- Terminal Petikemas Nilam Tambah E-RTG Baru, KSOP Utama Tanjung Perak Tinjau Kesiapan Operasional
- Misi Diplomasi Maritim, Satgas Port Visit 2026 Lanjut Berlayar Menuju Vanuatu
- Pelindo Regional 2 Banten Layani Bongkar Muat Gandum di Pelabuhan Ciwandan
- Kemenhub Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas Patroli Kapal Negara
- Safety Training PELNI di Kapal Penumpang, Siap Hadapi Kondisi Darurat
- Penyelundupan 3 Ton Sianida Senilai Rp2,2 Miliar Asal Filipina Digagalkan TNI AL di Perairan Gorontalo
- 1.048 Ton Udang Impor Disita KKP, Diduga Langgar Aturan
- Dua Hari Hilang Saat Cari Kepiting, ABK KMN Rahmad Safaat Ditemukan Lemas di Pesisir Sungai
- Cegah IUU Fishing, KKP Dorong Perlindungan Awak Kapal Perikanan
- Upaya Penyelundupan Benih Bening Lobster Rp1,6 M di Bandara Juanda Digagalkan
Ketum PWI Pusat Lantik Pengurus PWI Surakarta

Keterangan Gambar : Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyerahkan pataka kepada Ketua PWI Surakarta, Sri Hartanto. Foto: PWI Pusat
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURAKARTA: Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, secara resmi melantik jajaran pengurus PWI Surakarta masa bakti 2026–2031 di Solo, Sabtu (12/9/2026) malam.
Dalam kepengurusan baru ini, Sri Hartanto dipercaya untuk memimpin PWI Surakarta yang mencakup wilayah kerja Solo Raya. Wilayah kerjanya meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah serta Forkopimda se-Solo Raya.
Baca Lainnya :
- Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Ini Penjelasan Ditjen Hubla Soal Kronologis dan Operasi SAR0
- KM Virgo Transport 8 Ditemukan Terbalik Hanya Tampak Bagian Lunas, Menhub: Tidak Tenggelam 0
- KRI Teluk Gilimanuk-531 Temukan Terpal dan Pelampung, Belum Ada Petunjuk Keberadaan 5 Jurnalis0
- Operasi SAR KM Virgo Transport 8, TNI AL Kerahkan 4 Kapal Perang dan 3 Pesawat Udara0
- 107 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan Selamat, 6 Meninggal, 130 Masih Dicari0
Dalam arahannya, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengingatkan kembali posisi strategis PWI Surakarta dalam catatan sejarah pers nasional.
PWI lahir di Kota Solo pada 9 Februari 1946 dari pertemuan para wartawan pejuang yang bersatu mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang kemudian tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional.
Menurut Munir, sejarah panjang tersebut menjadi tanggung jawab bagi PWI Surakarta untuk terus berperan dalam menghadapi perkembangan dunia pers. Ia menegaskan bahwa tantangan media saat ini jauh berbeda dibanding masa lampau seiring dengan masifnya arus informasi digital.
"Jika pada masa lalu wartawan menghadapi tantangan untuk menyampaikan kisah perjuangan bangsa, kini tantangannya berkembang seiring derasnya arus informasi digital," ujar Munir.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pers dituntut untuk membantu masyarakat agar menjadi lebih cerdas. “Dan juga mampu memilah informasi yang benar di tengah maraknya berita palsu, disinformasi, dan teknologi deepfake,” tegasnya.
Perkuat Marwah Profesi Wartawan
Sementara itu, Ketua PWI Surakarta Sri Hartanto menyatakan bahwa momentum pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan langkah penting untuk memperkuat marwah dan kehormatan profesi wartawan di tengah disrupsi media dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Menurutnya informasi kini dapat menyebar dalam hitungan detik melalui berbagai platform, meski tidak semuanya memiliki jaminan kebenaran. Karena itu, Tanto menegaskan kecepatan dalam menyampaikan berita tidak boleh mengorbankan akurasi.
Popularitas juga tidak boleh menggeser kebenaran, sementara kepentingan sesaat tidak boleh mengalahkan integritas profesi jurnalistik.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menyambut baik komitmen pengurus baru PWI Surakarta tersebut. Ia mendorong wartawan terus menghadirkan informasi yang berkualitas.
“Kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Respati, pers memiliki peran strategis dalam membangun ruang publik yang sehat, mencerdaskan masyarakat serta mengawal transparansi pemerintahan.
Pers juga dinilai berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. (Riz/Mar)











