- Kapal Virgo Transport 8 Bawa 243 Penumpang Hilang Kontak di Laut Jawa
- Gempa di Kepulauan Seribu Magnitudo 6,5 Terasa di Sumatera Barat hingga Jawa Timur
- Ubah Pola Pikir dan Tingkatkan Produktivitas, Kemnaker Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI
- Gempa Kepulauan Seribu, KRL Sempat Berhenti Operasional
- Kepulauan Seribu Digoyang Gempa 5,9 M, Masyarakat Jakarta Waspada
- Temuan Life Jacket di Perairan Anyer Dipastikan Bukan Milik 5 Jurnalis Peliput Gunung Anak Krakatau
- Nah Lho... Polisi Militer Kodaeral V Razia THM, Prajurit Dilarang Keluyuran ke Diskotek
- Pelindo Banten Buka Akses Pelabuhan Ciwandan untuk Kapal SAR Basarnas
- MagangHub Batch 2 Angkatan II Masuki Tahap Seleksi, Hasil Diumumkan 18 September
- Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
Ubah Pola Pikir dan Tingkatkan Produktivitas, Kemnaker Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI

Keterangan Gambar : Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor usai memberikan kuliah umum di Universitas Batanghari, Jambi, Sabtu (12/9/2026). Foto: Kemnaker
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAMBI: Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor mengajak generasi muda memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas, sekaligus mempersiapkan kompetensi menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat.
Menurut Afriansyah, perkembangan AI atau kecerdasan buatan, otomatisasi, dan teknologi digital telah mengubah cara kerja di berbagai sektor. Perubahan tersebut perlu direspons generasi muda dengan terus mengembangkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi agar teknologi dapat dimanfaatkan sebagai peluang dalam dunia kerja.
“Jangan takut pada AI, tapi jangan sampai tertinggal oleh AI. Jadikan teknologi sebagai alat pengganda produktivitas kalian,” kata Afriansyah saat memberikan kuliah umum di Universitas Batanghari, Jambi, Sabtu (12/9/2026).
Baca Lainnya :
- MagangHub Batch 2 Angkatan II Masuki Tahap Seleksi, Hasil Diumumkan 18 September0
- Seminar Regional ASEAN, Kemnaker Tekankan Pelindungan Hak Tenaga Kerja pada Perdagangan antar Negara0
- Perkuat Tata Kelola Investasi, Pemerintah Integrasikan Perizinan TKA0
- Presiden Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia, dari Kapal Laut hingga Pesawat0
- Presiden Putin: Indonesia Mitra Rusia Paling Kunci di Asia Pasifik0
Ia mengatakan, kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh ijazah, tetapi juga kompetensi, karakter, dan kemauan untuk terus belajar. Karena itu, kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja perlu dibangun sejak masih menempuh pendidikan.
Tantangan tersebut menjadi semakin penting di tengah besarnya jumlah angkatan kerja nasional. Berdasarkan data BPS Februari 2026, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang dengan tingkat pengangguran sebesar 4,68 persen. Sementara itu, 19,44 persen pemuda usia 15–24 tahun berada dalam kondisi NEET, yaitu tidak bekerja, tidak sedang menempuh pendidikan, maupun mengikuti pelatihan.
Kembangkan Pola Pikir
Afriansyah juga mengajak generasi muda mengembangkan pola pikir dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta kerja. Penguasaan kompetensi dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi modal untuk menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus membuka peluang baru.
Untuk membantu generasi muda mempersiapkan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja, Kemnaker terus menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi. Program tersebut antara lain Pelatihan Vokasi Nasional (PVN), Program Magang Nasional (MagangHub), Talent and Innovation Hub (TIH) Pembinaan Talenta Vokasi Indonesia, serta pelatihan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Menurut Afriansyah, kesiapan generasi muda juga perlu didukung keterhubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri. Kampus tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu, tetapi juga perlu membekali mahasiswa dengan karakter, kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan kewirausahaan.
Keterhubungan tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, industri, komunitas, hingga media, untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mendukung kesiapan generasi muda.
Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut sejalan dengan RPJMN 2025–2029 dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing global. Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk AI, untuk meningkatkan produktivitas dan mengambil peran dalam perubahan dunia kerja serta pembangunan Indonesia. (Bow/oryza)











