Breaking News
- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Dipanggil DPR RI, Erick Thohir Pamer Laba BUMN Tembus Rp303 Triliun

Keterangan Gambar : Menteri BUMN Erick Thohir di hadapan Komisi VI DPR. Foto: TV Parlemen
Indonesiamaritimenews.com
(IMN),JAKARTA: Menteri BUMN Erick Thohir dipanggil oleh Komisi VI DPR RI guna membahas kinerja Tahun 2023. Di hadapan anggota Dewan, Erick pun pamer laba bersih konsolidasi BUMN yang tembus hingga Rp303
Erick Thohir mengatakan, kontribusi terbesar laba bersih konsolidasi BUMN sepanjang 2022 berasal dari sektor perbankan. Laba bersih perusahaan secara konsolidasi sepanjang 2022 akan mencapai Rp 303,7 triliun.
Meskipun data tersebut merupakan data yang belum diaudit, namun Erick memperkirakan capaian laba bersih BUMN akan naik sebesar Rp179 triliun dibandingkan tahun 2021.
"Alhamdulilah dari 12 klaster yang kita miliki, jasa keuangan ini yang paling tinggi kontribusinya," jelas Erick di hadapan Komisi VI DPR RI kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2023).
Bank BUMN dengan laba bersih terbesar yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) di atas Rp 50 triliun, tepatnya Rp 51,4 triliun. Lemudian disusul oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di atas Rp 40 triliun.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang di atas Rp 18 triliun, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) diatas Rp 3 triliun. Erick mengatakan, data secara detail tidak bisa diungkap secara terbuka karena masih akan diaudit.
Di sektor jasa asuransi dan dana pensiun menurut Erick juga telah mencatatkan perbaikan keuangan. Bila dilihat IFG, ada laba yang baik namun bagian dari restrukturisasi Jiwasraya. Karena di Jiwasraya sendiri masih minus. "Tapi secara konsolidasi asuransi dan dana pensiun ini sehat," ungkap Erick.
Sektor jasa infrastruktur juga diklaim memiliki kinerja yang positif. Seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), dan Brantas Abipraya memiliki kinerja yang sehat. Begitu pula PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang mencatat laba diatas Rp 2 triliun.
"Yang masih restrukturisasi ini PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) masih penugasan. Perumnas kita juga ada persentasi dengan Kemenkeu untuk perbaikan bisnis model," tandas Erick Thohir.
Sebelum rapat dimulai, Wakil.Ketua Komisi VI DPR, Aria Bima mengatakan pihaknya melakukan fungsi pengawasan dan penganggaran untuk memaksimalkan kepentingan rakyat di tubuh BUMN.
Karena BUMN dibentuk sebagai perpanjangan tangan negara untuk mewujudkan pengelolaan cabang produksi yang kuasai hajat hidup orang banyak. BUMN harus bisa memperoleh keuntungan dan juga berkontribusi bagi negara untuk pertumbuhan ekonomi nasional.(Fat/ Oryza)
Write a Facebook Comment











