- Cari 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Gunung Anak Krakatau, TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang
- Kapal Perang KRI Lepu-861 Awasi Gunung Anak Krakatau, Lanal Lampung Siaga SAR
- Markas TNI AL dan Paguyuban Hiu Kencana Gelar Seminar Hiu Kencana Tahun 2026
- Customer Rafting IPC TPK di Cisadane Bogor, Momen Rekreasi Bersama Pengguna Jasa
- Indonesiamaritimenews Sabet Juara Anugerah Jurnalistik MHT 2026 Kategori Tajuk Rencana
- Rp 14,8 M Diselamatkan, KKP Tangkap Kapal Ikan Filipina dan Tertibkan 25 Unit Rumpon Ilegal di Perairan Perbatasan
- Erupsi Gunung Anak Krakatau, KKP Imbau Nelayan dan Masyarakat Pesisir Waspada
- Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Priok Tetap Operasional 24 Jam
- Abu Vulkanik Anak Krakatau Bahayakan Kesehatan, Lanal Banten Bagi-bagi Masker
- Gunung Anak Krakatau Meletus, Lanal Lampung Bagikan Masker
Kapal Perang KRI Lepu-861 Awasi Gunung Anak Krakatau, Lanal Lampung Siaga SAR

Keterangan Gambar : Lanal Lampung di bawah Komando Armada I (Koarmada I), TNI AL mengerahkan unsur kapal perang KRI Lepu-861 untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), LAMPUNG: TNI AL bergerak cepat merespons peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Melalui jajaran Lanal Lampung di bawah Komando Armada I (Koarmada I), TNI AL mengerahkan unsur kapal perang KRI Lepu-861.
Kapal perang ini dikerahkan guna memantau situasi keamanan navigasi pelayaran sekaligus menyiagakan personel Search and Rescue (SAR) serta bantuan logistik bagi masyarakat pesisir di sekitar perairan Selat Sunda, Selasa (8/9/226).
Komandan Lanal (Danlanal) Lampung, Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan berkoordinasi dengan Asops Danguspurla Koarmada I dan Komandan KRI Lepu-861 guna melaksanakan peninjauan langsung di lapangan sebelum kapal merapat di Pelabuhan Panjang, Lampung.
Baca Lainnya :
- Markas TNI AL dan Paguyuban Hiu Kencana Gelar Seminar Hiu Kencana Tahun 20260
- Gunung Anak Krakatau Meletus, Lanal Lampung Bagikan Masker0
- Keren, Formasi Laut Kapal Perang TNI AL dan Maritim Amerika di Laut Banten0
- 4 Kapal Perang TNI AL dan US Navy Dikerahkan di Perairan Jawa, Ada Apa ?0
- Navy Brotherhood, Kapal Perang TNI AL dan Tentera Malaysia Jaga Selat Malaka0
Hasil pengamatan visual KRI Lepu-861 pada jarak 1,5 mil laut dari lokasi, dilaporkan erupsi masih terjadi. Gunung tertutup kabut tebal dengan jarak pandang di sekitar area kurang lebih 3 mil laut, tinggi gelombang tercatat 0,5 - 1 meter dengan arah angin dari selatan ke utara pada kecepatan 7–10 knot.
Sebaran abu vulkanik masih terpantau hingga radius 6 mil laut sehingga diimbau untuk diwaspadai oleh kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda karena berpotensi mengganggu jalur navigasi.
TNI AL terus memantau perkembangan situasi dari dekat guna memastikan jalur pelayaran tetap aman sekaligus menyiapkan langkah mitigasi cepat bagi masyarakat perairan pesisir. Selain itu, sinergi darat dan edukasi keamanan nelayan tidak hanya di perairan, aksi tanggap darurat juga digelar di darat secara kolaboratif oleh personel Lanal Lampung, Lanal Banten, dan Brigif 4 Marinir/BS.
Langkah-langkah yang telah dan masih terus dilaksanakan hingga saat ini meliputi pembagian masker, alat keselamatan, dan swim vest kepada masyarakat dan perwakilan nelayan sekaligus memberikan imbauan keselamatan melaut, koordinasi lintas instansi secara update bersama BPBD, Basarnas dan instansi maritim terkait lainnya.
Aksi tanggap darurat unsur TNI AL ini merupakan wujud nyata penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali sebagai bentuk wujud kesiapsiagaan TNI AL dalam merespons kondisi darurat yang terjadi di wilayah Indonesia. Hal ini juga menjadi bukti nyata implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) serta kehadiran prajurit TNI AL senantiasa membawa manfaat, memberikan solusi, serta membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah kerjanya.
Seperti diketahui, Gunung Anak Krakatau mengalami
erupsi pada Jumat (4/9/2020). Gunung yang terletak di Selat Sunda ini memuntahkan lava pijar dan lava air mancur (lava fountain). Pascaerupsi, hujan abu melanda wilayah Provinsi Lampung, Banten dan wilayah Jabodetabek. Imbasnya, Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Radin Inten II Lampung ditutup selama dua hari. (Arry/Mar)











