- KMP Putri Yasmin Terbakar, Situasi Mencekam Saat Penumpang Terombang-ambing di Laut
- KMP Putri Yasmin Terbakar, TNI AL Kerahkan 2 Kapal, 17 Korban Dievakuasi
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Bawa 131 Penumpang
- 1.286 Telur Penyu Diselamatkan di Sambas, KKP: Dukung Kelestarian Ekosistem Laut
- FIFA ASEAN Cup 2026, Polri Siapkan Pengamanan Ketat
- Jalasenastri Run 2026, Ribuan Peserta Disuguhi Pemandangan Kapal Perang Koarmada II
- 46.160 Peserta MagangHub Angkatan II Batch 1 Mulai Bekerja
- Program Pelindo Peduli, 100 Lansia dan 100 Balita Cek Kesehatan Gratis
- Didukung PELNI, 105 Siswa dari Pedalaman Papua Menuju Jakarta Melanjutkan Pendidikan
- HUT ke-I Kodaeral 2026, Bersama Rakyat Mengawal Samudera Nusantara
KMP Putri Yasmin Terbakar, Situasi Mencekam Saat Penumpang Terombang-ambing di Laut

Keterangan Gambar : KMP Putri Yasmin terbakar, para penumpang terombang-ambing di laut sebelum mendapat pertolongan. Foto: Basarnas
Indonesiamaritimenews.com (IMN), LOMBOK: Ratusan penumpang KMP Putri Yasmin rute Bali-Lombok terombang-ambing selama berjam-jam di laut perairan Selat Lombok sebelum mendapat pertolongan, Rabu (12/8/2026) pagi.
Kejadian mencekam tersebut dialami Ara penumpang sebelum mereka mendapat pertolongan dari Tim SAR dan kapal-kapal yang ada di sekitar lokasi kejadian. Para penumpang kapal harus bertahan hidup terombang-ambing di tengah ombak tinggi.
Basarnas Lombok Barat melaporkan satu orang penumpang tewas, sementara ratusan korban lain dievakuasi ke Lombok dan Bali. Berdasarkan manifest kapal, KMP Putri Yasmin membawa 131 orang terdiri dari 114 penumpang dan 17 awak kapal. Namun jumlah ini belum bisa dipastikan dengan data sesungguhnya.
Baca Lainnya :
- KMP Putri Yasmin Terbakar, TNI AL Kerahkan 2 Kapal, 17 Korban Dievakuasi0
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Bawa 131 Penumpang0
- Didukung PELNI, 105 Siswa dari Pedalaman Papua Menuju Jakarta Melanjutkan Pendidikan0
- Menaker Yassierli: Budaya Inovasi Penting untuk Tingkatkan Kualitas Layanan0
- PWI Pimpin Delegasi Media Arus Utama Indonesia Kunjungi Tiongkok, Simak Laporannya0
Sebelum insiden terjadi, kapal milik PT Jembatan Lautan (Jemla) tersebut bertolak dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan ASDP Lembar, Kabupaten Lobar, sekitar pukul 02.00 WITA. Dalam perjalanan, tepatnya di sekitar perairan Tanjung Pandanaan, Bangko-Bangko, sekitar pukul 04.00 tiba-tiba api muncul diduga dari salah satu kendaraan di lambung kapal.
Awak kapal berusaha memadamkan kebakaran, namun api dengan cepat berkobar. Para penumpang berebut menyelamatkan diri menggunakan pelambung sebelum pertolongan dari kapal-kapal lain berdatangan.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal menjadi prioritas mutlak.
"Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian," kata Muhamad Hariyadi.
Tim SAR juga mengerahkan KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, Kapal Yacht "No Comment" dan "Still Here", speedboat dan perahu karet. Sejumlah kapal yang sedang melintas juga ikut melakukan pertolongan seperti KMP Salindo dan KMP Parama Kalyani.
Upaya evakuasi juga diperkuat oleh tim dari TNI AL yang mengerahkan dua kapal petroli, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lobar, dan nelayan setempat.











