- Seminar Nasional HPN 2026: Peran Strategis Pelabuhan Banten dalam Sistem Logistik Nasional
- Seminar Nasiona HPN 2026: Pelabuhan Ciwandan Simpul Logistik Berdampak Nyata Bagi Masyarakat Banten
- Seminar Nasional HPN 2026 Membangun Infrastruktur Pelabuhan Ciwandan Go Internasional untuk Banten
- Bantu Petambak Garam Genjot Produksi, KKP Terapkan Teknologi SWSO
- Presiden Prabowo dan PM Albanese Tandatangani Traktat Keamanan Bersama
- Baharkam Polri dan Prancis Jajaki Kerja Sama Teknologi Alutsista Modern
- IPC TPK Dorong Budaya Sadar Keselamatan Warakas Nuansa K3 Nasional 2026
- Seminar Nasional HPN 2026: Bangun Infrastruktur, Transportasi dan Pelabuhan Ciwandan untuk Banten
- Arus Petikemas IPC TPK Pontianak Dinamis Tumbuh 7,47% Sepanjang 2025, Logistik Kalbar Menggeliat
- IPC TPK Implementasi ESG Utamakan Keselamatan Kerja, TKBM Dilatih K3
Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur

Keterangan Gambar : Presiden RI Prabowo Subianto berfoto bersama Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim di park entrance, KLCC, ppda acara KTT ke-47 ASEAN tahun 2025. Foto: BPMI Setpres
Indonesiamaritimenews.com (IMN), KUALA LUMPUR: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tiba di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025) untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN.
Dalam keterangan resmi Setpres disebutkan, Presiden Prabowo yang tiba pada pukul 08.20 waktu setempat (WS) disambut secara langsung oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim di park entrance, KLCC.
Kedua pemimpin tampak bersalaman erat dan berpelukan hangat yang menunjukkan keakraban dan hubungan persahabatan yang terjalin baik. Setelahnya, Presiden Prabowo dan PM Anwar mengabadikan momen ini dalam sebuah foto bersama sebelum Kepala Negara menuju ruang tunggu untuk bergabung dengan pemimpin negara lainnya yang hadir dalam konferensi ini.
Baca Lainnya :
- Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan ASEAN0
- International Chiefs of Navy Visit to Halifax, Wakasal RI Tekankan Penguatan Kerja Sama Pertahanan0
- International Chiefs of Navy Visit to Halifax, Wakasal RI Tekankan Penguatan Kerja Sama Pertahanan0
- KTT Sharm El-Sheikh, Indonesia Konsisten Dukung Upaya Perdamaian dan Rekonstruksi Gaza0
- Kontingen Garuda 2025 Terima Medali Penghargaan PBB di Lebanon, Merah Putih Berkibar0
Dari ruang tunggu, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara lainnya kemudian menuju plenary hall untuk mengikuti acara pembukaan KTT ke-47 ASEAN. Presiden Prabowo tampak duduk di antara Sultan Brunei Darussalam, Yang Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah dan PM Kanada, Mark Carney.
Dalam sambutan pembukanya, Ketua ASEAN 2025, PM Anwar mengatakan bahwa tahun 2025 menjadi tahun yang menuntut lebih banyak dengan meningkatnya pertentangan akibat ketidakpastian yang makin besar. Pertentangan ini, menurut PM Anwar, tidak hanya menguji perekonomian, tetapi juga tekad untuk tetap teguh dalam kerja sama dan meyakini bahwa dialog masih dapat terwujud pada era ini.
“Namun di tengah cobaan ini, ASEAN tetap bertahan. Kekuatan kita bukan terletak pada keselarasan, melainkan pada keyakinan bahwa rasa hormat dan akal sehat masih mengikat kita bersama,” ucapnya.
Pada momen pembukaan ini, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara ASEAN lainnya menandatangani deklarasi penerimaan Timor Leste sebagai anggota ASEAN. Melalui deklarasi pada KTT ke-47 ASEAN ini, Timor Leste secara resmi bergabung menjadi anggota ke-11 ASEAN.
KTT ke-47 ASEAN yang bertema “Inclusivity and Sustainability”, Presiden Prabowo akan berbicara pada sesi pleno pada siang hari dan sesi retreat yang rencananya berlangsung pada malam hari. Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menghadiri rangkaian konferensi lainnya yakni KTT ASEAN-Jepang, KTT ASEAN-India, dan KTT ASEAN-US.
Kehadiran Presiden pada KTT ini menegaskan komitmen Indonesia terhadap penguatan kerja sama dan solidaritas, tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga dengan negara mitra di luar Asia Tenggara.
Melalui forum ini, Indonesia juga menegaskan tekad untuk terus mendorong kolaborasi konkret antarnegara anggota dalam menghadapi tantangan global, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ASEAN dan negara mitra ASEAN di luar Asia Tenggara. (Bow/Mar)











