- Kejati dan Pelindo Regional 2 Bengkulu MoU, Fondasi Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan
- Little Harbour di Pelindo Regional 2, Dermaga Aman untuk si-Kecil, Orang Tua Tenang Bekerja
- Kapal Tanker Global 168 Bawa 1 Ton Ketamine Disergap Polri dan BNN di Selat Malaka
- Security, Security, Security, Akhirnya, KMP Batumandi Terbalik dan Tenggelam
- Permanent Make Up Indonesia Festival 2026, Wamenaker Tekankan Pentingnya Sertifikasi Profesi
- Tuntas Pemadaman KMP Batumandi, Kemenhub Kerahkan KN Trisula P.111 untuk Pendinginan
- IPC TPK Gandeng Mitra Operasional Deklarasi Pelabuhan Bersih Bebas Pungli
- Heboh Lagi Kebakaran Kapal Berbendera Indonesia: Analisis Kasus Kebakaran KMP Batumandi
- Kondisi Kapal KMP Batumandi Kini, Penanganan Korban Luka Bakar, Anak-anak dan Lansia
- Menhub Minta Polri-KNKT Usut Kebakaran KMP Batumandi, Kapolri: Kami akan Selidiki
Lampung dan Banten Diguyur Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Keterangan Gambar : Hujan abu vulkanik di Lampung pada Sabtu (5/9/2026) malam. Foto amatir warga.
Indonesiamaritimenews.com (IMN), LAMPUNG: Pascaerupsi gunung Anak Krakatau, dua provinsi yakni Lampung dan Banten diguyur abu vulkanik. Hujan abu mulai menyebar sejak Sabtu (5/9/2026) siang, lalu malamnya semakin kencang.
Di Lampung serbuan abu vulkanik bukan hanya menyebar di wilayah pesisir Lampung Selatan yang lokasinya dekat dengan Anak Krakatau seperti di Bakauheni atau Kalianda. Hujan abu juga menyebar di Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Pesawaran dan Pringsewu pada Sabtu malam.
Warga Lampung pun banyak yang merekam peristiwa hujan abu yang mengguyur wilayah mereka. Dalam sebuah rekaman video warga tampak derasnya hujan abu di daerah Pringsewu Lampung pada Sabtu malam.
Baca Lainnya :
- Gunung Anak Krakatau Erupsi Muntahkan Lava Pijar, Warga Pesisir Banten Panik0
- Podcast PWI CHANNEL Resmi Diluncurkan, Wamen Komdigi Angga Raka Tampil Perdana0
- Pos Binpotmar Pegatan-Tim Gabungan Selamatkan Kapten dan ABK TB Armada Jaya 110
- Kapal TB Armada Jaya 11 Bawa 7 ABK Tenggelam di Perairan Katingan Kalteng0
- KM Tidar Turunkan Barang Bantuan Gelombang Kedua di Pelabuhan Lorens Say Maumere0
Di Kota Metro Lampung, hujan abu vulkanik mulai menyerbu sekitar pukul 21.00 WIB. Warga yang berada di luar rumah terkejut ketika ada debu berjatuhan dari udara.
"Waktu itu saya belum tidur ke halaman belakang rumah sebentar mau ngambil jemuran. Saya kaget kok tangan saya kayak berdebu, besi jemuran juga berdebu," cerita Hensi kepada indonesiamaritimenews.com saat dihubungi.
"Debunya terasa beda dengan debu biasa. Halus tapi agak tajam," sambung ibu rumah tangga ini.
Jaya, warga lainnya mengatakan ia baru sadar ada hujan abu saat akan memasukkan sepeda motor ke dalam rumah. "Kaget saya, kok tiba-tiba motor jadi kotor penuh debu. Mata saya juga jadi perih. Rupanya hujan abu," tukas pemuda Lampung ini.
Di Banten hujan abu juga dirasakan warga Banten pada Sabtu malam. Salah satu warga, Ny. Sari mengatakan awalnya heran melihat koleksi tanaman bunga miliknya diselimuti debu. Begitu pula barang-barang lain di luar rumah. "Anak saya bilang ada hujan abu Gunung Anak Krakatau," ungkap Sari.
Serbuan hujan abu membuat warga Lampung dan Banten waspada akan dampaknya. Mereka menutup pintu dan jendela rapat-rapat dan tidak keluar rumah bila tak ada keperluan.
Seperti diketahui, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu subuh. Lava pijar dan lava air mancur keluar dari mulut Anak Krakatau. Pemerintah mengeluarkan larangan kepada warga untuk tidak mendekat pada radius 5 kilometer. (Han/Mar)











