- Diduga Jaringan Narkoba, Kapal MT ASHLEY Disergap KRI Pulau Rangsang-727 di Perairan Bintan
- HPN 2027 di Lampung Digelar Inklusif dan Kolaboratif, Begini Sejarah Lahirnya Hari Pers
- Pasmar 2 Gelar Maulid Nabi, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dalam Pengabdian
- Kemnaker dan PT PKSS Perluas Akses Kesempatan Kerja
- Tegakkan Hukum di Laut, Kemenhub Cetak PPNS Pelayaran Profesional dan Berintegritas
- TNI AL Edukasi Masyarakat Cegah Karhutla di Mempawah dan Kubu Raya
- Indonesia - Australia Kolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan
- TNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal dan WNA Bangladesh di Perairan Indonesia
- Diikuti 12.128 Peserta, Kemnaker Mulai Gelar Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Pulau Damer: Kas Keliling, Edukasi Kebangsaan dan Bakti Kesehatan
124 Hari Pelayaran Misi Muhibah Duta Bangsa, KRI Bima Suci Kembali ke Tanah Air

Keterangan Gambar : Pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktek Kartika Jala Krida (KJK) 2026 selama 124 hari yang dijalankan KRI Bima Suci-945 telah berakhir. Kapal tiang tinggi kebanggaan TNI AL itu tiba di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Senin (13/7/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BITUNG: Tuntas sudah pelayaran KRI Bima Suci-945 yang membawa misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktek Kartika Jala Krida (KJK) 2026 selama 124 hari keliling 8 negara.
Kapal tiang tinggi kebanggaan TNI AL itu akhirnya kembali ke Tanah Air dan tiba di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Senin (13/7/2026) sebagai etape terakhir sebelum kembali ke Surabaya.
Kedatangan kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut yang dikomandani Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, selaku Komandan KRI Bima Suci sekaligus Dansatgas Muhibah Diplomasi Duta Bangsa 2026, disambut hangat oleh Kadisyahal Koarmada VIII Kolonel Laut (P) Wahyu Basuki Mulyo Wibowo beserta jajaran. Penyambutan tersebut menjadi simbol apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan misi diplomasi maritim yang telah berlangsung selama 124 hari dengan menyinggahi berbagai negara sahabat.
Baca Lainnya :
- Marinir TNI AL dan Tentara Amerika Pimpin Serbuan di Hawaii, Rebut Kembali Kadar Village 0
- KRI Beladau-643 Sukses Kawal Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Tapal Batas Kepri0
- KRI Terapang-648 dan KRI Keris-624 Koarmada II Punya Komandan Baru0
- Parade Surya Senja 2026 Perpaduan Kegagahan dan Kreativitas Seni, Tradisi Atraksi Taruna AAL0
- Pembekalan Capaja AAL, Kasal Tekankan Kuasai Teknologi dan Peperangan Multidomain0
Selama pelayaran, KRI Bima Suci membawa misi diplomasi pertahanan dan memperkenalkan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan, di antaranya Courtesy Call, Deck Reception, Open Ship, penampilan Genderang Suling Gita Jala Taruna, serta berbagai kegiatan persahabatan dengan Angkatan Laut dan masyarakat di setiap negara yang disinggahi.
Bitung menjadi pelabuhan persinggahan terakhir di wilayah Indonesia sebelum KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran menuju Surabaya untuk mengakhiri rangkaian Satgas Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktek Kartika Jala Krida 2026.
Keberhasilan pelayaran ini merupakan wujud profesionalisme prajurit TNI AL dalam menjalankan tugas diplomasi maritim sekaligus mendukung kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut untuk mewujudkan TNI Angkatan Laut yang modern, berdaya gentar kawasan, dan berproyeksi global.
Sebagai catatan, KRI Bima Suci membawa misi Pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa, sekaligus pelaksanaan latihan praktik pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2026 bagi Taruna Akademi TNI AL (AAL) Angkatan ke-73. Upacara pelepasan dilakukan oleh Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali di Dermaga Markas Komando Lintas Laut Militer (Mako Kolinlamil), Jakarta Utara, Selasa (31/3/2026).
KRI Bima Suci yang membawa 77 Taruna AAL bersama perwira pendamping dan kru kapal, berlayar menempuh rute Surabaya – Jakarta – Belawan – Sri Lanka – Singapura – Vietnam – China – Korea Selatan – Rusia – Jepang – Filipina – Bitung dan kembali ke Surabaya dengan total jarak 16.877 Nautical Mile selama 124 hari.
Di setiap negara yang disinggahi, KRI Bima Suci dan para Taruna AAL disambut hangat. Atraksi budaya Nusantara seperti Reog Ponorogo, tari Saman serta atraksi Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL selalu memukau warga di negara yang disinggahi. Misi tersebut sekaligus menjadi implementasi peran TNI AL dalam memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan citra positif Indonesia di dunia internasional. (Arry/Mar)











