- Update Gempa M 7,7 di NTT: Meninggal Dunia 103 Orang, 1.666 Luka-luka
- Komisi VIII DPR Tinjau KRI dr. Soeharso-990, Lihat Langsung Pengobatan Korban Gempa NTT
- KRI dr. Soeharso-990, Rumah Sakit Darurat Layani Korban Gempa Bumi NTT
- Sidak Malam, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Bio Solar dan Pertalite Lancar
- Kapal Perang KRI Teluk Parigi-539 Angkut Genset, Beras hingga Rendang, Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Relawan Bakti BUMN Batch IX, Pelindo Semai Harapan di Langowan
- Forum ASEAN di Bangkok, Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Perlindungan Pekerja
- KKP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTT
- Pelindo Regional 2 dan BNN Jakut Edukasi Bahaya Narkoba di SMAN 13 Jakarta
- Cegah Karhutla, Presiden Prabowo Tekankan Tindakan Dini, Edukasi, dan Penegakan Hukum
Update Gempa M 7,7 di NTT: Meninggal Dunia 103 Orang, 1.666 Luka-luka

Keterangan Gambar : Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan. Foto: YouTube BNPB
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mencapai 103 orang. Jumlah yang luka-luka tercatat 1.666 warga.
Hal ini diungkapkan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (25/8/2026).
"Saat ini pada hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal bertambah tiga orang menjadi 103 untuk hari ini," jelas Berton.
Baca Lainnya :
- Komisi VIII DPR Tinjau KRI dr. Soeharso-990, Lihat Langsung Pengobatan Korban Gempa NTT0
- KRI dr. Soeharso-990, Rumah Sakit Darurat Layani Korban Gempa Bumi NTT0
- Kapal Perang KRI Teluk Parigi-539 Angkut Genset, Beras hingga Rendang, Bantuan untuk Korban Gempa NTT0
- KKP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTT0
- Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Optimal0
Korban meninggal tersebar di sejumlah wilayah, terbanyak di Manggarai 41 orang. Korban lainnya di Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang. Data jumlah korban luka-luka juga bertambah. BNPB mencatat ada 1.666 orang yang mengalami luka-luka.
"Kami mendapat tambahan angka sebanyak 63 orang yang luka-luka sehingga total yang kami catat adalah sebesar 1.666 orang," sambung Berton.
BNPB juga mencatat, total jumlah warga yang mengungsi 185.131 orang. "Hingga hari ini kami mencatat 185.131 orang yang mengungsi, baik itu pengungsi yang mandiri maupun pengungsi yang ada terpusat, sehingga tercatat hari ini kami mencatat pengungsi yang baru sebanyak 4.804," ungkap Berton.
Berton mengatakan jumlah pengungsi masih berpotensi bertambah karena gempa susulan masih dirasakan di NTT. Catatan BMKG, gempa susulan telah terjadi sebanyak 7.029 kali sejak gempa utama M 7,7 yangvterjadi pad Sabtu (15/8/2026).
"Saat ini gempa susulan sudah tercatat di BMKG sebanyak 7.029 kali, magnitudo terbesar 6,2 (magnitudo) yang terkecil 1,1 dan hari ini dapat dirasakan 141 kali gempa. Pola ini akan terus berlangsung sampai 4-3 minggu setelah gempa utama terjadi," ungkapnya.
Intensitas gempa susulan yang terus terjadi membuat warga panik hingga memilih mengungsi. "Hingga saat ini kami tetap mendapatkan tambahan pengungsi, memang dapat dipahami ketika gempa yang selalu hadir, gempa susulan ini menimbulkan kepanikan maupun traumatik yang mendalam untuk warga yang mengalami kegempaan tersebut," tukas Berton.
Sementara itu bantuan logistik terus berdatangan baik lewat darat, laut maupun udara. Pihak TNI AL mengerahkan kapal perang yang bisa mengangkut ratusan ton barang, mulai dari kendaraan operasional hingga bahan kebutuhan logistik bagi warga terdampak gempa. (Arry/oryza)











