Breaking News
- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
Lieus Sungkharisma Meninggal Dunia, Fadli Zon: Aktivis yang Berani Bicara dan Bersikap

Keterangan Gambar : Lieus Sungkharisma. Foto: instagram
Indonesiamaritimenews.com ( IMN)JAKARTA: Aktivis yang dikenal vokal, Lieus Sungkharisma meninggal dunia. Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) itu dikabarkan meninggal dunia karena sakit jantung.
Informasi yang dihimpun indonesiamaritimenews.com Lieus menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (24/1/2023) malam di RS Pondok Indah, Bintaro, akibat. Jenazahnya kemudian dibawa menuju Rumah Duka Heaven di Pluit, Jakarta Utara.
Lieus terakhir kali tampil di hadapan publik pada Senin (16/1) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, pada acara peringatan 49 tahun Peristiwa Malari dan ulang tahun ke-23 Indemo. Di acara itu Lieus ikut berorasi.
Meninggalnya Lieus membawa kesedihan bagi teman-teman aktivis serta politisi yang mengenal dekat pria tersebut. Fadli Zon, anggota DPR RI yang juga Waketum Partai Gerindra mengungkapkan rasa sedihnya di twitter.
"Selamat jalan Bro Lieus Sungkharisma, aktivis yang berani bicara dan bersikap. Sungguh sedih dan merasa kehilangan," tulis Fadli Zon di akun twitternya @fadlizon. "Saya mengenalnya sejak 1992, ketika almarhum menjadi Ketum Gemabudhi. RIP Bro Lieus," imbuhnya.
Ketua GP Mania Immanuel Ebenezer atau Noel juga mengungkapkan rasa sedih. "Iya, ikut bersedih," kata Noel yang pernah beberapa kali membuat konten YouTube bersama Noel.
Seperti diketahui, Lieus dikenal sebagai aktivis yang vokal. Ia sering turun ke jalan ikut berdemo bersama beberapa ormas menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Ia juga kerap bergabung falam kegiatan alumni 212.
Lieus juga membela mantan Menpora Roy Suryo yang tersandung kasus pidana penghinaan terhadap Presiden Jokowi. Roy dipidana karena membuat meme patung stupa berwajah Presiden Jokowi. (Fat/Oryza)
Write a Facebook Comment











