- Gempa Magnitudo 7,0 di Mbay Nagekeo NTT, Peringatan Tsunami, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi
- Presiden Prabowo: 121 Kebijakan Transformatif Dijalankan dalam 21 Bulan Pemerintahan
- Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Pidato Kenegaraan
- ASDP Bakal Buka Rute Batam-Johor, Kembangkan Bisnis Strategis Lintas Batas
- Siapkan Talenta Muda Bangun Startup dan Ciptakan Lapangan Kerja, Menaker: Saya Tantang Jadi Pelopor
- PELNI dan Jamdatun Kejagung Perkuat Kerja Sama
- PTP dan Pelindo Regional 3 Gelar Uji Emisi, Sasar 100 Truk Peti Kemas
- Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Masuk Tahap Seleksi, Tunggu Pengumuman 20 Agustus
- Kurangi Emisi, Pelabuhan Lebih Hijau, Wamenhub Suntana Apresiasi Program Merdeka Pelindo
- 1,3 Ton Ketamin Hasil Tangkapan KRI Kerambit-627 Dimusnahkan
Gempa Magnitudo 7,0 di Mbay Nagekeo NTT, Peringatan Tsunami, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi

Keterangan Gambar : Peta Perkiraan Tinggi Muka Laut Maksimum. Sumber: BMKG
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,0 melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi WIB. Akun resmi BMKG melansir, gempa terjadi pukul 04.58 WIB.
"Peringatan Dini Tsunami di NTT, Gempa Mag:7.0, 15-Agu-26 04:58:23WIB, Lok:8.33LS,121.32BT,Kdlmn:10Km::BMKG," tulis keterangan BMKG.
Sebelumnya disebutkan gempa yang terjadi bekekuatan magnitudo 7,7. Namun BMKG memperbarui data kekuatan gempa magnitudo 7,0. Gempa tektonik terjadi pukul 04:58:23 WIB di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
Baca Lainnya :
- Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin Dievakuasi 212 Orang, Data Manifest 131 Penumpang0
- KMP Putri Yasmin Terbakar, Menhub: Kondisi Kapal Laik Laut, Tunggu Investigasi KNKT0
- KMP Putri Yasmin Terbakar, Situasi Mencekam Saat Penumpang Terombang-ambing di Laut0
- KMP Putri Yasmin Terbakar, TNI AL Kerahkan 2 Kapal, 17 Korban Dievakuasi0
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Bawa 131 Penumpang0
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,7 pada kedalaman 15 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,41° LS; 121,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 Km arah timur laut Nagegeo, Nusa Tenggara Timur.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi terjadinya tsunami. Ribuan warga menyelamatkan diri menuju tempat yang lebih tinggi. Tercatat, sejumlah bangunan rusak seperti di Aesesa, Nagekeo; Riung, Ngada; Kota Mbay.
Peringatan Dini Tsunami
BMKG menyebutkan, hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini BERPOTENSI TSUNAMI di wilayah provinsi NUSA TENGGARA TIMUR, SULAWESI SELATAN, NUSA TENGAGRA BARAT dengan tingkat status ancaman:
A. SIAGA (0.5 - 3 meter) terjadi di wilayah:
Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan perkiraan waktu tiba di:
1. Manggarai Bagian Utara, pukul 05:02 WIB
2. Ngada Bagian Utara, pukul 05:02 WIB
3. Ende, pukul 05:05 WIB
4. Flores Timur, pukul 05:15 WIB
Provinsi Sulawesi Selatan, dengan perkiraan waktu tiba di:
1. Jeneponto, pukul 05:13 WIB
B. WASPADA (<0.5 meter) terjadi di wilayah:
Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan perkiraan waktu tiba di:
1. Flores Timur, pukul 05:15 WIB
Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan perkiraan waktu tiba di
1. Bima, pukul 05:12 WIB
2. Dompu, pukul 05:19 WIB
Peovinsi Sulawesi Selatan, dengan perkiraan waktu tiba di
1. Wajo, pukul 06:01 WIB
Berdasarkan SOP yang berlaku, BMKG telah menyampaikan peringatan dini tsunami kepada stakeholder dan masyarakat.
Peringatan Dini 1 telah diterbitkan pada pukul 05:00:39 WIB atau 2 menit 16 detik setelah gempa bumi.
Peringatan Dini 2 telah diterbitkan pada pukul 05:09:56 WIB atau 11 menit 33 detik setelah gempa bumi.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
VII MMI (Tiap-Tiap orang keluar rumah, kerusakan ringan pada bangunan kontruksi baik) di Aesesa, Nagekeo; Riung, Ngada; Kota Mbay
VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar) di Wolowae, Nagekeo; Kota Bajawa
V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) di Kota Ende; Kota Borong; Kota Ruteng
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan dan ketinggian tsunami berdasarkan observasi tinggi muka laut, serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
Himbauan kepada masyarakat:
- Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
- Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
- Melakukan evakuasi bagi yang berada di wilayah dengan status “AWAS” dan “SIAGA”
- Menjauhi pantai dan tepian sungai bagi yang berada di wilayah dengan status “WASPADA”
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg. (Arry/Mar)











