukul 09.00 WITA.
Adapun KM Dorolonda melayani 222 penumpang turun di Donggala dan 107 penumpang naik, sementara 968 penumpang lainnya merupakan penumpang lanjutan. Dengan demikian, KM Dorolonda melanjutkan pelayaran dengan total 1.075 penumpang di atas kapal (on board).
Sebagai informasi, KM Dorolonda merupakan kapal penumpang milik PELNI dengan kapasitas sekitar 2.000 penumpang yang melayani rute Surabaya–Balikpapan–Donggala–Bitung–Ternate–Sorong–Manokwari–Nabire–Serui–Jayapura (PP).
PELNI berkomitmen akan terus berupaya meningkatkan layanan transportasi laut dan memperkuat konektivitas antardaerah guna mendukung mobilitas masyarakat serta pemerataan akses transportasi di Indonesia.
PELNI sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 83 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 17 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (Arry/Wa)











