Paus Sperma 9,8 Meter Mati Terdampar di Ternate, Dikubur Pakai Escavator

By Indonesia Maritime News 14 Sep 2026, 04:39:34 WIB Kelautan dan Perikanan
Paus Sperma 9,8 Meter Mati Terdampar di Ternate, Dikubur Pakai Escavator

Keterangan Gambar : Paus sperma sepanjang 9,8 mati terdampar di Pantai Afe-Taduma, Kelurahan Afe-Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara. Penguburan dilakukan menggunakan escavator. Foto: KKP


Indonesiamaritimenews.com (IMN), TERNATE: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bergerak cepat menangani paus sperma yang ditemukan terdampar di pesisir Pantai Afe-Taduma, Kelurahan Afe-Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara.

Penanganan dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat, mulai dari identifikasi, pengukuran morfometrik, hingga penguburan bangkai mamalia laut tersebut.

Laporan mengenai paus terdampar diterima Tim Balai Pengelolaan Kelautan (PK) Kupang Satpel Sorong Wilker Ternate dari masyarakat pada Selasa (8/9). Tim kemudian segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat setempat.

Baca Lainnya :

“Kami sangat mengapresiasi jajaran Pemerintah Kota Ternate dan masyarakat yang sigap melaporkan kejadian ini. Kesadaran dan sinergi berbagai pihak di lapangan sangat membantu proses identifikasi hingga penguburan bangkai paus berjalan lancar sesuai prosedur,” ujar Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Kupang, Imam Fauzi dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Berdasarkan hasil identifikasi dan pengukuran morfometrik di lokasi, paus sperma tersebut berjenis kelamin betina dengan kondisi pembusukan sedang (kode 3) dan kulit bagian luar telah mengelupas. Paus memiliki panjang total 9,8 meter, lingkar badan 6,6 meter, panjang sirip dada 75 sentimeter, panjang sirip punggung 40 sentimeter, dan panjang ekor 2,8 meter.

Mengingat ukuran tubuh yang cukup besar, proses penanganan menggunakan alat berat berupa ekskavator untuk memindahkan bangkai sekaligus menggali lubang penguburan. Bangkai paus kemudian dikuburkan di sekitar lokasi penemuan untuk memudahkan pemantauan dan pengecekan berkala pascapenguburan.

Sebagai informasi, pelaporan dari masyarakat dan kolaborasi lintas sektor dalam merespons kejadian mamalia laut terdampar sangat penting untuk memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan tepat, sekaligus mendukung pemantauan kondisi biota laut di wilayah pesisir. (Han/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook