- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
Utamakan Korban Bencana Sumatera, PELNI Bebaskan Biaya Angkut Rp1,2 M Pengiriman Barang Bantuan

Keterangan Gambar : Armada PELNI siap mengangkut barang bantuan korban bencana. Foto: Pelni
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memperkuat peran kemanusiaan melalui program pembebasan biaya angkut bantuan bencana menuju Belawan, Sumatera Utara.
Total biaya angkut yang dibebaskan PELNI mencapai Rp 1,2 miliar untuk pengangkutan 44 TEUs kontainer serta 1.669 kg parsel RedPack melalui empat kloter pengangkutan menggunakan KM Kelud dan KM Nggapulu.
Pada kloter keempat Senin (29/12/2025), KM Kelud mengangkut sebanyak 1 TEUs kontainer dan 1.669 kg parsel RedPack barang bantuan. Pengiriman terakhir ini akan tiba di Pelabuhan Belawan pada Kamis (1/1/2026).
Baca Lainnya :
- Antusiame Masyarakat Tinggi, Kuota Diskon Tiket Kapal Pelni Tinggal 32 Persen0
- Tutup Tahun 2025 Ekspor Meningkat, IPC TPK Layani Adhoc Service Tambahan0
- Logistik di Nias Menipis, KRI BAC-593 Angkut Bantuan 320 Ton Beras Bulog0
- Sambut Maiden Voyage MV YM CONTINUITY, Terminal Teluk Lamong Perkuat Konektivitas Global0
- Lanjutkan Misi Kemanusiaan, ASDP Kerahkan KMP Jatra I Angkut 44 Ton Bantuan untuk Sumatera0
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda menyampaikan bahwa program bebas biaya pengiriman untuk bantuan Sumatera ini merupakan wujud nyata komitmen PELNI dalam mendukung penanggulangan bencana.
“Dengan total pembebasan biaya pengiriman mencapai Rp1,2 miliar, PELNI menegaskan komitmennya sebagai BUMN yang selalu hadir untuk masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi dengan berbagai instansi, perusahaan dan relawan ini memastikan bantuan dapat disalurkan ke Sumatera,” ujar Ditto dalam keterangan tertulis, Rabu (31/12/2025).
Ditto juga mengapresiasi partisipasi seluruh pihak yang telah mengirimkan bantuan dan menegaskan kesiapan PELNI untuk program serupa di masa mendatang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mempercayakan pengiriman barang bantuannya kepada PELNI. Kami memastikan pengangkutan bantuan kemanusiaan berjalan sesuai prosedur yang transparan dan tertib demi kelancaran distribusi logistik,” tambah Ditto.
Penugasan Pemerintah
Selain program pembebasan biaya pengiriman tersebut, PELNI mendapatkan penugasan dari Kementerian Perhubungan RI dengan mengirimkan KM Egon untuk perbantuan angkutan POLRI.
KM Egon mengangkut sebanyak 237 personel POLRI beserta 37 unit motor, 27 unit truk dan kendaraan kecil lainnya, sekaligus 8.518 ton logistik dan 43 koli obat-obatan. Seluruhnya diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (16/12).
Sebelumnya PELNI Group juga telah menyalurkan bantuan logistik secara langsung ke daerah bencana di Sumatera Utara pada Selasa (2/12) dan Sumatera Barat pada Rabu (3/12) dengan total nilai bantuan mencapai Rp300 Juta.
Klarifikasi Kontainer Bantuan Tertahan di Sumatera Utara
Terkait kabar adanya kontainer berisi barang bantuan yang dikirimkan dari Jawa Timur tertahan di gudang BPBD Sumatera Utara, Ditto menyampaikan bahwa miskomunikasi tersebut sudah diselesaikan. Barang bantuan sudah diterima oleh pihak yang menerima.
"Yang terjadi di sana sebatas miskomunikasi yang sudah diselesaikan dengan baik atas dasar kemanusiaan. Kita sama-sama peduli atas bencana yang terjadi dan ingin barang bantuan dapat cepat disalurkan. Permasalahan sudah diselesaikan, dan semua pihak bekerja sama dengan baik untuk membantu korban bencana," tegas Ditto. (Arry/Mar)











