- Operasi Trisila-26, KRI Dorang-847 Lego Jangkar Bagikan Sembako ke Nelayan Pulau Wamar
- KSOP Kelas II Cirebon dan PT. Langgeng Jaya Maritim Teken Kerja Sama, Apa Saja ?
- Cegah Kasus Hukum, Terminal Teluk Lamong Gandeng Kejari Tanjung Perak
- Bakti Sosial TNI AL di Papua, Masyarakat Antusias Periksa Kesehatan Gratis
- 3.350 Paket Sembako Pelindo Regional 2 Tanjung Priok untuk Pekerja & Masyarakat Sekitar Pelabuhan
- Jalin Kebersamaan Nuansa Ramadhan Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Stakeholder
- Arus Logistik Jelang Lebaran 2026 Melonjak, Ini Strategi Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
- Kemenhub Kerahkan 841 Kapal Angkutan Lebaran 2026, Kapasitas 3,2 Penumpang
- Sindikat Penyelundup Sisik Trenggiling Senilai Rp180 Miliar di Pelabuhan Tanjung Priok Dibongkar Pet
- Pelindo Regional 2 Pelabuhan Ciwandan Uji Sandar Kapal, Persiapan Hadapi Mudik Lebaran 2026
Ekspedisi Rupiah Berdaulat Naik KRI Tatihu-853, TNI AL dan BI Jelajahi Wilayah Terluar Papua

Keterangan Gambar : TNI AL dan Bank Indonesia (BI) dalam kembali melaksanakan kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Papua 2025 yang dilepas di Mako Satrol Lantamal X Jayapura, Jumat (16/5/2025). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), PAPUA: Tugas TNI Angkatan Laut tidak hanya dari aspek pertahanan militer saja dalam menjaga kedaulatan bangsa. Salah satunya melalui peran strategis dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional.
Hal ini diwujudkan melalui sinergi bersama antara TNI AL dan Bank Indonesia (BI) dalam pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Papua 2025 yang berlangsung di Mako Satrol Lantamal X Jayapura, Jumat (16/5/2025).
Baca Lainnya :
- Lawatan ke Uni Arab Emirates, Kasal dan Commander of The UAE Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Latihan0
- Presiden Prabowo dan PM Australia Anthony Albanese Sepakat Tingkatkan Kemitraan Strategis0
- Momen Akrab Presiden Prabowo Temui PM Australia Anthony Albanese di Hotel0
- Lawatan ke Turki, Kasal Tinjau Langsung Pembangunan 2 Kapal Cepat Rudal Full Combat Pesanan TNI AL0
- Presiden Prabowo Dianugerahi Bintang Kebesaran Tertinggi Brunei Darussalam0
Menggunakan KRI Tatihu-853, ekspedisi ini akan berlayar menjangkau lima pulau terluar di Papua yaitu Bromsi, Padaidori, Bras, Numfoor, dan Yapen. Selama tujuh hari ke depan, perjalanan sejauh 1.773 mil laut itu akan membawa uang Rupiah, harapan, dan edukasi ke tengah masyarakat.
BI menyiapkan Rp14,8 miliar uang tunai untuk kegiatan ini. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun lebih dari itu, ekspedisi ini juga akan membawa semangat kebangsaan melalui edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Kegiatan Ekspedisi Rupiah juga diisi dengan kegiatan pembagian perlengkapan sekolah untuk anak-anak, serta kunjungan pelajar ke kapal perang sebagai simbol kedekatan TNI dengan rakyat.
Komandan Lantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Freddy JH Pardosi dalam sambutannya menyampaikan, kehadiran TNI AL dalam ekspedisi ini bukan sekadar tugas pengawalan.
"Kami hadir bukan hanya membawa kapal, tapi membawa pesan bahwa negara hadir. Ini adalah bentuk nyata bahwa kedaulatan itu juga soal ekonomi. Jika kita bicara tentang menjaga NKRI, maka kehadiran Rupiah di pelosok pun bagian dari tugas kami," ucapnya.
Menjaga Rupiah
Pelaksanaan ERB Papua 2025 juga menjadi bagian dari Festival Cenderawasih (FESCEN) yang akan digelar 13–15 Juni mendatang, sebagai rangkaian literasi keuangan dan ekonomi yang menyasar masyarakat luas.
Sejak pertama kali digelar pada 2012, Ekspedisi Rupiah Berdaulat telah menyambangi 655 pulau 3T di seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, pesan yang disampaikan tetap sama: menjaga Rupiah adalah menjaga Indonesia.
Brigjen Freddy menyatakan, kolaborasi antara TNI AL dan BI ini menjadi bukti nyata bahwa TNI AL hadir bersama rakyat, untuk rakyat, dan demi tegaknya kedaulatan Indonesia hingga ke wilayah terluar Nusantara.
Hal tersebut juga tentunya sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bahwa TNI AL tidak hanya bertugas menjaga wilayah perairan, tetapi juga bertanggung jawab menjaga negara melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat, termasuk dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan memastikan distribusi Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. (Arry/Oryza)











