- Perkuat Pengawasan Muatan Berbahaya, Ditjen Hubla Tingkatkan Kompetensi Marine Inspector
- Mutu Terjamin, Ikan Tuna Sulawesi Tengah Tangguh Menembus Pasar Ekspor
- KM Tidar Turunkan Barang Bantuan Gelombang Kedua di Pelabuhan Lorens Say Maumere
- Hadapi Peluang Green Jobs, Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja
- Kodaeral XI Musnahkan 1,4 Juta Batang Rokok Ilegal di Merauke
- Tiba di Vladivostok Rusia, Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan di Eastern Economic Forum ke-11
- Diduga Jaringan Narkoba, Kapal MT ASHLEY Disergap KRI Pulau Rangsang-727 di Perairan Bintan
- HPN 2027 di Lampung Digelar Inklusif dan Kolaboratif, Begini Sejarah Lahirnya Hari Pers
- Pasmar 2 Gelar Maulid Nabi, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dalam Pengabdian
- Kemnaker dan PT PKSS Perluas Akses Kesempatan Kerja
Menhub Cek Kesiapan Bandara Ngloram
Citilink menjadi Penerbangan Komersial Perdana

Keterangan Gambar : Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek kesiapan fasilitas Bandara Ngloram, jelang dibukannya penerbangan komersial.
IMN-indonesiamaritimenews.com, BLORA: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek kesiapan fasilitas Bandara Ngloram, jelang dibukannya penerbangan komersial.Citilink akan melakukan penerbangan perdana, di bandara yang berada di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah tersebut.
Menhub mengatakan, pada 26 November 2021 akan dilakukan penerbangan perdana di Bandara Ngloram. “Rencananya Citilink yang akan melakukan penerbangan perdana,” kata Menhub, Rabu (10/11).
Kedatangannya ke Bandara Ngloram, lanjut Menhub, untuk mengecek kesiapan sejumlah fasilitas bandara, baik di sisi udara seperti: landasan pacu, pagar pengaman, mobil pemadam kebakaran, dan lain sebagainya, maupun di sisi darat seperti: bangunan terminal penumpang, dan fasilitas lainnnya. Dia ingin memastikan fasilitas bandara telah memenuhi aspek keselamatan jelang dibukannya penerbangan komersial.
Baca Lainnya :
Menurut Menhub, ia sudah melihat bangunan terminalnya dan indah sekali, karena pembangunannya dilakukan oleh arsitek pemenang sayembara desain bandara. "Insha Allah pada saatnya nanti sudah beroperasi, dapat berjalan dengan baik. ” harap Budi Karya.
Menhub mengungkapkan, pemerintah tengah membangun suatu konektivitas di daerah-daerah maupun kota-kota kecil di Pulau Jawa, salah satunya dengan membangun bandara yang bisa didarati pesawat jenis ATR-72. Tujuannya agar jangkauan dari dan ke daerah-daerah tersebut lebih merata.
“Contohnya dari Jakarta – Cepu, Jakarta – Cilacap, atau Jakarta – Pangandaran bisa ditempuh lebih cepat menggunakan pesawat. Ini membuat konektivitas lebih pasti dan pengembangan di daerah juga lebih merata,” tutur Menhub.
Bandara Ngloram mulai dibangun oleh Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara sejak tahun 2018 s.d 2021. Sebelumnya Bandara Ngloram adalah bandara milik PT Pertamina yang dibangun untuk menunjang operasional perusahaan dan sudah tidak beroperasi lagi sejak tahun 1984.
Saat ini, Bandara Ngloram memiliki landas pacu (runway) sepanjang 1500 m x 30 m, taxiway 142 mx23 m, Apron 90 m x60 m dan Terminal Penumpang seluas 3.526 m². Dalam pembangunannnya, melibatkan masyarakat sekitar melalui program padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja.











