Breaking News
- KM Arupadhatu Bawa 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Jasad ABK Ditemukan di Pulau Enggano
- Sudah 15 Jenazah Dievakuasi Penyelam dari Bangkai KMP Virgo Transport 8
- Kunjungi Presiden Prabowo, Wakil PM Malaysia akan Kerahkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Bantu Atasi Karhutla
- Kemnaker–Unsoed Siapkan Akses Kerja bagi Mahasiswa dan Alumni
- TNI AL Perkuat Kerja Sama Keamanan Maritim ASEAN
- Trafik Pelabuhan Pelindo Regional 2 Meningkat, Arus Petikemas dan Barang Tumbuh hingga Agustus 2026
- Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban
- KKP: Pengamanan 1.048 Ton Udang Impor di Jatim untuk Lindungi Pembudidaya Lokal
- Persiapan Salvage, Kemenhub Perkuat Operasi SAR Evakuasi KMP Virgo Transport 8
- Keamananan Siber Diperkuat, Maritime Transportation Cybersecurity Playbook Diluncurkan Kemenhub dan Kedutaan Inggris
Cegah Pungli , Pelindo Regional 4 Makasar Terapkan E-Pass

Indonesiamaritimenees.com ( IMN),JAKARTA: Menghindari praktik pungutan liar (pungli), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar Unit Kawasan Paotere menerapkan penggunaan Elektronik Pass (E-Pass) gate system bagi kendaraan atau orang yang akan masuk di kawasan Pelabuhan Paotere.
General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Suhadi Hamid dalam siaran persnya Jumat (19/5/2023) mengatakan, salah satu alasan diterapkannya E-Pass bagi pengunjung yang memasuki kawasan Pelabuhan Paotere adalah agar menghindari pungli.
“Kita ingin menghindari pungli di pelabuhan. Kita akan mengedukasi pengguna jasa dan petugas agar tak ada pungli,” kata Suhadi.
Menurut dia, sebelum E-Pass menjadi benar-benar wajib atau mandatory di kawasan Pelabuhan Paotere, pihaknya akan selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama para pengguna jasa dan asosiasi pelayaran rakyat (Pelra) yang ada di kawasan tersebut.
Sementara itu, Kepala Unit Kawasan Paotere, Hadriana Hasan menuturkan bahwa Pelabuhan Paotere saat ini mulai dilirik para investor. Penggunaan E-Pass menjadi salah satu syarat mereka untuk masuk berinvestasi di kawasan Pelabuhan Paotere.
“Kami saat ini juga sedang menata kembali kawasan Pelabuhan Paotere yang cukup banyak dikunjungi wisatawan asing," katanya.
Karena selain merupakan kawasan pelabuhan yang menghubungkan antar pulau-pulau kecil di Sulawesi Selatan dan pulau lainnya di wilayah timur Indonesia, Pelabuhan Paotere juga menjadi salah satu lokasi wisata. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan rakyat tertua di Sulsel.
"Rencananya akan masuk investor untuk ikut menata Pelabuhan Paotere, di mana salah satu syaratnya adalah E-Pass sudah beroperasi,” tuturnya.
Investor yang nanti masuk lanjut Hadriana yang juga akrab disapa Nanna, akan membangun mini soccer untuk memfasilitasi khususnya warga sekitar kawasan yang gemar dengan olahraga sepak bola mini.
“Ada investor yang tertarik membangun mini soccer di kawasan Pelabuhan Paotere. Semoga dalam waktu dekat ini pembangunannya bisa segera diwujudkan,” ujar Nanna.
Selain itu, lanjut Nanna, pihaknya juga menata kembali persewaan lahan khususnya untuk para pedagang kaki lima (PK5). Pihaknya akan membuat photo booth, agar kawasan Pelabuhan Paotere semakin menarik untuk dikunjungi lebih banyak lagi wisawatan.
Saat ini kata dia, ada sekitar 49 PK5 yang memanfaatkan lahan Pelindo di Pelabuhan Paotere.
“Semoga semua upaya dan pembenahan yang kami lakukan di kawasan Pelabuhan Paotere mendapat dukungan dari semua pihak, utamanya stakeholder pelabuhan dan para pengguna jasa serta tentunya masyarakat sekitar,” tukas Nanna. (RIZ/ORYZA)
Write a Facebook Comment











