- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Beasiswa Pendidikan KKP, Solusi Membantu Pengentasan Kemiskinan di Pesisir

Keterangan Gambar : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melantik 295 orang siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM), satuan pendidikan menengah lingkup KKP, Tahun Ajaran 2025/2026. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melantik 295 orang siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM), satuan pendidikan menengah lingkup KKP, Tahun Ajaran 2025/2026.
Pelantikan secara hybrid di SUPM Tegal, Jawa Tengah, Selada (4/11/2025). Para siswa berasal dari lima sekolah di lima kota berbeda, yang berada di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), KKP.
Dari 555 peserta didik satuan menengah lingkup KKP itu, siswa yang dilantik terdiri dari:
- 60 orang dari SUPM Ladong, Aceh;
- 40 orang dari SUPM Pariaman, Sumatra Barat;
- 58 orang dari SUPM Kotaagung, Lampung;
- 59 orang dari SUPM Tegal, Jawa Tengah;
- 78 orang dari SUPM Waiheru, Maluku.
Baca Lainnya :
- KKP Luncurkan RAN Pengelolaan Perikanan Skala Kecil, Dongkrak Ekonomi Nelayan0
- Bangun Karakter dan Wawasan Bahari, 500 Mahasiswa Ikuti Sailing Camp Berlayar Bersama TNI AL0
- Punya Cita Rasa Khas, Udang Indonesia Kembali Diserap Pasar AS, Ekspor Triwulan III Naik 16,3 Persen0
- Indonesia Melangkah Jadi Pencipta Inovasi Kelautan, KKP Gandeng Tiongkok Kembangkan SDM0
- Menteri Trenggono Boyong Raffi Ahmad dan Ariel Cs Tinjau Budidaya Ikan Nila Salin di Karawang0
Para peserta didik merupakan anak pelaku utama kelautan dan perikanan. Mereka anak-anak nelayan, pembudidaya, pengolah, dan pemasar ikan, serta petambak garam.
Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Alan Frendy Koropitan mengatakan pendidikan kepada anak-anak nelayan dan pekerja kelautan dan perikanan, adalah wujud dari perhatian negara.
“Ini adalah wujud perhatian negara melalui KKP, lebih spesifik lagi saya katakan melalui UU Nomor 7/2016, yaitu pemberdayaan dan perlindungan nelayan, pembudidaya, pengolah, dan pemasar ikan serta petambak garam skala kecil,” ujar Alan Frendy Koropitan dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Dijelaskan Alan, KKP juga diberikan tugas melalui Bapenas dalam hal pengentasan kemiskinan. Dari 200-an Kabupaten/Kota se-Indonesia yang tergolong miskin ekstrim itu kurang lebih 70 persennya berada di pesisir.
"Makanya yang terpilih ini selain dalam konteks pemberdayaan perlindungan nelayan kecil beserta keluarganya, di situ disebutkan ada bantuan beasiswa, juga kita berharap akan menjadi agen-agen perubahan di masa depan untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan,” sambung Alan.
Peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir ini bukan hanya teori. Pihaknya mendata dari tahun 2018-2024 jumlah lulusan SUPM yang bekerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam negeri sekitar 2.799 orang, DUDI luar negeri sekitar 1.348, melanjutkan kuliah sekitar 1.000 orang, berwirausaha hampir 500 orang, dan menjadi ASN/TNI/Polri sekitar 128 orang.
“Sebagai contoh nyatanya, lulusan SUPM Tegal bekerja di luar negeri, uangnya ditabung untuk wirausaha, kemudian setelah pulang mereka juga membuka jalan bagi adik-adiknya untuk bekerja ke luar negeri, dan ini menjadi siklus yang sangat baik untuk memberdayakan lulusan dan mengentaskan kemiskinan," ungkap Alan.
"Jadi ketika adik-adik dinyatakan lolos masuk ke SUPM, gunakanlah tanggung jawab itu sebaik-baiknya. Dan kelebihan KKP itu para lulusan dibekali sertifikat keahlian dan kompetensi berstandar nasional dan internasional yang diakui DUDI dalam dan luar negeri,” katanya lagi.
Di Dua Daerah Lagi
Guna meningkatkan lagi beasiswa pendidikan ini, BPPSDM KP berencana membuka kembali SUPM di dua daerah lagi, yang sebelumnya sempat vakum beberapa tahun. Alan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi setempat yang telah mendukung rencana pembukaan kembali SUPM tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, SDM yang berkualitas merupakan salah satu kunci dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, BPPSDM KP berperan besar dalam menghasilkan SDM yang unggul bagi pembangunan kelautan dan perikanan. (Arry/Mar)











