- KRI Bima Suci Sandar di Shanghai China, Taruna AAL dan Genderang Suling Bakal Unjuk Kebolehan
- 31.255 Benih Lobster Mau Diselundupkan dari Lampung ke Vietnam, Digagalkan KKP
- ASDP Gandeng Pemprov Aceh Buka Lintasan Jakarta-Malahayati, Perkuat Jalur Logistik Wilayah Barat
- PELNI Angkut 825 Ekor Sapi dari Kupang ke Jakarta, Sambut Iduladha 2026
- Tanduk Rusa, Senapan Angin dan Aneka Sajam Diselundupkan Penumpang Kapal, Disita Prajurit TNI AL di Pelabuhan Ambon
- UKW Angkatan ke-65, Wali Kota Jakpus dan Ketua PWI Jaya Tekankan Pentingnya Kompetensi Wartawan
- Pos TNI AL Muara Kubu dan Masyarakat Patroli Bersama, Awasi Sumber Daya Kelautan
- 9 WNI Korban Kekejaman Israel Tiba di Jakarta, Menlu Sugiono: Terimakasih Pemerintah Turki, Yordan dan Mesir
- Bikin Gemes, Murid-murid TK Hang Tuah Sorong Berseragam Kelasi Tinjau Kapal Perang KRI Bawal-875
- Surabaya Kota Pilihan Rangkaian Nasional Indonesia Coffee Expo 2026, Pengunjung Disuguhi Pengalaman Interaktif
Apa Yang Terjadi PTPN VII ?
Melenggang Fase Sustainable

Keterangan Gambar : PTPN VII berusaha menjalankan manajemen sesuai dengan GCG, good corporate governance.
IMN-indonesiamaritimenews.com: Ada suatu yang menarik dari catatan kinerja PTPN VII memasuki tahun 2021 .Perusahaan plat merah ini berupaya keluar dari lingkaran krisis. Lalu apa yang terjadi?
Saat ini menurut Direktur PTPN VII Ryanto Wisnuardhy pada silaturahmi dengan insan pers di Kantor Direksi, Senin (15/11/21), perusahaan memasuki fase keberlanjutan usaha. Ini adalah tahapan setelah anak perusahaan PTPN Holding ini mengalami perlambatan kinerja dalam lima tahun terakhir.
Perusahaan ini lima tahun yang lalu didera berbagai persoalan,“Sejak 2016 kami mengalami masalah yang kompleks sehingga kinerja manajemen secara keseluruhan melambat. Sejak saat itu, kami berupaya optimal untuk bisa bangkit, "jelas Ryanto
Baca Lainnya :
Bangkit yang dijelas Ryanto dengan implementasi tindakan. Mereka melakukan beberapa hal. "Tiga fase harus kami lewati, pertama fase rescue (penyelamatan perusahaan), kedua fase recovery (pemulihan), dan ketiga fase sustainable (keberlanjutan usaha). Alhamdulillah, saat ini sudah mulai masuk fase sustain,” urainya.
Memasuki tahun 2021 ada indikator positif, perusahaan ini, mulai "bernafas lega", bisa mencetak laba operasional walau belum besar.
Fase ini menjadi indikator positif yang mengantarkan BUMN Perkebunan ini keluar dari krisis dan naik ke fase sustainable.
Keberhasilan ini bukan milik Ryan saja, ,namun milik seluruh insan utama PTPN VII yang bertekad menjalankan transformasi bisnis.
Tiga faktor utama yang menjadi kunci dalam proses transformasi itu adalah restrukturisasi sumberdaya manusia, restrukturisasi keuangan, dan restrukturisasi organisasi.
Prinsip utama dalam kebijakan transformasi ini ada pada manajemen yang akuntable, taat kepada kaidah GCG (good corporate governance).
Untuk mewujudkannya tak semudah kata yang diucapkan, butuh komitmen seluruh SDM yang terlibat dalam manajemen." Sebab, apapun masalahnya, titik terpenting itu ada pada human capital, sumberdaya manusia yang punya niat baik untuk membangkitkan perusahaan ini.” Kata Chief Ryan, sapaan akrabnya Ryanto.
Ryan mengakui, peran media sangat strategis sebagai pilar paling netral dalam suatu tatanan. Dalam konteks PTPN VII yang notabene adalah entitas ekonomi milik negara, media adalah motivator, konselor, promotor, sekaligus sistem peringatan dini.
PTPN VII ini BUMN yang berkarya menjalankan misi bangsa, lanjut Ryan, Ada tanggungjawab ekonomi, sosial, kemasyarakatan, dan kepedulian lingkungan." Pada aktivitas bisnis kami. Kami membuka lapangan kerja sangat luas, menggulirkan ekonomi kawasan, dan semua itu akan bermuara kepada kesejahteraan masyarakat.”
Dia meminta masukan dari media agar setiap kebijakan PTPN VII tetap berada di jalur yang benar, memberi manfaat lebih luas, dan menjadi salah satu kebanggaan bangsa dan media mempunyai tanggungjawab untuk menjadi bagian dari sistem mitigasi peringatan dini.
“Kami sangat apresiasi kerjasama media selama ini dengan PTPN VII. Kami butuh sapaan dari rekan-rekan media, semacam early warning system, begitu. Kita hidupkan budaya tabayun untuk saling menjaga dan membina hubungan baik,” kata Direktur yang berpengalaman 29 tahun sebagai bankir di Bank BNI ini.
Sebagai early warning system, media sangat efektif.Ryan meminta pihaknya dingatkan bila awak media mendengar ada rumor di luar maupun di dalam tentang PTPN VII. "Kami selalu berusaha untuk menjalankan manajemen sesuai dengan GCG, good corporate governance."(BUMN/Riz/Oryza/Mar)











