- Kapal Virgo Transport 8 Bawa 243 Penumpang Hilang Kontak di Laut Jawa
- Gempa di Kepulauan Seribu Magnitudo 6,5 Terasa di Sumatera Barat hingga Jawa Timur
- Ubah Pola Pikir dan Tingkatkan Produktivitas, Kemnaker Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI
- Gempa Kepulauan Seribu, KRL Sempat Berhenti Operasional
- Kepulauan Seribu Digoyang Gempa 5,9 M, Masyarakat Jakarta Waspada
- Temuan Life Jacket di Perairan Anyer Dipastikan Bukan Milik 5 Jurnalis Peliput Gunung Anak Krakatau
- Nah Lho... Polisi Militer Kodaeral V Razia THM, Prajurit Dilarang Keluyuran ke Diskotek
- Pelindo Banten Buka Akses Pelabuhan Ciwandan untuk Kapal SAR Basarnas
- MagangHub Batch 2 Angkatan II Masuki Tahap Seleksi, Hasil Diumumkan 18 September
- Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
Gempa di Kepulauan Seribu Magnitudo 6,5 Terasa di Sumatera Barat hingga Jawa Timur

Keterangan Gambar : Peta pusat gempa di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Foto: BMKG
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui data kekuatan gempa bumi tektonik yang mengguncang Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (12/9/2026) dini hari dari Magnitudo 5,9 menjadi 6,5.
Supervisor on Duty Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG, Debi Safari Yogaswara mengungkapkan gempa bumi di Kepulauan Seribu memiliki parameter update dengan magnitudo M6,5 pada kedalaman 368 km.
Baca Lainnya :
- Gempa Kepulauan Seribu, KRL Sempat Berhenti Operasional0
- Kepulauan Seribu Digoyang Gempa 5,9 M, Masyarakat Jakarta Waspada0
- Temuan Life Jacket di Perairan Anyer Dipastikan Bukan Milik 5 Jurnalis Peliput Gunung Anak Krakatau0
- TNI AL Kembali Temukan Pelampung di Selat Sunda, 5 Jurnalis Hilang Belum Terlacak0
- Pencarian 5 Jurnalis di Perairan Banten, TNI AL Temukan Pelampung dan Botol Mengapung0
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,5 pada kedalaman 368 km," kata Debi.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,24° LS ; 106,78° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 69 km Timur Laut Kepulauan Seribu, DKI. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak borpotensi tsunami.
Getaran Dirasakan Meluas
Sementara itu Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto dalam keterangan resminya menjelaskan fenomena gempa bumi dalam ini memicu guncangan yang merambat dalam radius luas hingga ke Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera (Lampung, Bengkulu, Padang).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan ( shakemap ) dan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. IV MMI ( Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. ) di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur dan Tanggamus
2. III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. ) di Tangerang, Tanjung Priok, Kec. Nagrak, Kec. Kalapanunggal dan Cilacap
3. II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kab. Malang, Kota Bengkulu, Sumur , Padang, Mentawai, Pariaman dan Solok Selatan
4. II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. ) di Lemong, Semaka, Bengkunat
Hingga pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. Himbauan kepada masyarakat:
1. Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG.(Riz/oryza)











