- Kurangi Emisi, Pelabuhan Lebih Hijau, Wamenhub Suntana Apresiasi Program Merdeka Pelindo
- 1,3 Ton Ketamin Hasil Tangkapan KRI Kerambit-627 Dimusnahkan
- Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin Dievakuasi 212 Orang, Data Manifest 131 Penumpang
- KMP Putri Yasmin Terbakar, Menhub: Kondisi Kapal Laik Laut, Tunggu Investigasi KNKT
- KMP Putri Yasmin Terbakar, Situasi Mencekam Saat Penumpang Terombang-ambing di Laut
- KMP Putri Yasmin Terbakar, TNI AL Kerahkan 2 Kapal, 17 Korban Dievakuasi
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Bawa 131 Penumpang
- 1.286 Telur Penyu Diselamatkan di Sambas, KKP: Dukung Kelestarian Ekosistem Laut
- FIFA ASEAN Cup 2026, Polri Siapkan Pengamanan Ketat
- Jalasenastri Run 2026, Ribuan Peserta Disuguhi Pemandangan Kapal Perang Koarmada II
Kurangi Emisi, Pelabuhan Lebih Hijau, Wamenhub Suntana Apresiasi Program Merdeka Pelindo

Keterangan Gambar : Kedua dari kiri Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana, mengapresiasi komitmen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dalam mendorong pengurangan emisi melalui Program TJSL Merdeka Emisi, didampingi Wadirut Pelindo Drajat Sulityo, Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasydin Fajri, Kamis (13/8/2026).
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengapresiasi komitmen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dalam mendorong pengurangan emisi melalui Program TJSL Merdeka Emisi, pada Kamis (13/8).
Menurutnya, upaya menciptakan transportasi dan logistik yang lebih ramah lingkungan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem kepelabuhanan.
Baca Lainnya :
- Program Pelindo Peduli, 100 Lansia dan 100 Balita Cek Kesehatan Gratis0
- IPC TPK-Kejari Jakut Perpanjang Kerja Sama Hukum0
- Dorong Transparansi dan Kelancaran Logistik, IPC TPK Operasikan Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor0
- Pelindo: Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional0
- GM Pelindo Regional 2 Banten MoU Kejari, Gandeng Kejati Tarik Pembayaran Cash Costumer Miliaran Rupiah0
Apresiasi tersebut disampaikan Suntana dalam kegiatan Seremoni Pengecekan Emisi Kendaraan Program TJSL Merdeka Emisi yang diselenggarakan Pelindo dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pelindo yang terus aktif melakukan program CSR atau TJSL dengan berbagai inovasi dan kreasi. Tahun lalu misalnya terkait safety driving, dan tahun ini terkait energi bersih, pengurangan emisi, serta pelabuhan yang lebih hijau,” ujar Suntana.
Menurut Suntana, upaya menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu institusi. Pemerintah, regulator, operator pelabuhan, perusahaan logistik, perusahaan trucking, pemilik kendaraan, industri, hingga pengemudi memiliki peran dalam mewujudkan sistem transportasi dan logistik yang lebih berkelanjutan.
“Kita semua harus bersama-sama berkontribusi secara maksimal. Tidak hanya Pelindo, tidak hanya Kementerian Perhubungan, tidak hanya pemerintah daerah atau kepolisian, tetapi semua yang terlibat dalam ekosistem kehidupan kita,” katanya.
Suntana juga mengaitkan agenda pengurangan emisi dengan rencana penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) pada 2027.
Menurutnya, kedua agenda tersebut memiliki keterkaitan dalam mendorong sistem transportasi yang lebih aman sekaligus mendukung pengurangan emisi.
“Dua program ini berjalan secara paralel. Bebas ODOL akan kita laksanakan tahun depan, 2027,” ujarnya.
Ia menyadari implementasi Zero ODOL membutuhkan kolaborasi karena mata rantai transportasi dan logistik saling berkaitan. Pengemudi bergantung kepada pemilik kendaraan, sementara pemilik kendaraan juga bergantung kepada pemberi order, industri, dan pihak lainnya.
Sementara itu, Pelindo melalui Program TJSL Merdeka Emisi tahun ini melaksanakan pengecekan emisi terhadap sekitar 500 kendaraan operasional dan logistik di empat kota, yakni Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar. Khusus di Pelabuhan Tanjung Priok, sebanyak 200 kendaraan mengikuti kegiatan tersebut.
Wakil Direktur Utama Pelindo mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab Pelindo untuk memastikan kegiatan kepelabuhanan tidak hanya mendukung kelancaran arus logistik nasional, tetapi juga berjalan secara berkelanjutan.
“Sebagai operator pelabuhan, tanggung jawab kami bukan hanya memastikan kelancaran arus logistik nasional. Kami juga harus memastikan aktivitas kepelabuhanan tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pelabuhan merupakan simpul transportasi dan logistik yang setiap hari melayani pergerakan kendaraan dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat upaya pengurangan emisi di kawasan pelabuhan membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem.
“Pelabuhan merupakan simpul transportasi dan logistik yang setiap hari melayani pergerakan kendaraan. Karena itu, menciptakan pelabuhan yang lebih hijau tidak bisa hanya dilakukan oleh operator pelabuhan. Kami membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem logistik, mulai dari pemerintah, operator terminal, perusahaan trucking, perusahaan logistik, pengguna jasa, hingga para pengemudi,” katanya.
Pelindo mendorong agar kesadaran mengenai pemeliharaan kendaraan dan kepatuhan terhadap standar emisi menjadi bagian dari budaya operasional para pelaku logistik. Melalui Program Merdeka Emisi, pengecekan kendaraan dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mendorong aktivitas transportasi di kawasan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan.
“Melalui Program Merdeka Emisi, kami ingin membangun gerakan bersama agar seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan sistem logistik yang semakin efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan dan terlibat dalam pelaksanaan Program TJSL Merdeka Emisi.
Menurut Budi, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa upaya menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih bersih merupakan kepentingan bersama. Karena itu, dukungan dan kolaborasi yang telah terbangun perlu terus dijaga dan diperluas.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam Program Merdeka Emisi. Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang pengecekan emisi kendaraan, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih baik,” ujar Budi.
Budi menambahkan, Pelindo Regional 2 terbuka untuk memperkuat kerja sama dengan seluruh pihak yang berada dalam ekosistem kepelabuhanan dan logistik.
Menurutnya, upaya pengurangan emisi akan memberikan hasil yang lebih besar apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh pihak.
“Kami mengajak seluruh stakeholder untuk terus berkolaborasi. Pemerintah, regulator, pelaku usaha, asosiasi, perusahaan trucking, hingga para pengemudi memiliki peran penting. Kalau dilakukan bersama-sama dan konsisten, upaya mengurangi emisi dan mewujudkan pelabuhan yang lebih hijau akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar,” katanya.
Program TJSL Merdeka Emisi menjadi bagian dari komitmen Pelindo dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendorong transformasi menuju Green Port di berbagai wilayah operasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai inisiatif keberlanjutan sebagai bagian dari proses dekarbonisasi yang dijalankan secara bertahap dan terukur.
Pelindo memandang pengembangan pelabuhan yang lebih hijau tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus berjalan seiring dengan penguatan efisiensi operasional dan keberlanjutan ekosistem logistik.
Kolaborasi dengan pemerintah, regulator, asosiasi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia juga menjadi kesempatan bagi Pelindo untuk memperkuat komitmen menghadirkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Melalui Program Merdeka Emisi, Pelindo berharap semakin banyak pihak mengambil bagian dalam membangun sistem transportasi dan logistik yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mendukung terwujudnya pelabuhan Indonesia yang semakin hijau, efisien, dan berdaya saing.(Bow/Oryza)











