- Indonesia Tuan Rumah Regional Marpolex 2026, Gandeng Filipina dan Jepang Tanggulangi Pencemaran Laut
- Dukung Konektivitas Nasional, PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT
- Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dan Lepas Perdana Ekspor Baterai Kendaraan Listrik
- 800 Pati TNI dan Polri Dikumpulkan di Istana, Ini Taklimat Presiden Prabowo Soal Keadaan Negara
- PELNI Tebar Ribuan Life Jacket, Peduli Keselamatan Masyarakat Pesisir
- Operasi Penyergapan Tengah Malam, Penyelundupan 8,8 Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan TNI AL
- 5 Bulan Disandera Perompak Somalia, 4 ABK Kapal MT Honour 25 Selamat Bisa Kembali ke Indonesia
- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23
Pemilik Truk 3 Sumbu Jangan Coba Melanggar Pembatasan Operasional

Keterangan Gambar : Ilustrasi jalan tol. Foto: indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenew.com( (IMN),MERAK: Pemilik truk tiga sumbu atau truk tronton jangan coba-coba melanggar ketentuan pembatasan selama libur Nataru 2022. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta polisi menindak bila ada yang nekat melanggar.
Menhub menegaskan pemilik truk tiga sumbu atau lebih agar mematuhi ketentuan pembatasan sementara operasional angkutan barang yang telah ditetapkan.
“Saya minta bantuan kepada pihak kepolisian untuk menertibkan. Karena saya lihat hari ini masih ada truk tiga sumbu yang melintas,” tegas Menhub Budi Karya saat meninjau Pelabuhan Merak, Sabtu (24/12/2022).
Baca Lainnya :
- Sentil ASDP, Menhub Minta Tingkatkan Aspek Keselamatan Penyeberangan Merak-Bakauheni0
- Pasca Merger dan Dihantui Wabah Covid 19 Laba Pelindo Meningkat 30 % Tahun 20220
- Desa Perikanan Cerdas, Mendorong Ekonomi Tumbuh dan Lingkungan Lestari0
- Mudik Nataru 2022, Pelabuhan Bakauheni Aman Lalu Lintas Lancar0
- Hindari 13 Titik Kemacetan dari Jakarta Menuju Pelabuhan Merak0
Menhub memantau Pelabuhan Merak bersama Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Firman Shantyabudi, Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, serta Dirut PT ASDP Ira Puspadewi.
Pembatasan sementara angkutan barang tiga sumbu atau lebih, telah diatur dalam surat keputusan bersama (SKB) antara Dirjen Perhubungan Darat, Kepala Korlantas Polri, dan Dirjen Bina Marga tentang pengaturan lalu lintas jalan selama masa arus mudik dan arus balik angkutan Nataru 2022/2023.
Pembatasan dilakukan untuk menjamin keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas angkutan jalan serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas di masa libur Nataru.
OPTIMALKAN KELANCARAN LALIN
Seperti diketahui, pemerintah memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang jenis kendaraan bersumbu 3 atau lebih di jalan tol mulai 22 Desember. Kebijakan ini diambil guna mengoptimalkan kelancaraan lalu lintas saat libur Nataru.
Pembatasan tersebut mengacu pada Keputusan Bersama Nomor AJ.903./1/5/DRJD/2022, Nomor Kep/207/XII/2022 dan Nomor 36/PKS/Db/2022.
Aturan yersebut menyebutkan kendaraan barang yang terkena pembatasan operasional.
Jenis kendaraan yang dibatasi yaitu: mobil barang dengan berat lebih dari 14 ton, mobil barang sumbu 3 atau lebih,
mobil barang dengan kereta tempelan, mobil barang dengan kereta gandengan, serta mobil barang pengangkut batu, tambang, bahan bangunan.
Keputusan ini berlaku mulai 22 Desember pukul 12.00 WIB hingga 24 Desember 24.00 WIB. Aturan ini juga dilakukan saat arus balik dimulai 1 Januari pukul 12.00 WIB sampai 2 Januari pukul 08.00 WIB. Pembatasan operasional diberlakukan di 20 ruas jalan tol di Pulau Jawa. (Arry/Oryza)











